RADARSITUBONDO.ID - Perubahan gaya bermain mulai terlihat dalam tubuh Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman. Hal itu disampaikan pengamat sepak bola nasional, Justinus Lhaksana, usai laga uji coba melawan Bulgaria.
Meskipun hasil akhir tidak berpihak kepada skuad Garuda, Coach Justin menilai ada perkembangan signifikan dari sisi pendekatan permainan. Dalam tayangan terbaru di kanal YouTube miliknya pada 31 Maret 2026, ia menyoroti perubahan mentalitas tim yang tidak lagi bermain terlalu defensif saat menghadapi lawan dengan peringkat FIFA lebih tinggi.
"Gua rasa di match kedua ini, John Herdman sudah menunjukkan penampilan yang cukup memuaskan. Kita menang ball possession dan tidak ada intensi untuk bertahan total. Berani mengambil inisiatif dan menunjukkan fighting spirit," ujar Justin.
Baca Juga: KontraS Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penyiraman Andrie Yunus hingga Aktor Intelektual
John Herdman dinilai mulai berani mengubah pendekatan yang selama ini identik dengan strategi bertahan total atau "parkir bus". Timnas Indonesia disebut tampil lebih proaktif dalam menguasai bola dan mencoba membangun serangan sejak awal laga.
Namun demikian, evaluasi tetap diberikan, khususnya pada sektor penyerangan. Justin menilai efektivitas lini depan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Minimnya kreativitas serta kurangnya pergerakan tanpa bola membuat peluang yang tercipta sangat terbatas sepanjang pertandingan.
"Masalahnya masih sama dengan pelatih-pelatih sebelumnya: kurang kreativitas. Kita nyaris enggak dapat peluang karena pertahanan Bulgaria bagus, dan off-the-ball movement kita sangat minim," tambahnya.
Baca Juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi
Sorotan juga mengarah pada koordinasi antarpemain depan, terutama antara Ragnar Oratmangoen dan Nathan Tjoe-A-On yang dinilai belum menunjukkan chemistry optimal. Keduanya disebut masih jarang bermain bersama sehingga belum mampu membentuk kombinasi yang efektif di lini serang.
Selain itu, penggunaan skema tiga bek tengah juga mendapat perhatian. Menurut Justin, pendekatan tersebut terkesan terlalu berhati-hati jika melihat lawan hanya mengandalkan satu penyerang utama. Ia menyarankan adanya penyesuaian agar keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan bisa lebih optimal.
Meski kritik disampaikan, Coach Justin tetap memberikan dukungan kepada Herdman untuk terus mengembangkan tim. Ia menekankan bahwa laga uji coba seharusnya dimanfaatkan sebagai ruang eksperimen guna menemukan formula permainan terbaik sebelum menghadapi turnamen resmi seperti Piala Asia.
"Untuk dua match pertama, gua cukup happy. Kita lihat ke depan, kalau aneh-aneh lagi, ya kita kritik. Sesimpel itu," pungkasnya.
Editor : Bayu Shaputra