RADARSITUBONDO.ID - Timnas futsal Indonesia kembali menghadapi tantangan di level Asia Tenggara dengan tampil pada ASEAN Futsal Championship 2026 yang digelar di Thailand pada 5 hingga 13 April. Turnamen ini menjadi ujian penting bagi skuad Garuda yang datang dengan status sebagai juara bertahan.
Di bawah arahan pelatih Hector Souto, Indonesia tergabung dalam Grup B bersama Australia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Persaingan di grup ini diperkirakan berlangsung ketat mengingat karakter permainan masing-masing tim yang berbeda, mulai dari kekuatan fisik hingga kecepatan transisi.
Perjalanan Indonesia diawali dengan menghadapi Brunei Darussalam pada 6 April 2026 pukul 12.30 WIB. Pertandingan pembuka ini dinilai krusial untuk mengamankan tiga poin sekaligus membangun ritme permainan sejak awal turnamen.
Baca Juga: Iran: Tak Ada Negosiasi dengan AS, Hanya Pertukaran Pesan Resmi
Selanjutnya, tim Garuda akan menjalani laga sarat gengsi melawan Malaysia pada 7 April 2026 pukul 15.00 WIB. Duel ini diprediksi berjalan seimbang karena kedua tim memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda serta pengalaman panjang dalam persaingan futsal kawasan.
Tantangan terberat di fase grup datang saat Indonesia menghadapi Australia pada 8 April 2026 pukul 12.30 WIB. Tim tersebut dikenal mengandalkan permainan cepat dan fisik kuat, sehingga menjadi ujian tersendiri bagi ketahanan dan konsistensi permainan Indonesia.
Baca Juga: Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Gattuso Akui Terpukul
Hector Souto menyatakan target utama tim adalah menembus babak semifinal. Ia menilai capaian tersebut realistis dengan mempertimbangkan proses adaptasi dan komposisi skuad yang mengalami perubahan.
“Target realistis ini menunjukkan pendekatan pragmatis Souto dalam mempersiapkan tim.”
Komposisi pemain yang dibawa ke Thailand juga menunjukkan adanya proses regenerasi. Dari skuad yang tampil di Piala Asia Futsal 2026, hanya Dewa Rizki Amanda dan Yogi Saputra yang kembali dipanggil. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kedalaman tim untuk jangka panjang.
Editor : Bayu Shaputra