RADARSITUBONDO.ID - Persib Bandung kembali menegaskan sikap tegas menjelang laga tandang pekan ke-25 Super League 2025/2026 melawan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Minggu 5 April 2026.
Imbauan ini ditujukan kepada seluruh bobotoh agar tidak hadir langsung di stadion, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi kompetisi sekaligus langkah antisipatif dari potensi sanksi.
Manajemen Persib Bandung menilai larangan tersebut bukan sekadar formalitas. Aturan yang tertuang dalam regulasi liga secara jelas melarang kehadiran suporter tim tamu, diperkuat dengan ketentuan disiplin dari PSSI. Dalam situasi kompetisi yang semakin ketat, klub memilih untuk tidak mengambil risiko sekecil apa pun.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah hal mutlak. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap klub.
"Kami mengimbau Bobotoh untuk tidak melakukan perjalanan ke Padang atau memaksakan diri datang ke Stadion H. Agus Salim. Berdasarkan Pasal 5 Ayat 7 Regulasi Kompetisi, suporter tim tamu dilarang hadir. Mari kita hargai aturan ini demi kebaikan bersama," kata Adhi.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa klub ingin menjaga fokus penuh tim di tengah persaingan papan atas. Persoalan di luar lapangan diharapkan tidak mengganggu konsentrasi pemain dalam menghadapi laga penting ini.
Baca Juga: Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Diduga Akibat Kebocoran Gas, 12 Orang Terluka
Adhi juga menyoroti potensi sanksi dari Komisi Disiplin PSSI yang tidak bisa dianggap remeh. Denda finansial hingga hukuman lain berpotensi dijatuhkan jika terjadi pelanggaran terhadap regulasi kehadiran suporter.
"Manajemen sangat mengapresiasi antusiasme Bobotoh, namun dukungan terbaik saat ini adalah dengan menaati peraturan. Kita ingin tim fokus sepenuhnya pada pertandingan tanpa ada gangguan administratif atau sanksi akibat pelanggaran regulasi kehadiran penonton tim tamu," tambahnya.
Selain berdampak pada klub, suporter yang nekat datang juga berisiko mengalami kerugian pribadi. Mereka berpotensi tidak dapat masuk stadion dan harus kembali tanpa pengembalian biaya yang telah dikeluarkan.
Di sisi lain, pertandingan ini memiliki arti penting bagi Persib Bandung. Tambahan tiga poin akan memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen sementara. Tim asuhan Bojan Hodak dijadwalkan bertolak ke Sumatera Barat pada 3 April 2026 dengan persiapan yang difokuskan pada performa maksimal.
Bermain di kandang Semen Padang bukan perkara mudah. Atmosfer Stadion H. Agus Salim dikenal memberikan tekanan besar bagi tim tamu. Dukungan suporter tuan rumah sering menjadi faktor pembeda yang signifikan dalam jalannya pertandingan.
Kondisi tanpa kehadiran bobotoh di stadion diperkirakan akan menambah tantangan bagi skuad Persib Bandung. Namun, situasi ini juga menjadi ujian mental bagi para pemain untuk tetap tampil disiplin dan fokus sepanjang laga.
Baca Juga: Viral! SPBU Kapongan Diduga Utamakan Pengimbal, Pengendara Mobil Ngaku Tak Dilayani
Manajemen menilai dukungan tidak harus hadir secara fisik. Di era digital, bobotoh tetap dapat memberikan semangat melalui berbagai cara dari jarak jauh. Hal ini dinilai sebagai bentuk dukungan yang tetap positif sekaligus menghormati aturan yang berlaku.
Langkah Persib Bandung ini juga mencerminkan upaya membangun profesionalisme klub modern. Tidak hanya berorientasi pada performa di lapangan, tetapi juga kedisiplinan dalam aspek regulasi.
Editor : Bayu Shaputra