RADARSITUBONDO.ID - Persiapan menghadapi laga sarat gengsi antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya mulai dimatangkan jauh sebelum hari pertandingan.
Duel pekan ke-30 Super League 2025-2026 itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang pada 28 April 2026. Pertandingan ini tidak hanya dipandang sebagai laga biasa, melainkan momentum penting yang membawa misi lebih besar bagi seluruh pihak yang terlibat.
Di balik rivalitas panjang yang telah mengakar, muncul semangat baru untuk menghadirkan pertandingan sepak bola yang aman, damai, dan tetap menjunjung tinggi martabat olahraga. Upaya tersebut mulai diwujudkan melalui pertemuan strategis yang digelar di Polda Jawa Timur, Surabaya, pada Rabu, 1 April 2026.
Baca Juga: Dewa United Bidik Kemenangan atas PSIM di Pekan ke-26 BRI Super League
Dalam forum tersebut, manajemen kedua klub, panitia pelaksana, serta jajaran kepolisian duduk bersama untuk menyamakan persepsi terkait skema pengamanan pertandingan. Koordinasi lintas sektor ini dinilai menjadi langkah awal yang penting guna memastikan laga berjalan tanpa gangguan.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa sinergi semua pihak menjadi kunci utama. Ia berharap pertandingan tidak hanya menarik secara kompetisi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi seluruh elemen yang terlibat.
“Harapan kita, pertandingan sepak bola di Jawa Timur menjadi tontonan yang menarik dan aman, bukan penuh ketegangan, serta mampu mendorong perekonomian daerah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar rivalitas tetap berada dalam koridor sportivitas. “Mari kita jaga rivalitas tetap sehat, sehingga setiap pertandingan berlangsung aman dan kondusif,” tambahnya.
Baca Juga: Jatim Dominasi Nasional SNBP 2026, Khofifah Dorong Pemanfaatan KIP Kuliah
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah potensi provokasi, terutama yang muncul di media sosial. Informasi yang tidak terverifikasi kerap memicu ketegangan yang sebenarnya bisa dihindari.
Karena itu, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan edukasi kepada suporter agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Dari pihak Persebaya, manajemen menyatakan komitmennya untuk terus mengingatkan pendukung agar tidak mudah terpengaruh isu yang berpotensi memperkeruh suasana.
“Kami berterima kasih atas dukungan Polda Jatim. Kami juga terus mengingatkan suporter agar tidak terpengaruh provokasi, khususnya di media sosial,” ungkap perwakilan manajemen.
Komitmen serupa juga disampaikan oleh perwakilan Aremania. Mereka menegaskan kesiapan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung.
Sikap ini menjadi sinyal positif bahwa suporter tidak hanya berperan sebagai pendukung di tribun, tetapi juga bagian penting dalam menjaga ketertiban. “Aremania siap menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pihak. Tidak ada toleransi bagi oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum,” tegas Ali Rifki.
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos April 2026 Pakai NIK KTP, Ini Panduan Lengkapnya
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Erwin Hardiyono, menilai pendekatan preventif melalui edukasi menjadi faktor krusial dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan agar potensi gangguan bisa diminimalkan sejak awal. “Kami sangat menekankan pentingnya langkah pencegahan dan edukasi kepada suporter. Hal ini krusial untuk menjaga kenyamanan dalam pertandingan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap laga ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas bagi pemulihan suasana sepak bola di Malang. “Laga ini diharapkan mampu menjadi obat penyembuh trauma yang selama ini dirasakan semua pihak,” katanya.
Editor : Bayu Shaputra