RADARSITUBONDO.ID - Kebangkitan AS Monaco di paruh kedua musim semakin nyata. Tim asal Kerajaan itu mencatatkan kemenangan ketujuh berturut-turut di Ligue 1 usai menundukkan Olympique Marseille dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung di Stade Louis II, Minggu (5/4/2026).
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Kedua tim saling menekan, namun baru pada babak kedua Monaco mampu memecah kebuntuan. Gol pembuka lahir pada menit ke-60 lewat aksi Aleksandr Golovin yang memanfaatkan umpan silang Jordan Teze. Penyelesaian akuratnya membawa tuan rumah unggul dan mengubah momentum pertandingan.
Keunggulan Monaco semakin kokoh ketika Folarin Balogun mencetak gol kedua. Striker asal Amerika Serikat itu kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol keenam secara beruntun. Ia melakukan penetrasi individu yang merobek lini pertahanan lawan sebelum menutupnya dengan chip halus yang sulit dijangkau kiper.
Gol tersebut bahkan disebut sebagai salah satu gol terbaik musim 2025/2026. Aksi Balogun memperlihatkan kombinasi kecepatan, teknik, dan ketenangan di momen krusial.
“Gol tersebut tercipta setelah Balogun melakukan lari solo yang menghancurkan pertahanan lawan, diakhiri dengan dink yang memukau,” menjadi gambaran kualitas penyelesaian yang ia tampilkan.
Baca Juga: Leeds United Lolos ke Semifinal Piala FA 2026 Usai Kalahkan West Ham Lewat Adu Penalti
Marseille sempat memberi tekanan di menit-menit akhir melalui gol Amine Gouiri. Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan. Monaco mampu menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Monaco menjadi 10 pertandingan di liga. Tren positif tersebut menjadi titik balik signifikan setelah mereka sempat terpuruk pada awal 2026. Saat itu, Monaco mengalami tujuh kekalahan dalam delapan laga, situasi yang membuat posisi pelatih Sebastien Pocognoli berada di ujung tanduk.
Baca Juga: Inter Milan vs AS Roma 5-2: Lautaro Martinez Bersinar, Nerazzurri Makin Kokoh di Puncak
Kini, situasi berbalik drastis. Monaco tidak hanya keluar dari tekanan, tetapi juga kembali masuk dalam persaingan papan atas. Tambahan tiga poin membuat mereka menyamai perolehan poin Marseille di posisi keempat dan hanya terpaut satu angka dari Lille.
Posisi tiga besar menjadi target realistis mengingat slot tersebut memberikan tiket otomatis ke Liga Champions musim depan.
Di sisi lain, hasil ini juga berdampak pada peta persaingan liga. Monaco berhasil melewati Lyon yang turun ke posisi keenam setelah bermain imbang tanpa gol di kandang Angers. Sementara itu, beberapa laga lain berakhir imbang, termasuk pertemuan Lorient melawan Paris FC serta Le Havre kontra Auxerre.
Persaingan di papan bawah juga semakin ketat. Metz kian tertekan setelah hanya bermain imbang melawan Nantes, meski lawan bermain dengan 10 orang sepanjang babak kedua. Situasi tersebut membuat mereka semakin dekat dengan zona degradasi.
Di puncak klasemen, Paris Saint-Germain semakin kukuh dalam perburuan gelar. Kemenangan atas Toulouse memperlebar peluang mereka meraih trofi ke-12 dalam 14 tahun terakhir. Pesaing terdekat, Lens, justru terpeleset setelah kalah dari Lille dan kini tertinggal empat poin, sementara PSG masih memiliki satu pertandingan lebih banyak.
Editor : Bayu Shaputra