Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kekalahan Persija Jadi Alarm Jelang Duel Panas Kontra Persebaya

Bayu Shaputra • Selasa, 7 April 2026 | 11:31 WIB
Persija alami kekalahan atas Bhayangkara FC, Minggu (5/4). (Instagram/persija)
Persija alami kekalahan atas Bhayangkara FC, Minggu (5/4). (Instagram/persija)

 

RADARSITUBONDO.ID - Debut penjaga gawang anyar, Cyrus Margono, bersama Persija Jakarta berakhir dengan kekecewaan. Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor 1-3 dalam lanjutan super league di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4).

Persija sebenarnya membuka pertandingan dengan sangat menjanjikan. Baru satu menit laga berjalan, kombinasi cepat langsung membuahkan hasil. Umpan lambung Allano Lima disambut sundulan Rayhan Hannan yang sukses mengoyak pertahanan Bhayangkara. Gol cepat tersebut sempat memberi gambaran dominasi tim ibu kota.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Bhayangkara perlahan menemukan ritme permainan dan mulai menekan balik.

Celah di lini belakang Persija berhasil dimanfaatkan dengan baik hingga akhirnya Moussa Sidibe mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-28. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab 4 Pekerja Tewas di Proyek TB Simatupang Jagakarsa

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat tajam. Persija mencoba tetap mengontrol permainan, tetapi situasi berubah setelah Jordi Amat harus meninggalkan lapangan akibat kartu kuning kedua. Bermain dengan sepuluh orang membuat keseimbangan tim terganggu.

Di tengah tekanan, Persija sempat menemukan momentum lewat gol spektakuler Fabio Calonego pada menit ke-63 melalui tendangan bebas. Gol tersebut sempat menghidupkan kembali peluang kemenangan.

Sayangnya, keunggulan itu kembali sirna. Bhayangkara menunjukkan mental bertanding yang kuat. Dendy Sulistyawan mencetak gol penyama lewat skema bola mati pada menit ke-86.

Situasi makin sulit ketika Sidibe mencetak gol keduanya di masa injury time, tepatnya menit 90+3’, yang memastikan kemenangan 3-1 bagi Bhayangkara.

Baca Juga: Rugi WIKA Tembus Rp9,7 Triliun di 2025, Pendapatan Anjlok dan Beban Membengkak

Gol penutup tersebut menjadi momen pahit bagi Cyrus Margono. Dalam laga debutnya, ia harus memungut bola dari gawang di menit-menit krusial.

Usai pertandingan, pelatih Mauricio Souza tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai timnya sempat tampil sesuai rencana sebelum kehilangan kendali.

”Kami memulai pertandingan sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Kami sangat tenang di dalam penguasaan bola, kita tahu di mana bisa menemukan ruang untuk sampai ke gawang lawan,” kata Mauricio.

”Kami berhasil mencetak gol dan masih ada beberapa peluang lagi untuk menyelesaikan di gawang lawan,” lanjut dia.

Namun, momentum tersebut gagal dipertahankan. Persija kehilangan fokus dan memberi ruang bagi lawan.

Baca Juga: Khamenei Tegaskan Iran Tak Melemah Usai Tewasnya Majid Khademi

”Apa yang seharusnya memberikan kami semangat dan motivasi, malah membawa kekecewaan. Kami tiba-tiba berhenti bermain, kami mulai memberikan ruang di lini pertahanan yang tidak seharusnya diberikan, sampai kita kemasukan gol dari bola liar di dalam kotak penalti,” ujar Mauricio Souza.

Ia juga menyoroti kartu merah yang menjadi titik balik laga. Menurutnya, bermain dengan sepuluh pemain membuat tim sulit menjaga ritme.

Baca Juga: Wamenkop Farida Farichah: Kopdes Merah Putih Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Desa

”Setelah babak kedua, saya tidak punya banyak hal yang bisa dikatakan karena permainan benar-benar terkondisikan oleh pengusiran satu pemain kami. Sangat sulit bermain dengan kurang satu pemain,” ucap Mauricio Souza.

”Beberapa pemain pun belum mencapai performa terbaiknya, dan dengan satu pemain kurang, segalanya menjadi sangat sulit,” sambung dia.

Meski hasil tidak sesuai harapan, Mauricio menegaskan timnya tidak akan menyerah. ”Kami akan tetap terus berusaha keras, berjuang sekuat tenaga untuk menghormati baju Persija ini,” tuturnya.

Di sisi lain, hasil ini menjadi perhatian bagi Persebaya Surabaya yang akan menghadapi Persija dalam laga berikutnya. Green Force melihat adanya celah dari inkonsistensi lini belakang Macan Kemayoran.

Kedua tim dijadwalkan bertemu di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu (11/4). Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan poin penting.

Kondisi mental Persija usai kekalahan bisa menjadi keuntungan bagi Persebaya. Tekanan bermain di kandang sendiri berpotensi menjadi beban tambahan bagi tuan rumah. Namun, kualitas individu Persija tetap menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan.

Persebaya datang dengan modal kepercayaan diri setelah hasil positif sebelumnya. Konsistensi permainan dan fokus sepanjang pertandingan akan menjadi kunci jika ingin mencuri poin di Jakarta.

Editor : Bayu Shaputra
#Persebaya Surabaya #Bhayangkara FC #Super League #Persija Jakarta #Cyrus Margono