RADARSITUBONDO.ID - Tekanan mulai terasa di ruang ganti Persib Bandung menjelang laga penting menghadapi Bali United. Situasi tersebut tidak lepas dari pesan tegas yang disampaikan manajer tim, Umuh Muchtar, yang secara langsung menyoroti mentalitas para pemainnya.
Kemenangan atas Semen Padang menjadi bekal berharga bagi skuad asuhan Bojan Hodak. Namun, hasil positif itu belum dianggap cukup jika tidak diikuti dengan konsistensi hingga akhir musim kompetisi.
Umuh mengapresiasi kerja keras timnya setelah mampu membawa pulang tiga poin dari Stadion Haji Agus Salim pada 5 April 2026. Ia menilai kemenangan tersebut sebagai bukti bahwa Persib mampu menjawab tantangan berat di laga tandang. Meski begitu, ia langsung mengingatkan agar hasil tersebut tidak membuat pemain terlena.
Baca Juga: Iran Ancam Cabut Gencatan Senjata Jika Israel Terus Serang Lebanon
Ia menegaskan seluruh pertandingan tersisa harus dipandang sebagai laga penentuan.
"Saya menitip pesan kepada mereka, jangan jemawa dan jangan menganggap enteng. Kita harus menganggap setiap pertandingan itu adalah final. Jadi, semuanya harus serius, tidak ada yang leha-leha, harus semangat," ujar Umuh.
Pesan tersebut mencerminkan pengalaman panjangnya dalam mengelola tim. Ia memahami betul bahwa euforia kemenangan kerap menjadi jebakan yang justru merugikan, terutama saat kompetisi memasuki fase krusial.
Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-AS Tak Redam Serangan Israel di Beirut
Menurutnya, kemenangan tidak selalu harus diraih dengan skor besar. Hal terpenting adalah memastikan tiga poin dapat diamankan di setiap pertandingan. "Alhamdulillah, yang penting bukan (soal) 2-0 atau 3-0-nya, tapi mendapat poin penuh. Itulah yang saya harapkan dari mereka dan ternyata terbukti," tambahnya.
Pendekatan yang menitikberatkan pada hasil akhir kini menjadi pegangan utama Persib. Dalam persaingan papan atas yang semakin ketat, setiap poin memiliki arti penting dalam menentukan posisi akhir klasemen.
Selain itu, Umuh juga menyoroti aspek kesiapan fisik dan mental pemain. Ia meminta seluruh anggota tim untuk meningkatkan fokus dan energi dalam menghadapi delapan laga sisa musim ini. Kondisi tersebut menuntut pemain tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga mampu menghadapi tekanan di setiap pertandingan.
"Pemain harus kumpulkan tenaga dan pikiran dua kali lipat untuk itu," tegasnya.
Performa Persib musim ini sejatinya menunjukkan konsistensi yang cukup baik. Dari 26 pertandingan, mereka mencatatkan 16 clean sheet. Catatan tersebut menjadi indikator kuatnya lini pertahanan tim. Rata-rata kebobolan yang hanya berada di angka 0,5 gol per pertandingan memperlihatkan kedisiplinan serta organisasi permainan yang diterapkan oleh Bojan Hodak.
Statistik tersebut menjadi fondasi penting dalam upaya meraih gelar musim 2025/2026. Namun, masih ada hal yang perlu menjadi perhatian, yakni catatan empat kartu merah yang telah diterima tim sepanjang musim ini.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Sempurna di Fase Grup, Hector Souto Soroti Performa dan Evaluasi
Kondisi itu menjadi sinyal bahwa permainan keras masih muncul dalam situasi tertentu. Jika tidak dikendalikan, hal tersebut berpotensi merugikan tim, terutama dalam laga-laga krusial.
Pertandingan melawan Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 12 April 2026 akan menjadi ujian berikutnya. Bermain di kandang sendiri memang memberikan keuntungan, tetapi tekanan untuk meraih kemenangan juga semakin besar.
Bali United dikenal sebagai lawan yang kerap menyulitkan, terutama dalam pertandingan penting. Oleh karena itu, fokus dan disiplin menjadi faktor utama yang harus dijaga oleh Persib Bandung.
Baca Juga: Sabu & Ribuan Pil Terlarang Dimusnahkan di Situbondo, Fakta Mengejutkan Soal Narkoba Terungkap!
Pesan yang disampaikan Umuh kini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemain. Tidak ada ruang untuk bersantai, dan setiap kesalahan harus diminimalkan.
Momentum positif memang sedang berada di tangan Persib. Namun, mempertahankannya menjadi tantangan yang jauh lebih sulit. Konsistensi, kedisiplinan, serta kekuatan mental akan menjadi faktor penentu dalam perjalanan tim menuju gelar juara.
Editor : Bayu Shaputra