RADARSITUBONDO.ID - Hansi Flick menjadi sorotan menjelang laga krusial antara Barcelona kontra Atletico Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA 2025-2026.
Dalam sesi latihan resmi di Riyadh Air Metropolitano, pelatih asal Jerman tersebut terlihat menyampaikan keberatan terkait kondisi lapangan yang dinilai kurang ideal untuk pertandingan berintensitas tinggi.
Flick tertangkap kamera mendekati delegasi UEFA dan menunjukkan beberapa bagian lapangan yang menjadi perhatiannya.
Fokus utama yang disorot adalah tinggi rumput yang dianggap berpotensi menghambat aliran bola, khususnya bagi tim tamu yang mengandalkan permainan cepat berbasis umpan pendek.
Meski menyimpan kekhawatiran terhadap dampak kondisi lapangan tersebut, Flick tetap menyampaikan protesnya dengan cara santun tanpa memicu polemik sebelum pertandingan penting dimulai.
Baca Juga: Usai Dari Moskow, Prabowo Mendarat di Paris dan Dijadwalkan Bertemu Presiden Macron
Situasi ini menjadi tantangan tambahan bagi Barcelona yang datang ke markas Atletico dengan beban defisit dua gol. Selain tekanan skor, mereka juga harus beradaptasi dengan karakter lapangan yang diyakini dapat mengganggu ritme permainan.
Kondisi tersebut bukan hal baru di kandang Atletico, mengingat gaya bermain tim asuhan Diego Simeone yang dikenal defensif dan solid kerap diperkuat dengan faktor non-teknis seperti kondisi lapangan.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Flick menegaskan bahwa fokus utama timnya bukan sekadar mengejar selisih gol, melainkan memastikan kualitas permainan tetap terjaga. Ia menilai pendekatan tersebut lebih realistis untuk membuka peluang membalikkan keadaan.
Baca Juga: Upaya Damai Terus Berlanjut, Peluang Negosiasi AS-Iran Masih Terbuka
“Pertama, kita harus mengambil langkah pertama, dan langkah pertama itu adalah besok. Kita harus fokus pada penampilan yang baik daripada hasil akhir, karena ketika kita bermain bagus, kita mampu mencetak gol,” ujarnya.
Flick juga menyadari atmosfer stadion akan menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Dukungan penuh suporter tuan rumah diyakini akan menciptakan tekanan tambahan bagi timnya.
“Saya punya firasat pertandingan ini akan sangat berbeda dari pertandingan-pertandingan kami sebelumnya melawan mereka karena atmosfer di stadion akan luar biasa,” katanya.
“Para penggemar tahu apa yang dibutuhkan, dan ini akan sulit bagi kami, tetapi saya percaya pada tim saya dan pada apa yang dapat kami capai – dan itu mungkin; mengapa tidak? Itulah yang perlu kita fokuskan.”
Menghadapi lawan dengan kualitas individu yang kuat, Flick menekankan pentingnya keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Ia meminta anak asuhnya tetap disiplin saat kehilangan bola, namun tidak ragu mengambil inisiatif ketika menguasai permainan.
Baca Juga: Terkuak! Lebih dari Satu Tersangka Korupsi PUPR Situbondo, Tiga Nama Sudah Dikantongi
“I tahu kita akan bermain melawan Atletico, tim dengan beberapa pemain yang sangat bagus, dan kita perlu menampilkan pertahanan yang sangat kuat tetapi juga berani dalam menyerang, menekan, dan memanfaatkan setiap peluang sebaik mungkin,” tuturnya.
“Ia melihat perbedaan dalam pertemuan sebelumnya sebagai bahan evaluasi. “Jika Anda melihat pertandingan terakhir, mungkin itulah perbedaan besar antara mereka dan kami; mungkin besok akan sangat berbeda, dan itu akan membuat saya senang.”
Selain aspek teknis, Flick juga menyoroti pentingnya faktor emosional dalam pertandingan besar seperti ini. Ia menilai hubungan antara pemain dan suporter menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendorong performa tim di lapangan.
Baca Juga: Usia 58 Tahun, Pengacara Senior Ini Kejar Gelar Profesor! Kisah Supriyono Bikin Salut
“Mentalitas dan sikap itu penting. Siapa pun yang pernah melihat tim saya – saya mengatakan ini setelah mengalahkan Espanyol – akan tahu bahwa hubungan antara para penggemar dan para pemain sangat luar biasa,” jelasnya.
“Dan ini menunjukkan kepada para pemain rasa hormat yang diberikan orang-orang terhadap penampilan kami selama satu setengah tahun terakhir, dan itu akan berdampak positif pada tim. Besok, setiap aspek positif akan sangat penting.”
Editor : Bayu Shaputra