RADARSITUBONDO.ID - Kekalahan yang dialami Persebaya Surabaya dari Madura United dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Super League menyisakan kekecewaan mendalam di ruang ganti.
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat malam, tim tuan rumah harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-2 meski sempat menguasai jalannya pertandingan.
Kapten Persebaya, Francisco Rivera, menggambarkan suasana usai laga berlangsung penuh emosi. Ia menyebut seluruh elemen tim merasakan hal yang sama setelah peluit akhir dibunyikan.
“Percayalah, saat di ruang ganti, semua sangat kecewa, pemain dan staf, kami sedih karena kami kalah hari ini,” kata Rivera dalam konferensi pers di Stadion GBT.
Baca Juga: Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Ini Daftar Terbarunya
Secara permainan, Persebaya dinilai tidak tampil buruk. Rivera menegaskan tim mampu mengontrol ritme pertandingan serta menjalankan instruksi pelatih dengan cukup baik.
Namun, efektivitas di lini depan menjadi persoalan utama yang belum terpecahkan sepanjang laga. Banyak peluang tercipta, tetapi tidak satu pun mampu dimaksimalkan secara optimal menjadi gol tambahan yang bisa mengubah hasil akhir.
“Kami menciptakan banyak peluang, tapi kami tidak bisa mencetak gol,” ujarnya.
Baca Juga: Jairo da Silva Dilarikan Keluar Lapangan Usai Terkena Sepakan di Area Wajah
Situasi tersebut diperkuat oleh pernyataan pelatih Bernado Tavares yang juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter setia, Bonek dan Bonita.
Ia memahami ekspektasi tinggi yang mengiringi pertandingan kandang, terlebih dengan dukungan penuh dari tribun. Menurutnya, hasil ini tidak mencerminkan usaha keras para pemain di lapangan.
“Saya juga kecewa dan saya minta maaf karena kami tidak suka kalah,” ucap Tavares.
Pelatih asal Portugal itu turut menyoroti kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal. Sejumlah pemain masih berkutat dengan cedera dan belum bisa diturunkan, sehingga memengaruhi fleksibilitas strategi yang dirancang tim pelatih.
Absennya beberapa nama membuat opsi taktik menjadi lebih terbatas, terutama dalam menjaga keseimbangan permainan antara lini tengah dan depan.
“Pemain yang tidak ada berarti cedera atau sakit, dan kami mengandalkan semua pemain yang tersedia,” katanya.
Baca Juga: Toserba KDS Situbondo Serap 220 Tenaga Kerja! UMKM Lokal Ikut Melejit Naik Kelas
Ke depan, Persebaya dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Dua laga tandang sudah menanti, masing-masing menghadapi Malut United dan Arema FC. Tavares menegaskan fokus utama tim saat ini adalah memulihkan kondisi pemain serta memaksimalkan waktu persiapan yang tersedia agar bisa tampil lebih kom
petitif di laga berikutnya. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan, termasuk melihat kembali komposisi pemain yang siap diturunkan.
“Kami perlu melihat siapa pemain yang tersedia dan mencoba membuat rencana terbaik,” tuturnya.
Editor : Bayu Shaputra