RADARSITUBONDO.ID - Bournemouth bergerak cepat menyongsong musim baru dengan menetapkan arah kepemimpinan di ruang ganti. Klub Liga Inggris itu dikabarkan resmi menunjuk Marco Rose sebagai pelatih kepala anyar yang akan mulai bekerja di Stadion Vitality pada musim 2026/2027.
Penunjukan ini muncul setelah Andoni Iraola memastikan akan mengakhiri masa baktinya bersama AFC Bournemouth pada akhir musim.
Keputusan Iraola yang diumumkan pada Senin (13/4) langsung memicu spekulasi terkait sosok pengganti. Nama Kieran McKenna sempat mencuat sebagai kandidat kuat, namun situasi kontraknya bersama Ipswich Town hingga 2028 membuat opsi tersebut sulit direalisasikan.
Di sisi lain, Rose berada dalam posisi bebas setelah berpisah dengan RB Leipzig tahun lalu, sehingga membuka peluang negosiasi lebih cepat.
Baca Juga: Inter Menang Telak atas Cagliari, Unggul 15 Poin dari Milan
Manajemen Bournemouth diketahui mengagumi kedua pelatih tersebut. Namun, profil Rose dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan klub, terutama untuk menjaga kesinambungan gaya bermain.
Iraola sendiri telah membangun fondasi permainan agresif sejak bergabung pada Juni 2023, yang membuat Bournemouth tampil sebagai salah satu tim kuda hitam yang mencuri perhatian di Liga Inggris.
Dalam pernyataan terbarunya pada Jumat (17/4), Iraola mengaku belum menentukan langkah berikutnya setelah meninggalkan klub. Pelatih asal Spanyol itu menyebut keputusannya bukan karena satu faktor tertentu, melainkan pertimbangan personal setelah menjalani tiga musim penuh bersama tim.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Tumbang dari Madura United, Rivera Ungkap Suasana Ruang Ganti
"Ini belum menjadi keputusan yang jelas. Saya sudah berbicara dengan klub tentang situasi ini dan mereka menyadari bahwa ini bisa terjadi. Tidak ada satu alasan utama,” kata pria kelahiran Usurbil tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan mundur diambil untuk menjaga rasa puas yang selama ini dirasakannya bersama Bournemouth.
"Keputusan ini diambil karena saya tidak ingin mengambil risiko kehilangan rasa puas yang saya rasakan selama tiga musim di sini. Kita manusia juga bisa lelah dan saya memutuskan ini adalah saat yang tepat untuk mengakhiri perjalanan ini yang bagi saya sangat Istimewa," tutupnya.
Dengan karakter permainan yang mengandalkan pressing tinggi, Rose dinilai sebagai sosok yang mampu melanjutkan filosofi yang telah dibangun Iraola.
Pengalamannya menangani klub-klub besar Eropa seperti RB Salzburg, Borussia Monchengladbach, Borussia Dortmund, dan Leipzig menjadi nilai tambah bagi Bournemouth untuk tetap kompetitif.
Baca Juga: Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Ini Daftar Terbarunya
Selain itu, pengalaman Rose di kompetisi elite Eropa seperti Liga Champions membuatnya dianggap mampu mengelola tekanan serta mengembangkan potensi skuad secara maksimal.
Proses negosiasi disebut sudah memasuki tahap pembahasan persyaratan pribadi, dengan harapan kesepakatan dapat segera tercapai dalam waktu dekat.
“Kabar terbaru Bournemouth sedang berdiskusi dengan Rose mengenai persyaratan pribadi. Rose akan membawa banyak pengalaman setelah melatih RB Salzburg, Borussia Monchengladbach, Borussia Dortmund, dan Leipzig,” ungkap laporan ESPN.
Editor : Bayu Shaputra