RADARSITUBONDO.ID - Timnas U17 Indonesia menghadapi laga penentuan di Grup A ASEAN U17 Championship 2026 saat bersua Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/4/2026) pukul 19.30 WIB.
Pertandingan ini menjadi titik krusial bagi perjalanan Garuda Muda, setelah hasil kurang maksimal pada laga sebelumnya membuat posisi tim turun ke peringkat ketiga klasemen sementara.
Kemenangan menjadi harga mati bagi Indonesia untuk menjaga peluang lolos ke semifinal. Sebelumnya, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto mengawali turnamen dengan meyakinkan lewat kemenangan 4-0 atas Timor Leste.
Namun, kekalahan tipis dari Malaysia membuat situasi menjadi lebih rumit dan menambah tekanan menjelang laga terakhir fase grup.
Baca Juga: Vivo Y600 Pro Siap Meluncur, Usung Baterai 10.200mAh dan Fast Charging 90W
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menegaskan kondisi mental pemain kini telah kembali stabil usai sempat terpukul akibat hasil tersebut. “Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari tim, kondisi mental pemain saat ini sudah kembali pulih dan berada dalam kondisi ideal untuk menjalani pertandingan,” ujarnya.
Menurutnya, kekalahan dari Malaysia menjadi bahan evaluasi penting, terutama menghadapi Vietnam yang tampil konsisten dengan dua kemenangan di awal turnamen. Ia menekankan bahwa nasib tim sepenuhnya berada di tangan para pemain.
“Lolos atau tidak, semuanya ditentukan oleh kami sendiri,” imbuhnya. “Kami sudah berpesan kepada pemain dan mereka juga berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan sebelumnya, terutama saat melawan Malaysia, ketika kebobolan dan banyak peluang yang gagal menjadi gol,” lanjutnya.
Baca Juga: Prabowo Tekankan Persatuan Nasional di Hadapan 503 Ketua DPRD
Perubahan atmosfer dalam tim mulai terlihat dalam sesi latihan terakhir di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya. Para pemain tampak lebih rileks dan percaya diri, menunjukkan proses pemulihan mental yang berjalan positif dalam dua hari terakhir.
Kurniawan mengakui bahwa kekalahan sebelumnya sempat berdampak signifikan bagi para pemain muda yang masih dalam tahap pembentukan karakter.
“Selama dua hari terakhir, tim ofisial bekerja sangat keras. Mengingat para pemain masih di bawah 17 tahun, kekalahan dari Malaysia sempat membuat mereka cukup terpuruk secara mental,” ujarnya.
“Karena itu, dalam dua hari ini seluruh tim, mulai dari pelatih, tim sekolah, hingga tim medis, berusaha membangkitkan kembali semangat mereka,” sambungnya.
Selain aspek mental, pembenahan teknis juga menjadi fokus utama. Lini depan mendapat perhatian khusus setelah gagal memaksimalkan sejumlah peluang pada pertandingan sebelumnya.
Tim pelatih juga memperbaiki antisipasi terhadap bola mati, mengingat gol yang bersarang saat melawan Malaysia berasal dari situasi tersebut.
Baca Juga: Profil Marco Rose, Kandidat Kuat Pelatih Bournemouth Musim Depan
Secara matematis, peluang Indonesia untuk melaju ke semifinal masih terbuka, meski bergantung pada beberapa faktor. Kemenangan atas Vietnam akan membuat Indonesia mengoleksi enam poin, namun hasil pertandingan antara Malaysia dan Timor Leste juga akan sangat menentukan. Indonesia berharap Malaysia tidak meraih poin penuh dalam laga tersebut.
Jika ketiga tim yakni Indonesia, Vietnam, dan Malaysia mengakhiri fase grup dengan jumlah poin yang sama, maka penentuan klasemen akan menggunakan perhitungan mini klasemen.
Dalam skenario ini, rekor pertemuan langsung dan selisih gol menjadi faktor penentu. Artinya, Indonesia tidak hanya dituntut meraih kemenangan, tetapi juga mencetak gol sebanyak mungkin tanpa kebobolan.
Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz, PBB Sebut Langkah Tepat di Tengah Gencatan Senjata
Di tengah situasi yang penuh tekanan, Kurniawan tetap menyampaikan harapan sederhana kepada timnya dan masyarakat.
“Evaluasi sudah dilakukan, termasuk analisis pertandingan untuk setiap pemain di masing-masing posisi. Mereka sudah memahami apa yang harus diperbaiki. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar perjuangan besok diberi kelancaran,” tuturnya.
“Kami berharap semua rencana bisa berjalan lancar, dan sekali lagi kami memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim diberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil terbaik,” pungkasnya.
Editor : Bayu Shaputra