Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Hasil ACL Elite: Buriram vs Shabab Al Ahli 2-3, Sandy Walsh Main hingga Extra Time

Bayu Shaputra • Minggu, 19 April 2026 | 11:00 WIB
Sandy Wals. (Instagram/buriramunizedofficial)
Sandy Wals. (Instagram/buriramunizedofficial)

 

RADARSITUBONDO.ID - Buriram United harus mengakhiri langkahnya di babak delapan besar Liga Champions Elite Asia setelah tumbang dari Shabab Al Ahli dengan skor tipis 2-3.

Laga yang berlangsung di Stadion Prince Abdullah Al-Faisal Sports, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (18/4/2026), berjalan ketat hingga babak tambahan waktu. 

Bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, turut ambil bagian dalam pertandingan tersebut meski tidak bermain penuh.

Baca Juga: Vivo Y600 Pro Siap Meluncur, Usung Baterai 10.200mAh dan Fast Charging 90W

Tim asal Thailand itu sebenarnya datang dengan status juara Liga Thailand 2025-2026. Namun, mereka harus mengakui keunggulan wakil Uni Emirat Arab yang memiliki pengalaman panjang sebagai juara liga domestik.

Buriram tampil kurang meyakinkan sejak awal laga. Petaka datang pada menit ke-13 setelah gol bunuh diri Peter Zulj membawa Shabab Al Ahli unggul 1-0.

Tekanan terus berlanjut hingga jeda. Pada awal babak kedua, pelatih akhirnya memasukkan Sandy Walsh untuk menggantikan Emmanuel Toku. Kehadiran pemain berusia 31 tahun itu diharapkan menambah stabilitas lini belakang sekaligus membantu serangan.

Baca Juga: Prabowo Tekankan Persatuan Nasional di Hadapan 503 Ketua DPRD

Namun, baru empat menit babak kedua berjalan, Buriram kembali kebobolan. Sundulan jarak dekat Saeid Ezatolahi memanfaatkan situasi sepak pojok membuat skor berubah menjadi 2-0.

Situasi ini sempat membuat Buriram tertekan, tetapi mereka berhasil bangkit setelah mendapatkan penalti pada menit ke-62. Bola sundulan Supachai Chaided mengenai tangan Ezatolahi di kotak terlarang.

Bissoli yang maju sebagai eksekutor sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Momentum kebangkitan semakin terasa setelah Sandy Walsh dilanggar keras dari belakang pada menit ke-69. Hanya berselang satu menit, Buriram mampu menyamakan kedudukan melalui sepakan kaki kiri Peter Zulj dari luar kotak penalti. Skor 2-2 membuat pertandingan kembali terbuka.

Buriram hampir berbalik unggul pada menit ke-84. Namun, tandukan Supachai masih melebar tipis di sisi gawang. Di sisi lain, Sandy Walsh harus menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap penyerang muda Mohammed Al Mansoori. Hingga waktu normal berakhir, skor tetap imbang 2-2 dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Masalah klasik kembali menghantui Buriram di awal babak tambahan. Kesalahan di lini belakang dimanfaatkan oleh Renan Victor untuk mencetak gol ketiga bagi Shabab Al Ahli. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan tim asal Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Profil Marco Rose, Kandidat Kuat Pelatih Bournemouth Musim Depan

Sandy Walsh kemudian ditarik keluar pada menit ke-112 dan digantikan oleh Theerathon Bunmathan. Upaya Buriram untuk mengejar ketertinggalan tidak membuahkan hasil. Situasi semakin sulit setelah Myeong-seok Ko melakukan kesalahan di akhir laga yang berujung kartu merah.

Kekalahan ini mengulang catatan musim lalu ketika Buriram juga terhenti di perempat final. Saat itu, mereka kalah telak dari wakil Arab Saudi, Al Ahli, dengan skor 0-3.

Di balik hasil tersebut, Sandy Walsh tetap mencatat pencapaian penting. Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang mampu menembus babak delapan besar Liga Champions Elite Asia dalam dua musim beruntun. Musim sebelumnya, saat membela Yokohama F. Marinos, ia juga mencapai fase yang sama meski tidak turun bermain.

Baca Juga: Profil Marco Rose, Kandidat Kuat Pelatih Bournemouth Musim Depan

Sehari sebelum pertandingan, Sandy mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.

“Saya pernah menonton dan menjadi bagian dari Liga Champions bersama Genk. Saya pernah menjadi bagian dan bermain di Liga Europa bersama Genk,” ujarnya.

Ia juga menilai level kompetisi Liga Champions Elite Asia sangat tinggi dan setara dengan kompetisi Eropa.

“Saya percaya bahwa level Champions League Elite ini mirip dengan Liga Europa. Kita bersaing dengan tim-tim terbaik di Asia.”

Menurutnya, delapan tim yang tersisa di turnamen ini merupakan representasi terbaik dari masing-masing negara.

“Sekarang juga di turnamen ini, delapan tim terakhir adalah tim-tim terbaik di negara mereka masing-masing,” katanya.

Ia menegaskan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.

“Sebagai orang Indonesia pertama juga yang melakukannya berturut-turut. Jadi itu adalah momen yang sangat membanggakan bagi saya pribadi.”

Editor : Bayu Shaputra
#Buriram United vs Shabab Al Ahli #hasil ACL Elite 2026 #sandy walsh