RADARSITUBONDO.ID - Pemindahan lokasi pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta pada pekan ke-29 Super League 2025/2026 akhirnya resmi diputuskan.
Laga yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung Bantul kini dialihkan ke Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas di Bantul. Panitia pelaksana menilai aspek keselamatan dan kenyamanan penonton harus menjadi pertimbangan utama, terlebih mengingat tingginya animo suporter terhadap pertandingan tersebut.
Baca Juga: Bayern Muenchen Segel Titel Bundesliga 2025/2026 Usai Menang Dramatis 4-2
Ketua Panitia Pelaksana PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyelesaikan seluruh tahapan persiapan dan perizinan untuk menggelar pertandingan di Stadion Sultan Agung.
“Manajemen dan Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM selalu berkomitmen menjalankan regulasi dan kewajiban sebagai peserta kompetisi BRI Super League 2025/26. Untuk laga melawan Persija pada 22 April mendatang, seluruh tahapan perizinan dan persiapan operasional di Stadion Sultan Agung (SSA) sesungguhnya telah kami rampungkan dengan baik,” ujarnya.
Baca Juga: Borussia Moenchengladbach Ditahan Mainz 05 1-1, Penalti Menit Akhir Gagalkan Kemenangan
Namun, koordinasi lanjutan dengan aparat kepolisian serta berbagai pihak terkait menghasilkan kesepakatan baru. Faktor keamanan dinilai belum sepenuhnya ideal untuk menampung besarnya jumlah penonton yang diperkirakan hadir.
“Namun, setelah melakukan koordinasi intensif dan mempertimbangkan rekomendasi dari pihak kepolisian serta pemangku kepentingan terkait, kami menyepakati bahwa aspek keamanan dan kenyamanan seluruh pihak harus menjadi prioritas utama. Mengingat tingginya antusiasme pencinta sepak bola untuk laga krusial ini, kami bersama-sama menilai bahwa kapasitas SSA saat ini belum ideal untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut secara maksimal," lanjut Wendy.
Baca Juga: Borussia Moenchengladbach Ditahan Mainz 05 1-1, Penalti Menit Akhir Gagalkan Kemenangan
Sebelum keputusan pemindahan ke Bali diambil, panitia sempat mempertimbangkan sejumlah alternatif stadion yang lokasinya lebih dekat dari Yogyakarta.
Salah satu opsi yang dijajaki adalah Stadion Jatidiri di Semarang. Namun, rencana tersebut tidak dapat direalisasikan karena berbenturan dengan agenda penggunaan stadion.
“Kami telah menjajaki berbagai opsi alternatif yang kooperatif, termasuk penggunaan Stadion Jatidiri di Semarang. Akan tetapi, karena adanya dinamika penjadwalan yang bersamaan dengan agenda pemakaian stadion tersebut, opsi ini belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat,” jelasnya.
Baca Juga: Manchester City Pangkas Jarak dari Arsenal Usai Menang 2-1
Selain berpindah lokasi, pertandingan ini juga dipastikan akan digelar tanpa kehadiran penonton. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi untuk menghindari potensi sanksi dari pihak liga, baik berupa hukuman administratif maupun pengurangan poin yang dapat memengaruhi posisi tim di klasemen.
“Pertandingan ini akan diselenggarakan tanpa kehadiran penonton. Keputusan strategis ini diambil demi menghindarkan PSIM dari sanksi administratif maupun pengurangan poin yang dapat merugikan posisi kita di klasemen,” tegas Wendy.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi PSIM. Tim berjuluk Laskar Mataram itu tengah berada dalam tren kurang positif setelah hanya meraih satu kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir.
Kondisi tersebut membuat dukungan suporter sejatinya sangat dibutuhkan untuk mendongkrak performa tim di lapangan.
Baca Juga: Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Abu Vulkanik Capai 1,4 Kilometer
Meski demikian, panitia tetap mengajak para pendukung untuk memberikan dukungan dari rumah. Harapan besar disampaikan agar energi positif dari suporter tetap mengalir dan mampu memotivasi para pemain meski tanpa kehadiran langsung di stadion.
“Sinergi yang baik antara klub, suporter, dan otoritas keamanan adalah kunci. Meski tidak dapat hadir secara langsung di stadion, kami berharap doa dan dukungan teman-teman suporter tetap mengalir dari rumah. Ke depan, kami berupaya keras agar laga-laga kandang selanjutnya dapat kembali digelar di SSA dan dihadiri oleh para pendukung setia PSIM,” tandasnya.
Baca Juga: Tragis! Adu Banteng di Kalibagor, Pemotor 25 Tahun Tewas Usai Salip Kendaraan
Dari sisi klasemen, PSIM saat ini berada di posisi ke-10 dengan koleksi 38 poin. Sementara itu, Persija Jakarta datang dengan performa yang lebih stabil dan tengah dalam tren positif setelah meraih dua kemenangan beruntun, sehingga menempati peringkat ketiga dengan 58 poin.
Pertemuan kedua tim di Bali diperkirakan tetap berlangsung sengit meski tanpa atmosfer suporter di stadion.
Editor : Bayu Shaputra