Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Malut United Protes Wasit Usai Kalah Telak dari Bali United di Super League

Bayu Shaputra • Senin, 20 April 2026 | 16:20 WIB
Malut United takhluk saat menghadapi Bali United. (Instagram/malutunitedfc)
Malut United takhluk saat menghadapi Bali United. (Instagram/malutunitedfc)

 

RADARSITUBONDO.ID - Malut United meluapkan kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit setelah takluk 1-4 dari Bali United dalam lanjutan Super League 2025-2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (19/4/2026) malam.

Tim tamu sejatinya tampil kompetitif dan mampu memberi tekanan sejak awal laga, namun sejumlah keputusan krusial dinilai memengaruhi jalannya pertandingan.

Sejak menit awal, Malut United langsung menunjukkan intensitas permainan tinggi. Aksi Taufik Rustam pada menit kedua sempat memunculkan peluang penalti, tetapi dibatalkan setelah tinjauan VAR.

Meski demikian, efektivitas permainan tim berjuluk Laskar Kie Raha terlihat jelas sepanjang babak pertama dengan dua percobaan yang seluruhnya mengarah tepat ke gawang.

Baca Juga: 5 Film Terbaru April 2026, Ada Biografi Michael Jackson hingga Horor Lokal

Keunggulan lebih dulu diraih Malut United pada menit ke-32 melalui penyelesaian akhir Ciro Alves yang memanfaatkan umpan matang dari Taufik. Namun, tuan rumah merespons cepat.

Teppei Yachida menyamakan kedudukan lewat titik putih pada menit ke-40. Bali United sendiri mencatat enam percobaan sepanjang paruh pertama dengan dua yang tepat sasaran.

Memasuki babak kedua, Malut United tetap berupaya menekan. Hingga menit ke-61, mereka sudah menciptakan lima peluang tembakan. Namun momentum justru berbalik ke kubu tuan rumah.

Gol Joao Ferrari pada menit ke-63 menjadi titik balik pertandingan. Gol tersebut berawal dari situasi bola mati yang dipicu keputusan wasit terkait pelanggaran yang dilakukan Wbeymar Angulo, yang diprotes keras oleh para pemain Malut United.

Baca Juga: Stadion Sultan Agung Dinilai Tak Ideal, PSIM vs Persija Pindah ke Gianyar

Kubu Malut United menilai Angulo melakukan tekel bersih, tetapi wasit tetap memberikan pelanggaran. Dari skema tendangan bebas itu, Bali United berhasil mencetak gol kedua dan memanfaatkan momentum untuk menambah dua gol lagi melalui Boris Kopitovic pada menit ke-67 dan Thijmen Goppel pada menit ke-77.

Dalam kondisi tertinggal jauh, Malut United tidak menyerah. Tim asuhan Hendri Susilo terus berusaha mengejar ketertinggalan dengan total sembilan tembakan dan empat di antaranya tepat ke gawang.

Mereka juga sempat kembali meminta penalti setelah terjadi dugaan handball di kotak terlarang, tetapi lagi-lagi keputusan VAR tidak berpihak.

Usai pertandingan, Hendri Susilo menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi di lapangan.

“Berbagai kondisi yang terjadi akibat keputusan wasit membuat kami kehilangan sentuhan,” ujarnya. Ia menambahkan, “Pertandingan yang berkelas, tapi kami menjadi korban ketidakadilan malam ini.”

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini: Hujan Petir hingga Berawan Tebal di Sejumlah Kota

Perwakilan pemain, Angga Saputro, menegaskan bahwa seluruh pemain sudah memberikan kemampuan terbaik sepanjang laga. “Semua pemain sudah memberikan upaya terbaik untuk tim,” tuturnya dalam sesi jumpa pers.

Kekalahan ini membuat Malut United tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan 46 poin, sekaligus keluar dari empat besar setelah Bhayangkara FC meraih kemenangan atas PSM Makassar. Dengan enam laga tersisa, persaingan menuju papan atas semakin ketat.

Malut United selanjutnya akan menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-29 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Kamis (23/4/2026) malam. Laga tersebut menjadi momentum penting untuk kembali ke jalur kemenangan.

Editor : Bayu Shaputra
#kontroversi VAR #Super League #Bali United #Malut United