Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Tendangan Kungfu di EPA Liga 1 U20 Picu Kecaman, Sahroni Minta Proses Hukum

Bayu Shaputra • Senin, 20 April 2026 | 17:45 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni,
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni,

 

RADARSITUBONDO.ID - Insiden kekerasan mencoreng jalannya Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 saat Bhayangkara FC U-20 berhadapan dengan Dewa United U-20 pada matchday ke-33 di Stadion Citarum, Minggu (19/4).

Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang pembinaan pemain muda itu justru diwarnai bentrokan antarpemain yang memicu sorotan luas, terutama setelah rekaman video kejadian beredar di media sosial.

Perhatian publik tertuju pada salah satu pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, yang terlihat melayangkan tendangan keras bergaya kungfu ke arah pemain lawan.

Aksi tersebut dinilai berbahaya dan jauh dari nilai sportivitas yang dijunjung dalam sepak bola. Reaksi keras pun datang dari warganet yang mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan yang tidak pantas terjadi di lapangan.

Baca Juga: Iran Murka Usai Kapal Touska Diserang AS, Siap Balas

Sorotan juga datang dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Ia mengaku kecewa dengan tindakan pemain tersebut yang dinilai sudah melampaui batas pelanggaran dalam olahraga. Menurutnya, peristiwa itu tidak bisa lagi dianggap sebagai bagian dari dinamika pertandingan.

"Tindakan yang dilakukan Fadly Alberto ini tidak bisa ditoleransi. Ini bukan lagi soal pelanggaran fair play, tapi sudah masuk kategori peka, jadi harus diusut pidananya," kata Sahroni, Senin (20/4).

Sahroni menilai adanya unsur kesengajaan dalam aksi tendangan tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian itu terjadi di luar konteks permainan, bahkan setelah pertandingan berakhir, sehingga memperkuat dugaan adanya niat untuk mencederai lawan.

Baca Juga: Soal TIU CAT Rekrutmen Koperasi Merah Putih 2026: Latihan Lengkap untuk Lolos Seleksi

“Ada unsur kesengajaan yang sangat jelas, apalagi dilakukan di luar konteks permainan dan setelah pertandingan berakhir. Kita semua bisa melihat arah dan tujuan tindakannya dan ini yang harus ditindak tegas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sahroni meminta pihak klub, Bhayangkara FC U20, untuk mengambil langkah tegas terhadap pemain yang bersangkutan. Ia menilai klub memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga disiplin dan perilaku pemainnya, termasuk memberikan sanksi berat jika terbukti melakukan pelanggaran serius.

"Maka saya minta Bhayangkara FC sangat mempertimbangkan untuk memecat yang bersangkutan. Jangan sampai kejadian seperti ini dianggap biasa. Kalau dibiarkan, sepak bola kita akan diisi kekerasan, bukan sportivitas dan hiburan. Kita harus tegas menindak berbagai aksi kekerasan di lapangan agar tidak menjadi budaya. Jadi pecat pemain, dan hukuman," tutup Sahroni.

Editor : Bayu Shaputra
#EPA Liga 1 U20 #Bhayangkara FC U20 #Dewa United U20 #Fadly Alberto #Ahmad Sahroni