RADARSITUBONDO.ID - Dunia sepak bola nasional kembali terusik insiden panas yang terjadi dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025/2026.
Laga antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026), berubah menjadi sorotan luas setelah aksi kekerasan yang dilakukan pemain muda, Fadly Alberto Hengga, viral di media sosial.
Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20 sejatinya berlangsung kompetitif sejak awal.
Namun, suasana memanas menjelang akhir laga, tepatnya setelah keputusan wasit pada menit ke-81 yang mengesahkan gol kedua Dewa United melalui Abu Thalib.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Bhayangkara yang menilai gol tersebut berada dalam posisi offside.
Baca Juga: Bank Jatim Gaspol! Serahkan Ambulans Gratis & 1.000 Bibit Pohon untuk Selamatkan Situbondo
Ketegangan yang sudah terbangun sepanjang laga memuncak saat wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Para pemain dari kedua tim terlibat keributan di lapangan. Dalam situasi yang tidak kondusif itu, tiba-tiba seorang pemain Bhayangkara berlari dan melakukan tindakan agresif di tengah kerumunan.
Sorotan utama tertuju pada aksi Fadly Alberto Hengga yang terekam kamera melayangkan tendangan bergaya kungfu ke arah punggung pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.
Tendangan tersebut membuat korban terjatuh dan harus segera mendapatkan penanganan medis di lapangan.
Tidak hanya itu, sebelum insiden yang viral tersebut terjadi, Fadly juga sempat melakukan pelanggaran keras lainnya.
Pemain bernomor punggung 24 itu terlihat lebih dulu menerjang pemain cadangan Dewa United bernomor 158, Mohamad Ridwan, yang berada di area bangku cadangan.
Di balik insiden ini, muncul dugaan adanya faktor pemicu berupa tindakan rasisme. COO Bhayangkara FC, Sumardji, mengungkapkan bahwa emosi Fadly diduga terpancing oleh perlakuan tersebut selama pertandingan berlangsung.
Meski demikian, penjelasan tersebut tidak membenarkan tindakan kekerasan yang terjadi di lapangan.
Baca Juga: Nasib 47 Relawan Terancam! Calon SPPG Besuki Geruduk DPRD, Tuntut Kepastian Rekrutmen
Sehari setelah kejadian, Fadly Alberto menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Instagram pribadinya.
"Dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20," kata Fadly.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada Rakha Nurkholis dan seluruh tim Dewa United.
"Secara khusus saya meminta maaf kepada Rakha Nurkholis dan tim Dewa United atas perbuatan bodoh saya menendang Rakha Nurkholis."
Baca Juga: Hebat! Vellencia Gunawan Juara 1 Mini Miss Global 2026, Kalahkan Model dari 7 Negara
Tak hanya kepada lawan, Fadly juga meminta maaf kepada klub dan tim nasional. Ia menyadari tindakannya telah mencoreng nama baik Timnas Indonesia U-20.
"Saya siap menerima sanksi yang setimpal atas tindakan saya," ujarnya, sembari berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran penting untuk mengendalikan emosi di masa depan.
Pihak Bhayangkara Presisi Lampung FC Youth juga menyampaikan penyesalan atas insiden tersebut.
Dalam pernyataan resmi, klub menyebut pertandingan yang awalnya berjalan kompetitif berubah menjadi tidak kondusif akibat sejumlah keputusan dan situasi di lapangan yang memicu ketegangan antar pemain.
Dampak dari insiden ini langsung terasa pada karier Fadly di level nasional. Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, memastikan bahwa pemain tersebut dicoret dari skuad Garuda Muda.
"Ya secara otomatis ya dicoret lah. Secara otomatis dicoret. Lha wong semalam saya sudah telepon Nova," tegasnya.
Baca Juga: Dari Sepi ke Ramai! Yogie Kripsian Sulap Wisata Pasir Putih Bangkit Lewat Digitalisasi
Padahal sebelumnya, Fadly masuk dalam daftar 28 pemain yang dipersiapkan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-20 di ajang Piala AFF U-19 2026. Keputusan pencoretan ini menjadi konsekuensi cepat atas tindakan indisipliner yang dilakukan.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut mengecam keras insiden tersebut. Sementara itu, Sekjen PSSI, Yunus Nusi, memastikan bahwa Komite Disiplin akan segera menggelar sidang untuk menentukan sanksi.
"Ini diminta menjadi prioritas sidang Komdis untuk segera dilaksanakan dan diputuskan," ujarnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Berpotensi Hadapi Oman dan Kuwait di FIFA Matchday Juni 2026
Fadly Alberto Hengga sendiri merupakan pemain muda kelahiran Timika, Papua Tengah, 22 Juni 2008. Di usia 17 tahun, ia dikenal sebagai winger kiri dengan kecepatan dan kelincahan yang menonjol.
Selain itu, ia juga memiliki fleksibilitas bermain sebagai striker maupun winger kanan. Namanya sempat mendapat perhatian setelah menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-17 dan disebut sebagai salah satu talenta potensial.
Editor : Bayu Shaputra