Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Direktur Ekskutif Beri Komentar Soal Wolves yang Terdegradasi dari Premier League

Bayu Shaputra • Selasa, 21 April 2026 | 12:45 WIB
Pemain Wolves. (Instagram/wolves)
Pemain Wolves. (Instagram/wolves)

 

RADARSITUBONDO.ID - Nasib Wolverhampton Wanderers akhirnya dipastikan turun kasta dari Liga Premier Inggris setelah delapan musim bertahan di kompetisi kasta tertinggi.

Kepastian itu datang bukan dari laga mereka sendiri, melainkan hasil pertandingan antara Crystal Palace melawan West Ham United yang berakhir imbang tanpa gol di Selhurst Park, Selasa dini hari WIB.

Hasil tersebut membuat Wolves tidak lagi memiliki peluang untuk mengejar perolehan poin West Ham. Hingga pekan ke-33, Wolves baru mengumpulkan 17 poin, sementara West Ham sudah mengoleksi 33 poin. Dengan lima pertandingan tersisa, selisih tersebut sudah tidak mungkin dikejar.

Baca Juga: Pemerintah Jamin Harga LPG Subsidi Tetap Stabil, Ini Penjelasan Bahlil

Situasi ini menjadi puncak dari musim sulit yang dialami Wolves. Kekalahan telak 0-3 dari Leeds United pada akhir pekan lalu semakin mempercepat kepastian mereka terdegradasi ke EFL Championship musim depan.

Sepanjang musim, performa tim asuhan Rob Edwards jauh dari konsisten. Dari 33 pertandingan, mereka hanya mampu meraih tiga kemenangan dan terpuruk di dasar klasemen.

Perjalanan Wolves musim ini juga diwarnai start buruk. Mereka membutuhkan 20 pertandingan untuk meraih kemenangan pertama, yang baru didapat saat mengalahkan West Ham pada Januari lalu. Momen tersebut terjadi setelah pergantian pelatih dari Vitor Pereira kepada Rob Edwards pada November.

Baca Juga: Crystal Palace vs West Ham Imbang, Wolves Resmi Degradasi dari Liga Inggris

Direktur eksekutif sementara klub, Nathan Shi, mengakui bahwa degradasi ini menjadi pukulan berat bagi seluruh elemen klub.

“Konfirmasi degradasi kami adalah momen sulit bagi semua orang yang terkait dengan Wolves,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa manajemen telah berupaya memperbaiki situasi sejak dirinya datang pada Desember.

“Meskipun ini adalah hasil yang sangat mengecewakan, pekerjaan telah dilakukan sejak kedatangan saya pada bulan Desember untuk memastikan kami siap merespons dengan jelas dan penuh keyakinan,” lanjutnya.

Dengan sisa laga yang ada, Wolves tetap bertekad memperbaiki posisi mereka, meskipun tidak lagi menentukan nasib di klasemen.

“Kami memahami dengan jelas apa yang perlu diperbaiki, dan fokus kami sekarang adalah memperkuat klub, membangun momentum, dan menciptakan tim yang dapat dipercaya oleh para pendukung kami. Kami tahu apa yang dibutuhkan dan akan menghadapi bulan-bulan mendatang dengan penuh tujuan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran penting suporter yang tetap setia di tengah performa buruk tim.

“Kami tahu musim ini telah menguji kesetiaan dan kesabaran Anda. Dukungan Anda, baik di kandang maupun tandang, tidak kami anggap remeh. Anda pantas mendapatkan yang lebih baik dan memberi Anda klub yang benar-benar dapat Anda banggakan adalah hal yang mendorong semua yang kami lakukan mulai saat ini,” tutupnya.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Petir Landa Sejumlah Kota Besar Indonesia Hari Ini

Secara historis, Wolves sempat menjadi kekuatan yang menjanjikan di Liga Inggris. Klub ini dikenal melahirkan sejumlah pemain berkualitas yang kemudian bersinar di klub lain.

Namun, kegagalan dalam mempertahankan kekuatan tim menjadi salah satu faktor utama penurunan performa musim ini.

Sejumlah nama penting seperti Raul Jimenez, Diogo Jota, Ruben Neves, Matheus Cunha, hingga Rayan Ait-Nouri telah dilepas ke klub lain tanpa pengganti sepadan.

Kondisi tersebut diperparah dengan kebijakan transfer yang tidak berjalan efektif. Dari sejumlah pemain yang didatangkan pada musim panas 2024, hanya Rodrigo Gomes dan Sam Johnstone yang mampu menjadi bagian reguler tim.

Sementara pemain lainnya gagal memberikan kontribusi signifikan, bahkan beberapa di antaranya dilepas kembali di tengah musim.

Baca Juga: Bank Jatim Gaspol! Serahkan Ambulans Gratis & 1.000 Bibit Pohon untuk Selamatkan Situbondo

Kekecewaan juga datang dari para suporter yang menilai manajemen tidak mampu menjaga stabilitas tim. Protes sempat terdengar di stadion Molineux pada Oktober lalu dengan teriakan, “Kalian sudah menjual timnya, sekarang jual klubnya.”

Editor : Bayu Shaputra
#wolverhampton #degradasi #Premier League