Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Ricky Kambuaya Diserang Komentar Rasis, Jawaban Menohoknya Tuai Dukungan Pemain Timnas

Bayu Shaputra • Rabu, 22 April 2026 | 07:00 WIB
Ricky Kambuaya, dalam konferensi pers jalang laga menghadapi Manila Digger FC di AFC Challenge League.
Ricky Kambuaya, dalam konferensi pers jalang laga menghadapi Manila Digger FC di AFC Challenge League.

 

RADARSITUBONDO.ID - Ricky Kambuaya akhirnya angkat suara atas gelombang komentar rasis yang menyerangnya di media sosial usai laga Dewa United kontra Persib Bandung.

Pertandingan yang berakhir imbang pada Senin (21/4) itu justru memicu reaksi tidak sportif dari sebagian warganet.

Melalui akun media sosial pribadinya, Ricky Kambuaya membuat unggahan khusus yang secara langsung menanggapi komentar bernada rasis.

Ia bahkan menampilkan akun-akun yang diduga menjadi pelaku, sebagai bentuk respons terbuka terhadap tindakan yang dinilainya sudah melampaui batas.

Baca Juga: 14 Desa di Situbondo Belum Kembalikan Dana Desa, 5 Tanpa Progres! Terancam Diberhentikan Sementara

Komentar yang diterima Kambuaya didominasi ujaran rasis dengan penggunaan kata “monyet”. Alih-alih terpancing emosi, kapten Dewa United tersebut justru memberikan balasan yang menyentil sekaligus menantang.

"Bagaimana bisa ...? Monyet bermain sepakbola dilevel profesional. Dan Bahkan sampai perwakilan membela negara yg dihuni para manusia. Masih kurang rasisnya, ayoo tambah lagi Sodaraku," tulisnya dalam unggahan di Instagram pada Selasa (21/4).

Respons Kambuaya tersebut langsung mendapat dukungan dari rekan-rekannya, baik di level klub maupun tim nasional. Rafael Struick memberikan semangat melalui kolom komentar.

"Stray strong brother," tulisnya singkat, memberi dorongan agar Kambuaya tetap tegar menghadapi situasi tersebut.

Baca Juga: Perjuangan Hadi Prianto Bangun Olahraga Dirgantara Situbondo, Dari Nol Hingga Sabet Emas Porprov Jatim 2025

Sementara itu, Kevin Diks juga menunjukkan keheranannya terhadap kejadian tersebut.

"Unbelievable," tulis bek yang merumput di Eropa itu, mengisyaratkan ketidakpercayaan atas masih terjadinya rasisme di dunia sepak bola.

Fenomena komentar rasis bukan kali pertama terjadi di kompetisi domestik musim ini. Sejumlah pemain sebelumnya juga mengeluhkan hal serupa, terutama di media sosial.

Situasi ini mencerminkan masih adanya persoalan kedewasaan dalam menyikapi hasil pertandingan maupun dinamika di lapangan.

Baca Juga: Bos Penimbun Solar Jadi DPO, 42 Ton BBM Raib! Tujuan Penjualan Masih Misteri

Tekanan emosional akibat hasil laga kerap menjadi pemicu munculnya komentar negatif. Namun, tindakan rasis jelas tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

Sepak bola seharusnya menjadi ruang sportivitas, bukan tempat untuk melampiaskan ujaran kebencian.

Editor : Bayu Shaputra
#rasisme sepak bola Indonesia #Dewa United #Ricky Kambuaya