RADARSITUBONDO.ID - Pelatih Pep Guardiola memberikan pandangannya menjelang duel Burnley kontra Manchester City pada pekan ke-34 Liga Inggris 2025-2026.
Pertandingan yang akan digelar di Turf Moor, Kamis (23/4/2026) pukul 02.00 WIB itu menjadi momen krusial bagi tim tamu dalam upaya menyalip Arsenal di puncak klasemen.
Manchester City datang dengan ambisi besar. Kemenangan atas Burnley akan membuka peluang menyamai poin Arsenal yang saat ini unggul tipis. Guardiola tidak menutup mata terhadap konsistensi rivalnya tersebut sepanjang musim ini.
Baca Juga: 14 Desa di Situbondo Belum Kembalikan Dana Desa, 5 Tanpa Progres! Terancam Diberhentikan Sementara
“(200 hari) itu menunjukkan betapa bagusnya mereka, betapa konsistennya mereka,” ujar Guardiola. “(Ini adalah) permainan untuk mencoba mendapatkan poin yang sama dengan mereka,” lanjutnya.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, tekanan dalam fase akhir musim tidak memberi ruang untuk kesalahan. Ia menegaskan timnya tidak boleh kehilangan poin, apalagi kalah, karena dampaknya bisa langsung menghapus momentum yang telah dibangun.
“Seperti yang pernah kami lakukan dengan Arsenal dan Liverpool di masa lalu, kedua tim tahu bahwa kami tidak boleh kehilangan poin atau kalah, karena akan sulit untuk bangkit kembali. Jadwalnya sangat padat. Benar-benar sulit,” tegasnya.
Guardiola juga menyoroti kondisi fisik para pemain yang mulai terkuras akibat padatnya jadwal pertandingan. Ia menilai situasi saat ini lebih menantang dibanding sebelumnya, terutama setelah rangkaian laga berat yang dijalani timnya.
“Tidak. Lebih sulit, terutama secara fisik setelah apa yang terjadi pasca Arsenal. Kami akan bertandang ke Burnley dan harus tampil sesuai dengan level yang seharusnya. Kami akan memenangkan pertandingan karena itulah yang kami butuhkan,” ucapnya.
Di tengah tuntutan tersebut, Manchester City harus menghadapi kenyataan absennya dua pilar penting di lini tengah, yakni Rodri dan Bernardo Silva yang mengalami cedera. Kehilangan keduanya diakui Guardiola sebagai kerugian besar, mengingat peran vital mereka dalam menjaga keseimbangan permainan.
“Pertandingan-pertandingan terakhir sangat penting - keduanya memiliki pengalaman, kepribadian, dan merupakan pemain yang dapat melakukan penetrasi ke samping, kiri, kanan. Mereka bukan lagi pemain muda, mereka berpengalaman dalam jenis permainan ini dan tahu bagaimana cara bermainnya,” jelasnya.
Meski demikian, Guardiola memilih untuk tidak larut dalam situasi tersebut. Ia mengingatkan bahwa timnya pernah menghadapi kondisi serupa ketika Rodri absen dalam waktu lama, namun tetap mampu menjaga performa.
“Mereka luar biasa, tetapi bukan hanya pertandingan (terakhir) ini. Kita tidak boleh lupa bahwa sudah 16 bulan tanpa Rodri. Kesuksesan bergantung pada pemain yang kita miliki,” katanya.
Baca Juga: Maling Motor Beraksi di Pinggir Sawah Dibekuk! 2 Pelaku dan 1 Penadah Diciduk Polisi
Ia juga menyoroti kontribusi pemain lain seperti Mateo Kovacic dan Nico Gonzalez yang dinilai mampu mengisi kekosongan dengan baik.
“Semuanya lebih konsisten tahun ini. Kami memiliki pemain luar biasa dalam diri Mateo Kovacic yang baru absen satu tahun dan Nico Gonzalez banyak membantu kami di saat Rodri absen sehingga kami bisa berada di posisi sekarang,” tuturnya.
Dengan situasi yang ada, laga di Turf Moor menjadi ujian mental sekaligus fisik bagi Manchester City. Guardiola menuntut anak asuhnya tampil maksimal demi menjaga asa dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.
Editor : Bayu Shaputra