RADARSITUBONDO.ID - Atmosfer panas tersaji dalam duel antara Manchester City melawan Arsenal di Stadion Etihad Stadium pada 20 April.
Laga pekan ke-33 Premier League itu tak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga aksi simbolis dari para pendukung tuan rumah.
Sejumlah suporter City terlihat membagikan botol air mineral dengan logo Arsenal. Dalam idiom bahasa Inggris, “botol” kerap dimaknai sebagai sindiran bagi tim yang gagal mempertahankan performa di momen krusial. Aksi tersebut seolah menjadi pesan tersirat di tengah ketatnya perburuan gelar musim ini.
Baca Juga: AS Perpanjang Gencatan Senjata Iran, Tekanan Militer Tetap Diperketat
Di atas lapangan, City memastikan kemenangan 2-1 atas Arsenal. Hasil tersebut membuat jarak kedua tim di papan atas semakin tipis. Arsenal masih memimpin klasemen dengan 70 poin, sementara City menguntit dengan 67 poin. Namun, The Citizens memiliki satu laga lebih sedikit, membuka peluang besar untuk membalikkan keadaan.
Dari sisi produktivitas gol, The Gunners masih unggul tipis dengan surplus 37 gol, dibandingkan City yang mencatat surplus 36 gol.
Dalam regulasi Premier League, selisih gol menjadi penentu utama ketika dua tim memiliki poin sama, bukan head-to-head. Dengan lima pertandingan tersisa, situasi ini membuat persaingan kian terbuka.
Pelatih City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa timnya belum berada di posisi teratas, namun peluang masih terbuka lebar.
“Siapa yang berada di puncak klasemen Premier League saat ini? Bukan kami, kan? Dari selisih gol, mereka lebih baik,” ucapnya. “Tetapi, tentu saja, kami masih mempunyai peluang dalam persaingan (juara Premier League) musim ini. Kami akan terus berjuang sampai akhir,” sambung juru taktik yang dikenal dengan julukan Sang Filsuf itu.
Baca Juga: Pep Guardiola Tegaskan Laga Burnley vs Manchester City Penentu Perburuan Gelar
Di sisi lain, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tetap percaya diri timnya masih memegang kendali dalam perburuan gelar. Mantan asisten Guardiola tersebut menilai tekanan justru menjadi bagian dari fase penentuan musim.
“Persaingan semakin ketat, tetapi kami tidak ingin kembali ke sisa musim ini,” ujarnya. Pernyataan itu mencerminkan keyakinan Arsenal untuk mempertahankan posisi puncak hingga akhir kompetisi.
Editor : Bayu Shaputra