RADARSITUBONDO.ID - Persaingan papan atas Super League 2025-2026 memasuki fase krusial. Persib Bandung menghadapi ancaman nyata terhadap posisi puncak klasemen jelang pekan ke-29 saat menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4/2026) malam.
Laga yang dimulai pukul 19.00 WIB itu bukan sekadar pertandingan rutin, melainkan penentu arah perebutan gelar dalam enam pekan terakhir musim ini.
Keunggulan dua poin yang dimiliki Persib atas Borneo FC Samarinda membuat situasi tetap terbuka. Selisih tipis tersebut memberi ruang bagi pesaing untuk melakukan kudeta jika Maung Bandung terpeleset, termasuk pada laga kontra Arema.
Di sisi lain, Borneo FC juga berada dalam posisi yang sama-sama tertekan karena wajib meraih kemenangan demi menjaga peluang menyalip.
Baca Juga: Gagal Lolos, Italia Diusulkan Tampil di Piala Dunia 2026 Lewat Jalur Khusus
Pelatih Persib, Bojan Hodak, melihat situasi ini dari sudut pandang berbeda. Ia menilai keunggulan yang dimiliki timnya tetap menjadi modal penting, meski belum sepenuhnya aman.
“Kami punya keunggulan dua poin. Memang tipis, tapi lebih baik kami yang unggul daripada orang lain. Jadi bagi kami, tidak ada tekanan,” ucap Hodak dalam konferensi pers jelang laga.
Hodak juga memastikan kondisi internal tim tetap kondusif setelah hasil imbang 2-2 melawan Dewa United pada pekan sebelumnya.
Pertandingan tersebut sempat menempatkan Persib dalam posisi sulit setelah tertinggal dua gol, sebelum akhirnya mampu bangkit dan menyamakan kedudukan.
Situasi itu dijadikan bahan evaluasi, khususnya dalam memperbaiki koordinasi lini belakang agar kesalahan serupa tidak terulang.
“Situasi ruang ganti bagus, semua orang bersemangat untuk menang melawan Arema nanti,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Menghadapi laga penting ini, seluruh pemain Persib dilaporkan berada dalam kondisi siap. Tren positif di kandang menjadi salah satu modal tambahan untuk menjaga konsistensi performa.
Namun, di balik kesiapan tersebut, Hodak justru menghadapi tantangan lain yang tidak kalah rumit, yakni menentukan susunan pemain utama.
Baca Juga: KPK Jadwalkan Pemeriksaan Khalid Basalamah dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Dengan total 23 pemain yang berada dalam kondisi prima dan menunjukkan performa optimal selama latihan, persaingan internal menjadi sangat ketat.
“Bagi saya, yang tersulit sekarang adalah karena saya punya 23 pemain, semuanya siap dan ingin bermain. Jadi bagi saya, tekanannya adalah memilih siapa yang harus disimpan,” tandasnya.
Di sektor depan, produktivitas gol menjadi perhatian tersendiri. Dua nama, Ramon Tanque dan Andrew Jung, tampil konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir. Keduanya diprediksi kembali menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan Arema.
“Kami punya penyerang-penyerang bagus, ini bikin saya pusing (memilih) siapa yang dipasang, karena sebelumnya Jung mencetak gol, lalu Ramon juga mencetak gol, sekarang di laga terakhir Jung kembali membuat gol lagi,” terangnya. “Jadi bagi saya tidak masalah siapa yang main, paling penting mereka mencetak gol,” tandasnya.
Editor : Bayu Shaputra