Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp39,7 Miliar di Pasar Resale

Bayu Shaputra • Sabtu, 25 April 2026 | 10:00 WIB
Trofi Piala Dunia.
Trofi Piala Dunia.

 

RADARSITUBONDO.ID - Penjualan tiket Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan setelah angka fantastis muncul di pasar penjualan ulang resmi milik FIFA.

Harga tiket final menembus level yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni hingga 2,3 juta dolar AS per lembar atau setara sekitar Rp39,7 miliar.

Lonjakan ini mencerminkan tingginya permintaan sekaligus dinamika pasar sekunder yang tidak dibatasi secara langsung oleh FIFA.

Empat tiket kategori 1 bahkan dipasarkan dengan harga masing-masing 2.299.998 dolar AS. Jika ditotal, nilai keempat tiket tersebut mencapai sekitar 9,2 juta dolar AS atau setara Rp158,7 miliar.

Tiket ini berada di tribun bawah Stadion MetLife di New Jersey, yang akan menjadi lokasi pertandingan final pada 19 Juli mendatang.

Baca Juga: Persib Gagal Menang, Persaingan Puncak Klasemen Super League Makin Ketat

FIFA memang tidak menetapkan harga jual di platform resale. Namun, organisasi tersebut tetap memperoleh keuntungan melalui skema biaya transaksi.

Dalam mekanisme yang diterapkan, FIFA mengenakan biaya sebesar 15 persen kepada pembeli dan 15 persen kepada penjual. Dengan skema tersebut, FIFA berpotensi meraup sekitar 690.000 dolar AS atau setara Rp11,9 miliar dari satu tiket yang terjual di harga tertinggi.

“FIFA telah menerapkan model penjualan tiket dan pasar sekunder yang mencerminkan praktik umum dalam acara olahraga besar,” demikian pernyataan FIFA.

“Biaya fasilitas penjualan kembali tiket sejalan dengan standar industri olahraga dan hiburan di Amerika Utara.”

FIFA juga menegaskan bahwa pendekatan harga yang digunakan mengikuti tren industri global.

“Pendekatan penetapan harga tiket variabel FIFA sejalan dengan tren industri di berbagai sektor olahraga dan hiburan. Penyesuaian harga dilakukan untuk mengoptimalkan penjualan dan kehadiran penonton serta memastikan nilai pasar yang adil untuk acara-acara tersebut.”

Baca Juga: Oknum Polisi Aniaya Ojol di Situbondo, Sudah Damai Tapi Tetap Disanksi! Status Duda Jadi Sorotan

Harga tiket final memang terus mengalami kenaikan sejak fase awal penjualan. Pada tahap pertama, tiket dilepas hingga 6.730 dolar AS atau sekitar Rp116,1 juta. Angka tersebut kemudian naik menjadi 11.000 dolar AS atau sekitar Rp189,7 juta.

Saat ini, tiket termurah di platform resale berada di kisaran 10.923 dolar AS atau sekitar Rp188,4 juta, menunjukkan bahwa harga tetap tinggi meski tidak menyentuh puncak ekstrem.

Selain harga tiket pertandingan, biaya perjalanan juga menjadi perhatian. Tarif kereta pulang-pergi dari New York menuju stadion mencapai 150 dolar AS atau sekitar Rp2,6 juta, jauh di atas tarif normal sebesar 12,90 dolar AS. Kenaikan ini memperlihatkan efek domino dari tingginya minat terhadap laga final, yang turut memengaruhi sektor transportasi.

Baca Juga: Program Vorsa UMKM Mandek! Pelaku Usaha Soroti Minim Sosialisasi Diskoperindag Situbondo

Di sisi lain, kritik mulai bermunculan. Organisasi suporter Eropa, Football Supporters Europe, telah mengajukan gugatan ke Komisi Eropa terkait prosedur pembelian tiket yang dinilai tidak transparan. Mereka menyoroti mekanisme distribusi dan harga yang dianggap menyulitkan penggemar untuk mendapatkan tiket dengan harga wajar.

Untuk turnamen ini, FIFA menyediakan sekitar tujuh juta tiket bagi pertandingan yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebutkan bahwa lebih dari lima juta tiket telah terjual hingga saat ini. Angka tersebut menunjukkan antusiasme besar publik terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Baca Juga: Jalan Kenanga Makan Korban! Dua Pelajar Terjatuh, Lubang Berbahaya Akhirnya Diperbaiki

FIFA juga menargetkan melampaui rekor penjualan tiket sebelumnya yang mencapai 3,5 juta pada edisi 1994.

Dari sisi pendapatan, organisasi ini memproyeksikan pemasukan hingga 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp189,7 triliun, menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai salah satu turnamen dengan nilai ekonomi terbesar sepanjang sejarah.

Editor : Bayu Shaputra
#Tiket Piala Dunia 2026 #fifa