Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Amerika Serikat Buka Pintu untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Berikut Syaratnya

Bayu Shaputra • Sabtu, 25 April 2026 | 11:00 WIB
Jadwal drawing Piala Dunia 2026.
Jadwal drawing Piala Dunia 2026.

 

RADARSITUBONDO.ID - Pemerintah Amerika Serikat memastikan tidak akan menghalangi keikutsertaan tim nasional Iran dalam ajang Piala Dunia FIFA 2026.

Namun, Washington menegaskan adanya batasan ketat terkait individu yang boleh memasuki wilayahnya, terutama menyangkut keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Ia menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat tetap membuka pintu bagi atlet, tetapi tidak untuk pihak lain yang memiliki relasi dengan organisasi yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris asing tersebut.

“Tidak ada pemberitahuan dari AS yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak boleh datang,” kata Rubio, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (25/4/2026).

Baca Juga: Persib Gagal Menang, Persaingan Puncak Klasemen Super League Makin Ketat

Meski demikian, Rubio memberikan penekanan tegas terkait batasan tersebut. “Masalah dengan Iran bukanlah atlet mereka. Masalahnya adalah beberapa orang lain yang ingin mereka bawa, beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan IRGC. Kita mungkin tidak bisa mengizinkan mereka masuk, tetapi bukan atletnya sendiri”.

Pemerintah AS juga mengingatkan potensi penyalahgunaan status rombongan tim. Washington tidak menginginkan adanya personel keamanan atau intelijen yang masuk dengan kedok staf pendukung. Rubio menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan ditoleransi.

“Mereka tidak bisa membawa sekelompok teroris IRGC ke negara kita dan berpura-pura menjadi jurnalis dan pelatih atletik,” tegasnya.

Baca Juga: Oknum Polisi Aniaya Ojol di Situbondo, Sudah Damai Tapi Tetap Disanksi! Status Duda Jadi Sorotan

Presiden Donald Trump turut menambahkan bahwa pemerintahannya berupaya menjaga agar dinamika politik tidak berdampak langsung terhadap para atlet yang akan berlaga.

Ia menekankan bahwa prinsip sportivitas tetap menjadi perhatian utama di tengah situasi geopolitik yang sensitif.

Ketegangan antara kedua negara sendiri masih terasa setelah insiden serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada Februari 2026. Dalam konteks tersebut, Iran sempat mengajukan permintaan kepada FIFA agar pertandingan fase grup mereka dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko dengan alasan keamanan.

Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan. FIFA bersama pemerintah AS tetap mempertahankan jadwal dan lokasi pertandingan sesuai rencana awal. Keputusan ini berarti Iran harus bersedia memainkan laga di stadion-stadion Amerika Serikat jika ingin tetap berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

Di pihak lain, pemerintah Iran menyatakan kesiapan untuk tetap mengikuti kompetisi dengan mengikuti aturan yang berlaku. Juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, memastikan bahwa persiapan tim berjalan di bawah koordinasi Kementerian Olahraga dan Pemuda.

Baca Juga: Program Vorsa UMKM Mandek! Pelaku Usaha Soroti Minim Sosialisasi Diskoperindag Situbondo

Presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj, menegaskan komitmen tersebut. “Kami sedang mempersiapkan dan membuat pengaturan untuk Piala Dunia, tetapi kami patuh pada keputusan pihak berwenang,” ujarnya.

Di tengah dinamika tersebut, muncul wacana dari utusan AS, Paolo Zampolli, yang mengusulkan agar posisi Iran digantikan oleh Italia. Ia berargumen bahwa Italia memiliki sejarah kuat di Piala Dunia dan layak tampil jika terjadi perubahan.

“Saya warga asli Italia, dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan di AS. Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan mereka,” kata Zampolli.

Baca Juga: Jalan Kenanga Makan Korban! Dua Pelajar Terjatuh, Lubang Berbahaya Akhirnya Diperbaiki

Namun, gagasan tersebut langsung ditolak oleh pemerintah Italia. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menegaskan bahwa prinsip utama dalam kompetisi tetap pada hasil kualifikasi di lapangan.

“Itu tidak pantas. Anda lolos kualifikasi di lapangan,” tegasnya.

Dengan demikian, peluang Iran untuk tetap tampil di Piala Dunia 2026 masih terbuka, selama memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh Amerika Serikat, khususnya terkait komposisi rombongan tim.

Editor : Bayu Shaputra
#Piala Dunia 2026 #iran #IRGC #Amerika Serikat