Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Oxford United Resmi Degradasi, Analisis Media Inggris Soroti Tur Indonesia

Bayu Shaputra • Minggu, 26 April 2026 | 15:00 WIB
Ole Romeny/ ig @oleromeny
Ole Romeny/ ig @oleromeny

 

RADARSITUBONDO.ID - Kiprah Oxford United di kasta kedua sepak bola Inggris harus berakhir lebih cepat dari harapan. Setelah dua musim bertahan sejak promosi melalui play-off musim 2023-2024, klub yang dimiliki Erick Thohir tersebut dipastikan turun kasta ke League One.

Kepastian degradasi itu datang pada Sabtu (25/4/2026) setelah Charlton Athletic mengalahkan Hull City dengan skor 2-1. Hasil tersebut membuat perolehan poin Oxford United tak lagi mampu mengejar batas aman di klasemen EFL Championship.

Musim ini menjadi perjalanan berat bagi Oxford United. Dari 45 pertandingan yang telah dijalani, tim hanya mampu meraih 11 kemenangan dan mengumpulkan total 47 poin. Catatan tersebut tidak cukup untuk menjaga posisi mereka di kasta kedua.

Baca Juga: Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 Terungkap, Oman Siap Datang ke Jakarta

Menariknya, kemenangan terbesar Oxford United musim ini justru datang setelah kepastian degradasi.

Mereka mampu menundukkan Sheffield Wednesday dengan skor telak 4-1 pada hari yang sama. Namun, hasil tersebut tidak mengubah nasib tim yang sudah terlanjur terpuruk.

Oxford United pun harus menerima kenyataan turun kasta bersama Leicester City dan Sheffield Wednesday yang juga mengalami nasib serupa musim ini.

Sejumlah media Inggris kemudian mencoba mengurai penyebab kegagalan Oxford United bertahan di Championship. Salah satu sorotan datang dari Jerome Sale dari BBC Radio Oxford yang menilai masalah tim bukan disebabkan satu faktor tunggal.

Baca Juga: Iran Ajukan Solusi Perdamaian, AS Dinilai Belum Serius dalam Diplomasi

"Apa yang salah? Ini bukan satu hal besar tetapi serangkaian hal yang berkaitan," ujar Jerome Sale. "Jadwal pramusim di Indonesia yang bernasib malang dan jendela transfer musim panas yang stop dan start berkontribusi ke start pelan di mana klub tak bisa pulih."

Analisis serupa juga disampaikan Dale Ventham dari Last Word on Sports yang menyoroti tur pramusim sebagai salah satu titik awal kemunduran tim. Ia menilai keputusan mengikuti turnamen di Indonesia berdampak besar terhadap kesiapan skuad.

"Oxford United mengumumkan tur pramusim ke Indonesia, tetapi ini menjadi awal kehancuran bagi tim asuhan Gary Rowett," tulis Ventham.

"The U’s kehilangan beberapa pemain karena cedera, organisasi acara tersebut buruk, dan membuat skuad tertinggal beberapa minggu dalam hal persiapan menjelang musim baru."

Dampak dari tur tersebut langsung terasa di awal musim. Oxford United gagal meraih hasil positif dalam tiga laga pembuka liga dan sejak itu terus berada dalam tekanan di papan bawah klasemen.

"Skuad mereka kurang persiapan dan mendapati diri mereka harus mengejar ketertinggalan sejak hari pertama."

Baca Juga: Maarten Paes Clean Sheet, Ajax Tekuk NAC 2-0

Situasi semakin sulit setelah sejumlah pemain mengalami cedera, termasuk penyerang tim nasional Indonesia, Ole Romeny. Cedera yang dialami pada paruh pertama musim membuat proses adaptasinya di sepak bola Inggris terganggu.

Pelatih Gary Rowett juga mengakui bahwa tur pramusim berdampak pada kondisi tim yang harus bermain lebih cepat dari ideal. Kondisi tersebut memicu efek berantai terhadap kebugaran pemain.

"Kami terpaksa menurunkan beberapa pemain setelah kehilangan banyak pemain di Indonesia karena kami merumput terlalu dini, ada efek berantainya," tutur Rowett pada akhir Juli.

Baca Juga: WhatsApp Uji Coba Layanan Berbayar WhatsApp Plus di Eropa

Selain Romeny, beberapa pemain lain seperti Ciaron Brown, Will Vaulks, Przemyslaw Placheta, Michal Helik, dan Luke Harris juga mengalami masalah serupa setelah mengikuti agenda tersebut.

Akibat cedera itu, Romeny harus menepi cukup lama dan baru kembali bermain pada awal November. Sepanjang musim, ia hanya tampil dalam 18 pertandingan di semua kompetisi dengan total 434 menit bermain.

Dalam periode tersebut, ia belum mampu mencatatkan gol maupun assist, serta tidak pernah bermain lebih dari 66 menit dalam satu laga.

Editor : Bayu Shaputra
#Championship #League One #ole romeny #oxford united