RADARSITUBONDO.ID - Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain dan Bayern Muenchen menyajikan duel sengit penuh gol di Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB.
Laga berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan tuan rumah, namun penyerang Bayern, Harry Kane, tetap menaruh kebanggaan atas perjuangan timnya yang mampu bangkit dari situasi sulit.
Bayern sempat membuka keunggulan lebih dulu melalui Kane pada menit ke-17. Gol tersebut menjadi torehan ke-13 sang striker di Liga Champions musim ini, membuatnya hanya terpaut dua gol dari Kylian Mbappe yang masih memimpin daftar top skor. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama setelah PSG menunjukkan ketajaman lini serang mereka.
Baca Juga: PSG Tumbangkan Bayern 5-4, Semifinal Liga Champions Pecah 9 Gol
Tim tuan rumah mencetak lima gol melalui Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-24 dan 56, Joao Neves menit ke-33, serta dua gol Ousmane Dembele pada menit 45+5 dan 58. Sementara itu, Bayern sempat menyelipkan gol lewat Michael Olise pada menit ke-41 sebelum akhirnya tertinggal jauh 2-5.
Dalam situasi tertekan, Bayern menunjukkan respons cepat. Dua gol tambahan lahir dari sundulan Dayot Upamecano pada menit ke-65 dan sepakan spektakuler Luis Diaz pada menit ke-68. Skor 5-4 pun bertahan hingga akhir laga, menjaga peluang Bayern tetap terbuka menjelang leg kedua.
Usai pertandingan, Kane menilai duel tersebut memperlihatkan kualitas tinggi dari kedua tim.
“Anda melihat dua tim level tinggi di sana. Terutama dalam permainan menyerang,” ujarnya.
“Kecepatan, intensitas dalam duel satu lawan satu. Dua tim papan atas saling beradu kekuatan.”
Baca Juga: Barcelona Siap Jual Kounde, Araujo, dan Balde Demi Transfer Besar Era Hansi Flick
Kane juga menyoroti sejumlah momen krusial, termasuk keputusan penalti yang dinilai kontroversial.
“Jika kita melihat gol-golnya, bola mati pada laga. Penalti itu jujur saja terlalu berat,” katanya merujuk insiden bola yang mengenai Alphonso Davies dari jarak dekat.
“Akan tetapi, kami memiliki peluang untuk memastikan pertandingan.”
Baca Juga: Carrick Bawa Manchester United Bangkit, Kursi Pelatih Permanen Makin Dekat
Meski kalah, Kane menegaskan timnya tidak kehilangan kepercayaan diri.
“Kami sangat bangga karena berhasil memperkecil kedudukan menjadi 5-4 karena tertinggal 5-2 di kandang lawan bisa menjadi situasi sangat sulit. Kami berjuang keras dan berhasil kembali ke pertandingan ini.”
Ia menilai masih ada aspek yang perlu diperbaiki sebelum leg kedua. Menurutnya, efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi salah satu kunci.
“Setiap kali meninggalkan lapangan, menang atau kalah, Anda merasa ada area yang perlu ditingkatkan,” ucapnya.
Baca Juga: Kompany Absen, Bayern München Tetap Percaya Diri Hadapi PSG di Semifinal Liga Champions
Bayern akan menjamu PSG pada leg kedua di Allianz Arena pada Kamis dini hari WIB mendatang. Kane menegaska
n bahwa secara mental, timnya menganggap agregat saat ini seperti baru tertinggal tipis. “Kami sampai di Allianz Arena. Saya tahu ada sembilan gol hari ini, tetapi pada dasarnya skornya 1-0.”
Ia menambahkan bahwa pendekatan permainan tanpa tekanan dan intensitas tinggi akan menjadi kunci.
“Kami bermain tanpa beban dan membawa intensitas sama.”
Selain itu, kekuatan fisik dalam duel satu lawan satu dinilai menjadi faktor penting.
“Kami berada dalam performa terbaik saat bermain fisik dan memenangkan duel satu lawan satu. Dari situlah peluang kami berasal hari ini. Kami perlu melakukan lebih banyak hal itu.”
Baca Juga: Andrada Mengamuk di Laga Zaragoza vs Huesca, Terancam Sanksi 12 Laga
Kane juga memprediksi leg kedua akan kembali berlangsung ketat dengan banyak momen penentu.
“Kita lihat saja. Akan ada campuran keduanya. Ada banyak momen hari ini. Mungkin akan sama minggu depan. Bermain di kandang sendiri, dengan dukungan para penggemar, semoga itu akan mendorong kami.”
Editor : Bayu Shaputra