RADARSITUBONDO.ID - Masa depan bek Timnas Indonesia Jay Idzes di level klub berpotensi memasuki babak baru. Hal itu menyusul langkah antisipatif yang mulai disiapkan US Sassuolo Calcio jelang musim 2026-2027. Klub tersebut membuka kemungkinan pergantian pelatih di tengah ketertarikan sejumlah tim terhadap sosok Fabio Grosso.
Grosso telah memimpin Sassuolo sejak pertengahan 2024. Dalam kurun waktu tersebut, ia mampu membawa perubahan signifikan. Puncaknya terjadi pada musim 2025-2026 ketika Sassuolo berhasil menjuarai Serie B sekaligus memastikan tiket promosi ke Serie A. Keberhasilan itu menjadi fondasi penting bagi perjalanan tim di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Setelah promosi, performa Sassuolo tidak mengalami penurunan drastis. Hingga memasuki pekan ke-34 Liga Italia, mereka mampu bertahan di papan tengah dengan menempati posisi ke-10 dan mengoleksi 46 poin.
Catatan ini menunjukkan konsistensi yang cukup solid, bahkan melampaui dua tim promosi lain yang justru harus berjuang di zona bawah klasemen.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat Kamis, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Peran Grosso dinilai krusial dalam menjaga stabilitas permainan tim. Ia mampu meramu skuad agar tetap kompetitif meski berstatus tim promosi. Pendekatan taktis serta kemampuannya mengelola pemain menjadi faktor penting di balik performa Sassuolo musim ini.
Namun demikian, situasi mulai berkembang ke arah yang berbeda. Ketertarikan klub lain terhadap Grosso memunculkan potensi perubahan di kursi pelatih. Sejumlah tim Serie A seperti ACF Fiorentina dan Bologna FC 1909 dikabarkan memantau situasinya untuk musim mendatang.
Kondisi tersebut membuat manajemen Sassuolo tidak tinggal diam. Klub mulai menyiapkan opsi alternatif sebagai langkah antisipasi jika harus berpisah dengan Grosso. Nama Ignazio Abate muncul sebagai kandidat utama yang dipertimbangkan.
Baca Juga: Truk KDMP Situbondo Masih Terparkir, Distribusi Dijanjikan Minggu Depan, Ada Apa?
Abate dikenal sebagai pelatih muda dengan potensi berkembang. Sebelumnya, ia menangani tim Primavera AC Milan dan menunjukkan kinerja positif di level usia muda. Dalam periode tersebut, ia memimpin tim dalam 75 pertandingan dengan hasil yang dinilai cukup menjanjikan.
Karier kepelatihannya kemudian berlanjut bersama Juve Stabia. Di klub tersebut, reputasinya semakin meningkat setelah mampu membawa tim bersaing di jalur play-off promosi. Pengalaman ini menjadi salah satu alasan Sassuolo menaruh minat serius terhadapnya.
Meski masih memiliki kontrak hingga 2027, peluang untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan Abate. Situasi ini membuka ruang negosiasi antara kedua pihak.
Sassuolo bahkan disebut telah melakukan komunikasi awal dengan Abate. Respons yang diterima dikabarkan positif. Klub juga siap mengajukan tawaran kontrak berdurasi dua tahun sebagai bagian dari rencana jangka menengah.
Salah satu pertimbangan utama dalam membidik Abate adalah kemampuannya dalam mengembangkan pemain muda. Hal ini sejalan dengan filosofi Sassuolo yang selama ini dikenal konsisten memberi kesempatan kepada talenta muda untuk berkembang. Pengalaman Abate di kompetisi junior, termasuk ajang Eropa, menjadi nilai tambah dalam proses penilaian.
Baca Juga: Persija Bidik Kemenangan atas Persib, Shayne: Kami Bisa Kalahkan Mereka
Jika nantinya bergabung, kehadiran Abate berpotensi membawa perubahan dalam strategi tim, termasuk dalam kebijakan transfer pemain. Pendekatan pengembangan jangka panjang diperkirakan akan tetap menjadi prioritas utama klub.
Bagi Jay Idzes, perubahan di kursi pelatih tentu bisa berdampak pada dinamika tim ke depan. Adaptasi terhadap gaya kepelatihan baru menjadi salah satu tantangan yang mungkin dihadapi. Namun, hal tersebut juga dapat membuka peluang baru dalam perkembangan kariernya di kompetisi elite.
Keputusan akhir terkait masa depan Grosso masih menunggu perkembangan dalam beberapa bulan ke depan. Sassuolo memilih bersikap antisipatif sembari tetap menjaga fokus pada stabilitas tim hingga akhir musim.
Editor : Bayu Shaputra