Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pelatih Irak Sebut Indonesia Dirugikan di Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026

Bayu Shaputra • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:39 WIB
Para pemain Timnas Indonesia/ ig @oleromeny
Para pemain Timnas Indonesia/ ig @oleromeny

 

RADARSITUBONDO.ID - Laga menuju Piala Dunia 2026 memang telah menuntaskan daftar 48 peserta yang akan tampil di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, dinamika babak kualifikasi masih menyisakan cerita panjang, termasuk sorotan tajam dari pelatih Timnas Irak, Graham Arnold.

Pelatih berusia 62 tahun itu mengungkapkan keganjilan dalam ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang digelar pada Oktober 2025. Dalam wawancaranya di siniar The Howie Games yang tayang di YouTube, Arnold membeberkan proses yang menurutnya tidak berjalan sesuai rencana awal.

Ia menyebut bahwa sejak awal, seluruh peserta mendapat informasi bahwa fase playoff akan berlangsung di venue netral. “Ketika saya menghadiri undian di awal kampanye bersama Australia, kami diberi tahu bahwa playoff akan diadakan di tempat netral,” ungkap Arnold.

Baca Juga: Hasil Liga Italia: Sassuolo Bungkam AC Milan, Jay Idzes Jadi Sorotan

Namun, keputusan akhir dari AFC justru berbeda. Penentuan tuan rumah diberikan kepada dua tim dengan peringkat FIFA tertinggi di grup. Situasi ini menjadi krusial karena Irak tergabung di Grup B bersama Timnas Indonesia dan Timnas Arab Saudi.

Mengacu pada ranking FIFA per 13 Juni 2025, Qatar menempati posisi ke-53, Irak ke-57, dan Arab Saudi ke-58. Secara logika, Irak dan Qatar seharusnya menjadi tuan rumah. Namun keputusan akhir justru menunjuk Arab Saudi sebagai lokasi pertandingan.

“Saya pikir itu bagus, kami akan menjadi tuan rumah, karena Qatar berada di peringkat 53, Irak 57, dan Arab Saudi 58. Namun entah bagaimana, Arab Saudi justru menjadi tuan rumah grup tersebut,” tutur Arnold.

Baca Juga: Persib Bandung Bidik Kemenangan Krusial atas PSIM di Pekan ke-31

Keputusan tersebut dinilai membawa keuntungan signifikan bagi tuan rumah. Arnold menilai faktor waktu istirahat menjadi pembeda yang cukup mencolok. Ia mencontohkan kondisi yang dialami Indonesia selama fase tersebut.

Tim Merah Putih tiba di Arab Saudi pada Senin, dengan beberapa pemain baru bergabung sehari setelahnya. Tanpa banyak waktu adaptasi, skuad langsung menghadapi laga penting melawan tuan rumah pada Rabu malam waktu setempat.

“Saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami karena situasi playoff itu benar-benar tidak adil. Mereka harus bermain di Arab Saudi dan Qatar,” ucap Arnold.

Ia juga menyoroti perbedaan waktu pemulihan antar tim. “Sementara itu, kami bermain melawan Indonesia pada Sabtu dan mengalahkan mereka. Di sisi lain, Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam atau tujuh hari, sedangkan kami harus menghadapi mereka hanya dua atau tiga hari setelah pertandingan kami melawan Indonesia,” jelasnya.

Situasi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap performa tim. Arab Saudi akhirnya keluar sebagai juara Grup B setelah bermain imbang melawan Irak, sekaligus memastikan tiket ke putaran final.

Baca Juga: Hasil Final Piala Thomas 2026: China Pertahankan Gelar, Prancis Beri Perlawanan Sengit

Irak yang finis di posisi kedua harus melanjutkan perjuangan ke babak kelima, sementara Indonesia harus mengakhiri langkahnya lebih awal. Meski demikian, Irak tetap berhasil mengamankan tempat di Piala Dunia 2026 melalui jalur playoff antarkonfederasi setelah menaklukkan Bolivia dengan skor 2-1 di partai final.

Editor : Bayu Shaputra
#Graham Arnold #Piala Dunia 2026 #Timnas Irak #timnas indonesia