RADARSITUBONDO.ID - Langkah Bayern Muenchen di Liga Champions 2025-2026 resmi terhenti di babak semifinal setelah bermain imbang 1-1 melawan Paris Saint-Germain pada leg kedua di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026).
Hasil tersebut membuat Die Roten kalah agregat 5-6 dan gagal mengamankan tiket menuju partai final kompetisi elite Eropa tersebut.
Paris Saint-Germain pun memastikan diri melangkah ke final UEFA Champions League musim ini dan akan menghadapi Arsenal di Puskas Arena, Budapest. Meski gagal membawa Bayern melaju ke laga puncak, pelatih Vincent Kompany tetap menilai timnya tampil kompetitif sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 18 Standar, Fokus Perpanjang Penjualan iPhone 17
Pelatih asal Belgia itu menepis anggapan bahwa Bayern bermain tanpa tekanan terhadap PSG. Menurut dia, penguasaan bola yang diterapkan justru mampu membatasi permainan agresif tim tamu, terutama dalam fase menyerang.
“Saya tidak setuju. Banyak hal yang dilakukan PSG dengan sangat baik adalah pressing dan ruang serang yang diciptakan para penyerang,” ujar Kompany sebagaimana dikutip dari BBC Sport.
Kompany menilai Bayern sebenarnya mampu beberapa kali masuk ke area berbahaya. Namun, solidnya pertahanan PSG membuat peluang-peluang yang tercipta gagal dimaksimalkan menjadi gol tambahan.
Baca Juga: Detik-Detik Pohon Palem Raksasa Tumbang di Dawuhan, Nyaris Hantam Warung dan Tutup Akses Jalan!
“Saya rasa bagian dari rencana permainan mereka tidak dapat dieksekusi dengan baik karena kami bermain bagus dalam penguasaan bola,” ungkapnya.
“Kami berada di banyak posisi berbahaya, tetapi tepat pada saat kami akan melakukan umpan silang atau memainkan bola terakhir, PSG bertahan dengan sangat baik.”
Menurut mantan kapten Manchester City tersebut, pertandingan berjalan ketat hingga menit-menit akhir. Ia juga menyinggung sejumlah keputusan wasit yang memicu perdebatan selama laga berlangsung.
“Butuh waktu lama bagi kami. Skor menjadi 1-1. Tentu saja, kita harus menyebutkan keputusan-keputusan yang diambil,” lanjut Kompany.
Baca Juga: Pelajar SMP Nekat Curi Motor Dinsos, Diciduk Massa! Berakhir Damai, Tapi Wajib Lapor
Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah dugaan handball yang melibatkan pemain Bayern, Konrad Laimer. Kompany mengaku memiliki pandangan berbeda terkait keputusan tersebut.
“Sebagai sebuah tim, Anda selalu harus bertanggung jawab, baik menang maupun kalah. Kami memiliki pendapat yang sangat berbeda tentang keputusan handball,” tegasnya.
“Tampaknya Konrad Laimer dianggap menyentuh bola dengan tangannya, tetapi saya tidak melihat gambar yang menunjukkannya.”
“Mungkin ada, tetapi saya tidak melihatnya. Jika Anda melihat tim yang jelas lebih baik, Anda memiliki penglihatan yang lebih tajam daripada saya,” sambung pelatih berusia 40 tahun itu.
Baca Juga: 5 CJH Situbondo Batal Berangkat! Satu Meninggal, Empat Mundur Mendadak karena Sakit
Meski menyampaikan kritik terhadap keputusan pertandingan, Kompany tetap memberikan penghormatan kepada PSG yang berhasil lolos ke final. Ia menilai duel semifinal berlangsung seimbang dan ditentukan oleh detail kecil di lapangan.
“Jika kami memenangkan pertandingan ini, pertanyaannya adalah PSG tidak melakukan semua yang biasanya mereka lakukan.”
“Ada beberapa keputusan yang tidak kami sukai. Tapi kami sangat menghormati PSG dan mengucapkan selamat,” tambahnya.
Kompany juga menegaskan bahwa hasil akhir tidak sepenuhnya menggambarkan keseimbangan permainan kedua tim sepanjang dua leg semifinal. Menurutnya, Bayern dan PSG sama-sama tampil ngotot demi mengamankan tempat di final Liga Champions.
“Saya melihat dua tim yang seimbang berjuang sekeras mungkin. Keputusan wasit ini tidak dapat menentukan hasilnya,” pungkas Vincent Kompany.
Editor : Bayu Shaputra