RADARSITUBONDO.ID - Harapan Persipura Jayapura untuk kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pupus setelah kalah dari Adhyaksa FC dalam laga playoff promosi Liga 2 2025-2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5), justru berakhir dengan kericuhan yang mencoreng jalannya pertandingan.
Duel penentuan tiket terakhir promosi tersebut dimenangkan Adhyaksa FC dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak penyerang asing Adhyaksa FC, Adilson Silva, pada masa injury time babak pertama.
Baca Juga: Welber Jardim Gabung Timnas Indonesia U-19 pada 17 Mei, Nova Arianto Fokus Persiapan ASEAN U-19 2026
Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal. Persipura yang tampil di hadapan pendukung sendiri berusaha mengejar ketertinggalan sepanjang babak kedua, namun gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang didapat.
Kekalahan itu memastikan tim berjuluk Mutiara Hitam gagal merealisasikan target promosi ke Liga 1. Situasi tersebut memicu kekecewaan besar dari sebagian suporter tuan rumah yang hadir di stadion.
Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, suasana di Stadion Lukas Enembe berubah tidak kondusif. Sejumlah oknum suporter meluapkan emosinya dengan merusak berbagai fasilitas stadion. Bangku pemain, perangkat VAR, hingga perlengkapan milik jurnalis yang berada di sekitar lapangan dilaporkan ikut menjadi sasaran amukan massa.
Baca Juga: Petani Situbondo Pakai Limbah Dapur Jadi Pupuk, Hasil Padi Disebut Naik Drastis
Kericuhan membuat aparat keamanan harus bergerak cepat untuk mengamankan pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan. Para pemain serta tim ofisial Adhyaksa FC langsung dievakuasi menuju area aman di dalam stadion untuk menghindari situasi yang semakin memanas.
Akses keluar-masuk stadion sempat tertutup karena massa bertahan di sekitar area pertandingan. Akibatnya, proses evakuasi perangkat pertandingan berjalan cukup lama. Wasit utama asal Uzbekistan, Asker Nadjfaliev, dilaporkan masih tertahan di dalam fasilitas stadion hingga malam hari karena kondisi keamanan belum memungkinkan.
Ketegangan tidak hanya terjadi di dalam stadion. Berdasarkan laporan di lokasi, kericuhan juga meluas ke area luar Stadion Lukas Enembe. Massa disebut melakukan pelemparan terhadap aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi pertandingan.
Selain itu, sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan dan dibakar. Hingga sekitar pukul 21.00 WIT, sedikitnya dua unit mobil hangus terbakar dalam insiden tersebut.
Seorang anggota kepolisian juga dilaporkan mengalami luka akibat terkena lemparan batu saat berupaya mengendalikan situasi.
Kemarahan suporter disebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap sejumlah keputusan wasit selama pertandingan berlangsung. Beberapa keputusan dianggap merugikan Persipura, termasuk pengesahan gol Adhyaksa FC yang dinilai sebagian suporter berada dalam posisi offside.
Baca Juga: Modus Kasih Rokok Berujung Bawa Kabur PCX Rp41 Juta, Wajah Pelaku Sempat Difoto Korban
Jurnalis di lokasi, Findi Rakmeni, menyebut ketegangan mulai meningkat setelah gol Adilson Silva disahkan oleh wasit.
"Massa ini kecewa dengan beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan tim Persipura, tadi massa kecewa dengan salah satunya gol dari Adilson Silva ini dianggap offside," kata Findi Rakmeni.
Selain mempersoalkan gol tersebut, suporter juga menilai ada beberapa pelanggaran yang seharusnya berbuah penalti untuk Persipura namun tidak diberikan oleh wasit.
Situasi keamanan yang terus memanas membuat aparat kepolisian menambah kekuatan pengamanan di sekitar stadion. Polda Papua dilaporkan mengerahkan ratusan personel Brimob untuk membantu mengendalikan keadaan dan mencegah kericuhan meluas.
Editor : Bayu Shaputra