RADARSITUBONDO.ID - Situasi internal Real Madrid kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai keributan yang melibatkan Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde.
Insiden tersebut disebut terjadi di ruang ganti tim pada Kamis (7/5/2026) dan menambah panjang daftar persoalan yang sedang dihadapi Los Blancos pada penghujung musim ini.
Hubungan antarpemain di skuad Real Madrid disebut sedang tidak kondusif dalam beberapa waktu terakhir.
Ketegangan yang muncul akibat hasil tim yang tidak stabil dikabarkan memicu sejumlah konflik internal, termasuk perselisihan terbaru antara Tchouameni dan Valverde.
Baca Juga: Welber Jardim Gabung Timnas Indonesia U-19 pada 17 Mei, Nova Arianto Fokus Persiapan ASEAN U-19 2026
Dalam laporan yang beredar, gelandang asal Prancis itu disebut terlibat adu mulut dengan Valverde sebelum situasi berubah menjadi keributan fisik. Tchouameni bahkan dilaporkan sempat memukul rekan setimnya tersebut hingga terjatuh dan membentur meja di ruang ganti.
Real Madrid bergerak cepat merespons kejadian tersebut. Manajemen klub langsung menjatuhkan sanksi kepada kedua pemain sebagai bentuk tindakan disiplin. Tchouameni dan Valverde masing-masing dikenai denda sebesar 500 ribu euro atau sekitar Rp 10 miliar.
Tak lama setelah kabar itu mencuat, Tchouameni akhirnya buka suara melalui media sosial pribadinya. Pemain berusia 26 tahun tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada rekan setim, staf klub, hingga para pendukung Real Madrid atas insiden yang terjadi.
“Apa yang terjadi minggu ini dalam latihan tidak bisa diterima - saya mengatakan ini sambil memikirkan contoh yang diharapkan dari kita untuk diberikan kepada kaum muda, baik dalam sepak bola maupun di sekolah. Tidak peduli siapa yang benar atau salah, kita harus selalu mencari solusi paling tenang untuk menyelesaikan konflik,” tulis Tchouameni.
Baca Juga: Petani Situbondo Pakai Limbah Dapur Jadi Pupuk, Hasil Padi Disebut Naik Drastis
Ia mengakui tindakan yang terjadi telah mencoreng citra klub dan membuat banyak pihak kecewa. Menurutnya, tekanan dan frustrasi akibat musim yang sulit tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan emosional di dalam tim.
“Saya menyesali citra yang telah kami proyeksikan tentang klub. Saya sadar para penggemar, staf, dan rekan-rekan setim saya sangat kecewa dengan musim yang telah kami jalani, tetapi frustrasi seharusnya tidak membenarkan segalanya,” lanjutnya.
Baca Juga: Modus Kasih Rokok Berujung Bawa Kabur PCX Rp41 Juta, Wajah Pelaku Sempat Difoto Korban
Tchouameni juga menegaskan dirinya menerima keputusan klub terkait hukuman yang diberikan. Ia memilih tidak memperpanjang polemik mengenai siapa yang memulai keributan tersebut dan berharap situasi bisa segera mereda.
“Bagaimanapun, ini bukan saatnya untuk membahas siapa yang melakukan apa atau siapa yang mengatakan apa, siapa yang benar dan siapa yang salah. Saya menerima sanksi klub dan meminta maaf kepada para penggemar dan rekan-rekan setim saya,” ujarnya.
Baca Juga: Komisi III DPRD Situbondo Temukan Kejanggalan Limbah PT Kanaka, Pengolahan Disebut Belum Maksimal
Insiden ini turut berdampak pada persiapan Real Madrid menghadapi laga penting kontra Barcelona dalam El Clasico akhir pekan ini. Federico Valverde dilaporkan mengalami cedera kepala akibat benturan saat insiden terjadi dan dipastikan absen pada pertandingan tersebut.
Sementara itu, Tchouameni tidak mendapat hukuman larangan bermain dan masih berpeluang tampil menghadapi Barcelona. Kehadirannya diperkirakan tetap dibutuhkan di lini tengah Real Madrid yang sedang berupaya menutup musim dengan hasil positif.
Editor : Bayu Shaputra