RADARSITUBONDO.ID - Pelatih Garudayaksa FC Widodo Cahyono Putro mengungkap faktor utama di balik keberhasilan timnya menjuarai Championship Liga 2 2025-2026.
Menurut dia, kesiapan mental serta latihan teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi penentu kemenangan dalam laga final menghadapi PSS Sleman.
Garudayaksa FC memastikan diri menjadi kampiun kasta kedua sepak bola nasional setelah mengalahkan PSS Sleman melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026). Pertandingan berlangsung ketat setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
Baca Juga: Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Bertemu Raja Terakhir di Match Pertama
Widodo mengakui dirinya sudah memperkirakan sejak awal bahwa pertandingan final tidak akan berjalan mudah. Karena itu, ia menyiapkan para pemain menghadapi kemungkinan laga ditentukan melalui adu penalti.
“Saya pribadi sudah memprediksi di partai final ini tidak mudah. Dan bahkan akan terjadi penalti,” kata Widodo, Minggu (10/5/2026).
Mantan striker tim nasional Indonesia tersebut menjelaskan bahwa latihan penalti selalu menjadi bagian penting dalam setiap sesi latihan tim.
Ia bahkan secara langsung ikut mengambil tendangan penalti bersama para pemain demi membangun kebiasaan dan rasa percaya diri.
“Makanya setiap latihan begitu saya datang, setiap selesai latihan saya penalti. Saya menendang penalti,” ujarnya.
Baca Juga: Hector Souto Bangga Timnas Futsal Indonesia Naik ke Ranking 14 Dunia FIFA
Persiapan tersebut terbukti memberikan dampak besar saat pertandingan memasuki babak adu penalti. Meski eksekutor pertama Garudayaksa FC, Everton, gagal menjalankan tugasnya, empat penendang berikutnya mampu tampil tenang dan sukses mencetak gol.
Sebaliknya, dua pemain PSS Sleman, Kevin Gomes dan Gustavo Tocantins, gagal mencetak gol setelah tendangan mereka mampu dihentikan penjaga gawang Yoewanto Beny.
Penampilan kiper Garudayaksa FC itu menjadi salah satu faktor penting yang memastikan kemenangan tim tamu di partai final.
“Terbukti tadi pemain enjoy ya menendang penalti. Jadi sudah dipersiapkan,” tambah Widodo.
Baca Juga: Fede Valverde Terancam Sanksi Lebih Berat Usai Berkelahi dengan Tchouameni
Di tengah tingginya tensi pertandingan final, pelatih berusia 55 tahun tersebut tetap menekankan pentingnya sportivitas dan persaudaraan dalam sepak bola. Menurut dia, kemenangan bukan satu-satunya hal utama dalam pertandingan.
“Tentunya sangat gembira bagi kami. Tapi ini kita juga sama untuk PSS juga, kita juara bersama,” ungkapnya.
Baca Juga: Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Pemain Disebut Ejek Alvaro Arbeloa dengan Julukan “Cone”
Widodo menilai sepak bola harus menjadi sarana mempererat hubungan antarklub dan antarpemain. Ia berharap rivalitas di lapangan tetap diiringi semangat membangun sepak bola nasional secara bersama-sama.
“Saya kira itu karena yang terutama itu di dalam sepak bola itu bukan kalah menangnya tetapi kita menjadi saudara,” katanya.
Baca Juga: Arne Slot Sebut Liverpool Masuki Fase Transisi usai Mohamed Salah dan Robertson Pergi
Pelatih kelahiran Cilacap itu juga berharap pencapaian Garudayaksa FC dan perjalanan PSS Sleman musim ini bisa menjadi modal untuk berkembang lebih baik pada masa mendatang.
“Karena dimana kita membangun sepak bola disitu ada persaudaraan. Supaya sepak bola kita tambah maju. Tentunya ke depan mudah-mudahan Garudayaksa dan PSS juga bisa berkembang lebih baik,” imbuhnya.
Keberhasilan menjuarai Championship Liga 2 otomatis membawa Garudayaksa FC promosi ke Super League musim depan. Namun terkait komposisi pemain dan rencana pembentukan skuad menghadapi kompetisi kasta tertinggi, Widodo mengaku masih akan membicarakannya bersama manajemen klub.
“Jadi saya belum tahu ke depannya. Kalau pondasi sih paling ya nanti terserah manajemen lah,” ucapnya.
“Kalau lanjutannya bagaimana ya nanti kita akan bicarakan lagi,” tutup Widodo Cahyono Putro.
Editor : Bayu Shaputra