RADARSITUBONDO.ID - Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengingatkan bahwa sepak bola Indonesia masih berada dalam pengawasan FIFA menyusul sejumlah insiden yang terjadi pada akhir kompetisi Championship Liga 2 musim 2025-2026.
Peringatan tersebut muncul setelah terjadi aksi penyalaan flare secara masif dalam laga final Championship Liga 2 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026).
Pertandingan final mempertemukan Garudayaksa FC melawan PSS Sleman. Laga berlangsung ketat hingga babak tambahan waktu dan berakhir imbang 2-2 sebelum Garudayaksa FC memastikan kemenangan melalui adu penalti dengan skor 4-3.
Baca Juga: Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Bertemu Raja Terakhir di Match Pertama
Usai pertandingan, suasana stadion diwarnai pesta flare dari tribune penonton. Kondisi itu kembali memunculkan perhatian terkait keamanan dan ketertiban pertandingan sepak bola nasional, terutama karena Indonesia masih berada dalam pemantauan federasi sepak bola dunia pasca tragedi besar yang terjadi pada Oktober 2022.
Yunus Nusi meminta seluruh suporter di Indonesia dapat bersikap lebih dewasa dalam menerima hasil pertandingan, baik kemenangan maupun kekalahan. Ia berharap berbagai reaksi yang berpotensi mengganggu keamanan tidak kembali terulang dalam kompetisi mendatang.
"Dan ada reaksi setelah pertandingan, kita juga berharap semoga ini tidak terulang lagi," ujar Yunus.
Baca Juga: Hector Souto Bangga Timnas Futsal Indonesia Naik ke Ranking 14 Dunia FIFA
Menurut dia, suporter memiliki peran penting dalam menjaga citra sepak bola nasional di mata dunia. Karena itu, sikap sportivitas dan dukungan yang elegan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembenahan sepak bola Indonesia.
"Dan tentu juga perlahan-lahan kita berharap kawan-kawan suporter untuk selalu dewasa menerima kemenangan, kekalahan, dan kemudian meluapkan kemenangan dan atau kekalahannya," lanjutnya.
Ia kembali menegaskan bahwa status pengawasan FIFA terhadap Indonesia masih menjadi perhatian serius PSSI. Karena itu, seluruh elemen sepak bola nasional diminta ikut menjaga iklim kompetisi tetap kondusif.
"Kita ingat masih dalam pengawasan FIFA, kita berharap sepak bola ke depan berjalan dengan baik tentu tidak terlepas dari sportivitas, elegan yang diberikan oleh suporter masing-masing klub kepada sepak bola Indonesia dan atau kepada timnya," tambah Yunus.
Selain insiden flare di Sleman, sepak bola nasional juga diguncang kerusuhan di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026). Kericuhan terjadi setelah Persipura Jayapura dipastikan gagal promosi ke kasta tertinggi usai kalah 0-1 dari Adhyaksa FC.
Kekecewaan suporter Persipura memicu aksi anarkis. Ribuan pendukung masuk ke lapangan, merusak sejumlah fasilitas stadion, hingga melakukan pembakaran kendaraan di area sekitar venue pertandingan. Insiden tersebut menjadi salah satu catatan serius dalam penutupan kompetisi Championship Liga 2 musim ini.
Baca Juga: Fede Valverde Terancam Sanksi Lebih Berat Usai Berkelahi dengan Tchouameni
PSSI menyebut kejadian di Jayapura menjadi bahan evaluasi penting bersama operator kompetisi. Federasi juga menegaskan bahwa aturan larangan suporter tandang masih tetap diberlakukan hingga saat ini.
Yunus mengatakan PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kemungkinan dibukanya kembali skema home dan away bagi pendukung tim tamu pada musim mendatang.
"Kita lihat perkembangannya seperti apa, LIB juga menyampaikan laporan kepada PSSI dan tentu Ketua Umum, Eksekutif Komite akan mengkaji itu apakah layak atau tidak untuk dibuka home dan away untuk suporter," jelasnya.
Baca Juga: Cedera Ferland Mendy Semakin Serius, Bek Real Madrid Pertimbangkan Pensiun Dini
Meski kompetisi musim ini ditutup dengan sejumlah insiden keamanan, PSSI tetap mengapresiasi jalannya Championship Liga 2 yang dinilai dapat diselesaikan hingga akhir musim.
"Dan kita bersyukur setidaknya berjalan semua dengan lancar walaupun terjadi hal yang tidak kita inginkan di Jayapura dan tentu itu juga menjadi bahan evaluasi kita bersama-sama," ucap Yunus.
" Tetapi secara keseluruhan kita bersyukur Championship berjalan dengan lancar dan tentu kita akan pelihara ini, kita akan rawat ini," tutupnya.
Editor : Bayu Shaputra