RADARSITUBONDO.ID - Kontroversi muncul dalam parade juara Inter Milan setelah penyerang asal Prancis, Marcus Thuram, menjadi sorotan akibat membawa spanduk bernada ejekan terhadap rival sekota, AC Milan.
Aksi tersebut kini berbuntut serius setelah Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC dilaporkan membuka penyelidikan resmi.
Baca Juga: Timnas Brasil Bidik Gelar Piala Dunia 2026, Ancelotti: Kami Bisa Menang
Perayaan gelar yang semestinya menjadi momen sukacita bagi Inter berubah menjadi perhatian publik Italia. Thuram terlihat memegang dua spanduk saat parade juara yang digelar menggunakan bus terbuka pada Minggu (18/5/2026).
“Kejaksaan Federal FIGC telah membuka penyelidikan terkait dua spanduk yang diperlihatkan penyerang Marcus Thuram dari atas bus terbuka yang digunakan Inter Milan untuk parade perayaan gelar juara di kota kemarin,” tulis Tuttomercatoweb, Senin (18/5/2026).
Parade tersebut menjadi bagian dari perayaan besar Inter Milan setelah menutup musim dengan gelar Liga Italia 2025-2026 serta trofi Coppa Italia.
Ribuan pendukung Nerazzurri memadati jalanan Kota Milan untuk menyambut rombongan tim yang bergerak dari Stadion San Siro menuju Piazza Duomo.
Perjalanan parade berlangsung meriah hingga malam hari. Namun, perhatian publik kemudian tertuju pada aksi Thuram yang dianggap melewati batas rivalitas sepak bola.
Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Kecam Israel Tahan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza
Salah satu spanduk yang dibawanya menampilkan gambar tikus dengan dominasi warna merah dan hitam yang identik dengan AC Milan. Spanduk lainnya memuat tulisan vulgar yang menyindir dua kemenangan Milan atas Inter dalam derby musim ini.
Inter memang gagal mengalahkan Milan dalam dua pertemuan Serie A musim 2025-2026. Nerazzurri menelan dua kekalahan identik dengan skor 0-1. Meski demikian, hasil tersebut tidak menghalangi skuad asuhan Simone Inzaghi untuk merebut scudetto dan mengakhiri musim sebagai tim terbaik di Italia.
Sebaliknya, AC Milan justru menjalani musim yang jauh dari harapan. Rossoneri gagal bersaing dalam perebutan gelar dan masih berjuang mengamankan posisi empat besar klasemen demi tiket Liga Champions musim depan.
Di Italia, rivalitas Inter dan Milan memang kerap melahirkan sindiran panas, terutama setelah salah satu klub meraih trofi. Insiden serupa pernah terjadi pada 2007 ketika pemain Milan, Massimo Ambrosini, membawa spanduk bernada sindiran setelah Rossoneri menjuarai Liga Champions.
Baca Juga: Cara Unik Kapolres Situbondo Rangkul Gen Z, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie Andalkan Konten Kreatif
Kala itu, spanduk tersebut menyinggung keberhasilan Inter yang hanya meraih Coppa Italia. Aksi serupa juga sempat dilakukan penjaga gawang Milan, Mike Maignan, saat Rossoneri memenangkan scudetto pada 2022 sementara Inter menjadi kampiun Coppa Italia.
Karena adanya preseden tersebut, Thuram diperkirakan berpotensi menerima sanksi dari FIGC. Otoritas sepak bola Italia disebut tengah mendalami apakah tindakan pemain berusia 28 tahun itu melanggar kode etik olahraga dan memicu provokasi berlebihan di ruang publik.
Editor : Bayu Shaputra