RADARSITUBONDO.ID - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui persaingan di Super League 2025-2026 menjadi yang paling berat sejak dirinya menangani Maung Bandung.
Pernyataan itu disampaikan setelah Persib memastikan gelar juara usai bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026).
Dalam pertandingan penentuan tersebut, Persib tampil dominan sepanjang laga. Sejumlah peluang emas sempat tercipta melalui Adam Alis dan Andrew Jung, tetapi penyelesaian akhir membuat Maung Bandung gagal mencetak gol. Meski demikian, hasil imbang sudah cukup untuk mengantar Persib mengunci gelar juara dengan koleksi 79 poin.
Jumlah poin Persib sebenarnya sama dengan raihan Borneo FC Samarinda. Namun, tim asuhan Bojan Hodak unggul dalam rekor pertemuan sehingga berhak finis di posisi teratas klasemen akhir Super League 2025-2026.
Baca Juga: Dony Tri Pamungkas Tak Takut Regulasi U23 Dihapus, Siap Bersaing di Super League 2026/2027
Keberhasilan ini sekaligus menandai sejarah baru bagi Persib Bandung. Klub kebanggaan Jawa Barat tersebut sukses meraih gelar Liga Indonesia tiga musim beruntun untuk pertama kalinya di era modern.
Selain itu, Persib kini telah mengoleksi lima trofi Liga Indonesia dan melampaui catatan gelar milik Persipura Jayapura.
Seusai pertandingan, Bojan Hodak menilai perjalanan Persib menuju tangga juara musim ini jauh lebih berat dibanding dua musim sebelumnya. Ia menyoroti banyaknya perubahan komposisi pemain yang membuat proses membangun kekuatan tim menjadi lebih sulit.
“Ya ada banyak keberuntungan, banyak keberuntungan. Lihat, tiga musim berturut-turut, musim ini menjadi yang lebih sulit,” ujar Hodak dalam konferensi pers di Stadion GBLA.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, kondisi tim musim ini berbeda dibanding musim-musim sebelumnya yang relatif mempertahankan kerangka skuad. Besarnya pergantian pemain membuat proses adaptasi berjalan lebih panjang.
“Ketimbang musim lalu kami sekarang banyak mengubah pemain. Ada 25 pemain baru dan di dua musim sebelumnya, pada dasarnya kami memiliki tim sama,” katanya.
“Hanya ada perubahan beberapa pemain. Di musim ini, ada sangat banyak perubahan dan itu jadi lebih sulit. Jadi mungkin ada banyak keberuntungan,” lanjutnya.
Baca Juga: Daftar Harga Tiket Timnas Indonesia di GBK Juni 2026, Lawan Oman dan Mozambik
Perjalanan Persib musim ini memang berbeda dibanding musim lalu. Pada kompetisi 2024-2025, Persib sudah memastikan gelar juara saat liga masih menyisakan beberapa pertandingan. Ketika itu, Maung Bandung mengakhiri musim dengan 69 poin dan unggul cukup jauh atas pesaing terdekat.
Persib musim lalu menutup kompetisi dengan keunggulan delapan poin dari Dewa United di posisi kedua dan terpaut 12 angka dari Malut United yang finis di peringkat ketiga.
Situasi berbeda terjadi pada musim 2025-2026. Perebutan gelar berlangsung hingga pekan terakhir dengan selisih poin yang sangat ketat. Persib hanya unggul head to head dari Borneo FC di posisi kedua, sementara jarak dengan Persija Jakarta di peringkat ketiga hanya delapan poin.
Ketatnya persaingan juga terlihat dari perolehan angka musim lalu. Raihan 69 poin yang cukup membawa Persib menjadi juara pada musim 2024-2025, ternyata hanya mampu menempatkan sebuah tim di posisi keempat pada musim ini.
Editor : Bayu Shaputra