RADARSITUBONDO.ID - Nasib Tottenham Hotspur di Liga Inggris musim 2025-2026 akan ditentukan pada pekan terakhir saat menghadapi Everton di Stadion Tottenham Hotspur, Minggu (24/5/2026) pukul 22.00 WIB.
Laga tersebut menjadi pertandingan paling menentukan bagi Spurs untuk mempertahankan status mereka di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Tottenham berada dalam tekanan besar setelah menjalani musim yang jauh dari harapan. Klub yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai penghuni papan atas Premier League kini justru harus berjuang menghindari jurang degradasi.
Dalam dua musim terakhir, performa Spurs terus mengalami penurunan hingga membuat mereka terjebak di papan bawah klasemen.
Baca Juga: Dony Tri Pamungkas Tak Takut Regulasi U23 Dihapus, Siap Bersaing di Super League 2026/2027
Situasi ini sangat kontras dibanding era sebelumnya ketika Tottenham rutin bersaing dengan klub-klub elite Liga Inggris.
Spurs selama ini dikenal sebagai bagian dari kelompok “Big Six” bersama Manchester United, Manchester City, Liverpool, Arsenal, dan Chelsea. Namun dominasi tersebut perlahan memudar seiring inkonsistensi performa tim dalam beberapa musim terakhir.
Ancaman degradasi kini benar-benar berada di depan mata. Tottenham wajib mengalahkan Everton jika ingin memastikan tetap bertahan di Premier League musim depan. Posisi mereka semakin rawan karena hasil pertandingan lain juga dapat menentukan nasib klub asal London Utara tersebut.
Baca Juga: Persib Bandung Butuh Satu Poin untuk Juara, Bojan Hodak Larang Pemain Bahas Perayaan
Spurs berpotensi turun kasta apabila gagal meraih kemenangan, sementara di pertandingan lain West Ham United mampu mengalahkan Leeds United.
Kombinasi hasil itu akan membuat Tottenham harus menerima kenyataan pahit turun ke Championship untuk pertama kalinya dalam hampir lima dekade terakhir.
Jika skenario tersebut terjadi, maka musim 2025-2026 akan tercatat sebagai salah satu periode terburuk dalam sejarah modern Tottenham Hotspur. Klub tersebut terakhir kali merasakan degradasi pada musim 1976-1977 saat finis di posisi ke-22 Divisi Pertama Liga Inggris.
Baca Juga: Daftar Harga Tiket Timnas Indonesia di GBK Juni 2026, Lawan Oman dan Mozambik
Saat itu Tottenham harus turun ke Divisi Kedua sebelum akhirnya mampu bangkit dengan cepat. Pada musim 1977-1978, Spurs berhasil finis di posisi ketiga dan kembali promosi ke kasta tertinggi. Sejak saat itu, Tottenham terus bertahan di level tertinggi sepak bola Inggris, termasuk ketika era Premier League dimulai pada tahun 1992.
Musim lalu sebenarnya sudah menjadi alarm bagi Tottenham. Pada kompetisi 2024-2025, Spurs hanya mampu finis di posisi ke-17 atau satu tingkat di atas zona degradasi. Saat itu Tottenham disebut lebih fokus mengejar prestasi di Liga Europa.
Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Spurs berhasil menjadi juara Liga Europa usai mengalahkan Manchester United di partai final. Namun keberhasilan di kompetisi Eropa ternyata tidak cukup untuk memperbaiki konsistensi performa mereka di kompetisi domestik.
Perjalanan panjang Tottenham di sepak bola Inggris sebenarnya dimulai sejak akhir abad ke-19. Klub tersebut pertama kali tampil di kompetisi Liga Inggris pada musim 1896-1897 ketika masih berlaga di Southern Football League.
Setelah bertahan lebih dari satu dekade, Tottenham bergabung ke Football League Second Division pada tahun 1908. Hanya dalam waktu semusim, mereka sukses promosi ke First Division dan mulai menjadi salah satu klub yang diperhitungkan di Inggris.
Dalam sejarahnya, Tottenham tercatat sudah beberapa kali mengalami degradasi. Spurs sempat turun kasta pada tahun 1915 sebelum kompetisi dihentikan akibat Perang Dunia I. Setelah kembali ke divisi teratas, mereka kembali terdegradasi pada tahun 1928.
Tottenham kembali mengalami nasib serupa pada tahun 1935. Periode tersebut menjadi masa paling sulit bagi klub karena mereka membutuhkan waktu sangat lama untuk kembali ke kasta tertinggi. Spurs baru mampu promosi lagi setelah 15 tahun, termasuk masa ketika kompetisi sempat terhenti akibat Perang Dunia II.
Degradasi terakhir Tottenham terjadi pada tahun 1977. Setelah kembali promosi setahun kemudian, Spurs berhasil mempertahankan eksistensi mereka di kasta tertinggi hingga sekarang.
Karena itu, ancaman turun kasta musim ini menjadi perhatian besar bagi publik sepak bola Inggris.
Tottenham juga masuk dalam daftar klub dengan masa bertahan terlama di kasta tertinggi Liga Inggris. Arsenal menjadi klub dengan rekor terlama dengan 106 musim sejak 1919. Everton menyusul dengan 72 musim sejak 1954, kemudian Liverpool dengan 64 musim sejak 1962.
Manchester United berada di posisi berikutnya dengan catatan 51 musim sejak 1975. Sementara Tottenham menempati daftar tersebut dengan torehan 48 musim berturut-turut sejak kembali promosi pada tahun 1978.
Kini seluruh catatan panjang tersebut berada di ujung tanduk. Tottenham tidak memiliki pilihan lain selain meraih kemenangan atas Everton jika ingin memastikan sejarah panjang mereka di Premier League tetap berlanjut musim depan.
Editor : Bayu Shaputra