Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Persib Juara Liga Indonesia 2025-2026, Bojan Hodak Nilai Kompetisi Semakin Berkualitas

Bayu Shaputra • Senin, 25 Mei 2026 | 17:36 WIB
Bojan Hodak saat mengikuti konvoi Persib juara Super League 2025/2026. (Instagram/persib)
Bojan Hodak saat mengikuti konvoi Persib juara Super League 2025/2026. (Instagram/persib)

 

RADARSITUBONDO.ID - Persib Bandung akhirnya memastikan diri menjadi juara Super League 2025-2026 setelah melalui persaingan ketat hingga pekan terakhir kompetisi.

Maung Bandung sukses mengungguli Borneo FC Samarinda dalam perebutan gelar juara meski kedua tim sama-sama mengoleksi 79 poin di klasemen akhir.

Keberhasilan Persib ditentukan lewat keunggulan head to head atas Pesut Etam. Situasi tersebut membuat Borneo FC harus puas mengakhiri musim di posisi runner-up meski tampil konsisten sepanjang musim kompetisi.

Baca Juga: Inggris, Prancis, dan Kanada Kompak Tolak Skema PDB NATO untuk Bantu Ukraina

Pelatih Persib Bojan Hodak mengakui Borneo FC tampil luar biasa sepanjang musim. Menurutnya, tim asuhan Fabio Lefundes sebenarnya layak mendapat apresiasi tinggi karena mampu menjaga performa hingga akhir kompetisi. Namun, Hodak menilai faktor keberuntungan belum berpihak kepada klub asal Samarinda tersebut.

“Mereka tidak punya keberuntungan. Mereka punya tim yang bagus tapi tidak memiliki keberuntungan,” kata Hodak.

Persaingan menuju gelar juara musim ini memang berlangsung dramatis. Persib bersama para pendukungnya, Bobotoh, sempat dibuat tegang pada laga terakhir musim ini.

Persib gagal meraih kemenangan saat menghadapi Persijap Jepara dan hanya membawa pulang satu poin. Meski demikian, hasil tersebut tetap cukup untuk mengunci gelar juara karena unggul rekor pertemuan atas Borneo FC.

Baca Juga: Inggris, Prancis, dan Kanada Kompak Tolak Skema PDB NATO untuk Bantu Ukraina

Di sisi lain, Borneo FC justru menutup musim dengan kemenangan besar 7-1 atas Malut United. Namun tambahan tiga poin tersebut belum mampu menggeser posisi Persib di puncak klasemen.

Hodak menilai musim Super League 2025-2026 menjadi salah satu musim paling sulit sejak dirinya menangani Persib. Ia menyoroti perubahan regulasi jumlah pemain asing yang membuat kualitas persaingan liga meningkat tajam dibanding musim sebelumnya.

Menurut pelatih asal Kroasia itu, setiap tim kini memiliki kekuatan yang lebih merata karena didukung kombinasi pemain asing dan pemain lokal berkualitas. Kondisi tersebut membuat setiap pertandingan berjalan lebih kompetitif.

“Lihat, musim ini lebih sulit karena setiap tim mempunyai tujuh pemain asing di lapangan. Setiap tim kini memiliki setidaknya lima pemain lokal yang bagus,” tutur Hodak.

“Tentu saya ini membuat lebih sulit dan kualitas dari liganya berkembang jika dibandingkan musim-musim sebelumnya,” sambungnya.

Hodak kemudian membandingkan capaian poin Persib musim lalu dengan musim ini. Pada kompetisi 2024-2025, Persib mampu finis di posisi pertama dengan raihan 69 poin.

Namun pada musim ini, jumlah poin tersebut diperkirakan hanya cukup membawa sebuah tim berada di papan atas tanpa menjadi juara.

Baca Juga: Dua Jurnalis Republika dan Tujuh WNI Tiba di Indonesia Usai Ditahan Tentara Israel

Menurutnya, kondisi itu menjadi bukti bahwa persaingan di Liga Indonesia kini jauh lebih ketat dan menarik untuk disaksikan.

“Jika kami mendapatkan poin sama dengan musim lalu, kami mungkin hanya berada di peringkat empat-lima kali musim ini,” ujarnya.

“Kalian bisa lihat tiga tim teratas sangat siap jika dibandingkan tim lain. Pada akhirnya, ini lebih sulit dari musim yang sebelumnya,” lanjut Hodak.

Ia juga mengaku cukup heran melihat Borneo FC gagal menjadi juara meski berhasil mengumpulkan poin sangat tinggi di akhir musim.

“Saya rasa ini cukup aneh ketika ada tim yang mendapatkan 79 poin (Borneo FC) tetapi tidak bisa menjadi juara,” papar Hodak.

Mengenai pertandingan terakhir Borneo FC kontra Malut United, Hodak mengaku tidak mengikuti jalannya laga secara penuh. Meski begitu, ia mengetahui kondisi lawan Borneo FC yang tidak tampil dengan kekuatan terbaik.

Malut United diketahui tidak dapat menurunkan sejumlah pemain andalannya pada laga penutup musim. Situasi tersebut membuat Borneo FC tampil dominan dan menang telak.

“Kami tidak mengikutinya (laga Borneo sepanjang pertandingan), tapi sudah menduga Malut kalah karena mereka bermain tanpa 10 pemain andalannya,” sebutnya.

Editor : Bayu Shaputra
#Super League 2025-2026 #persib bandung #Bojan Hodak #borneo fc