RADARSITUBONDO - Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Turnamen edisi ke-23 ini akan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan total 104 pertandingan selama 39 hari. Yang membuat edisi ini berbeda dari sebelumnya adalah formatnya 48 tim peserta dibagi ke dalam 12 grup, masing-masing berisi empat negara.
Lebih banyak tim berarti lebih banyak kejutan. Tapi di antara 48 peserta itu, ada sejumlah tim yang datang dalam kondisi paling menyala sepanjang beberapa tahun terakhir. Inilah mereka.
Spanyol di Grup H: Favorit Teratas yang Datang Tanpa Beban
Di Piala Dunia 2026, Spanyol berada di Grup H bersama Cape Verde, Arab Saudi, dan Uruguay. Di atas kertas, ini grup yang relatif bersahabat untuk La Furia Roja dan itu justru berbahaya. Tim yang terlalu nyaman di fase grup kerap kehilangan ketajaman di babak gugur.
Namun Spanyol datang dengan modal yang luar biasa. Superkomputer Opta menempatkan Spanyol sebagai kandidat terkuat untuk meraih gelar juara dengan probabilitas 16,08 persen, berkat generasi luar biasa yang dipenuhi talenta dan bintang seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Rodri. Spanyol juga hadir sebagai juara bertahan Eropa.
Yang menarik dan jarang disorot media yakni skuad Spanyol yang diumumkan pada 25 Mei 2026 tidak menyertakan satu pun pemain dari Real Madrid. Ini sebuah keputusan mengejutkan dari pelatih Luis de la Fuente.
Namun ini juga menunjukkan bahwa De la Fuente membangun tim berbasis performa musim ini, bukan nama besar. Rodri, bek tengah andalan yang memenangkan Ballon d'Or 2024, kemungkinan kembali menjadi tokoh kunci di lini tengah bersama Pedri yang mengendalikan tempo permainan.
Selanjutnya ada Lamine Yamal si bintang muda Barcelona berusia 18 tahun, menjadikan ini Piala Dunia pertamanya. Jika tampil seperti di Euro 2024, Spanyol bukan hanya favorit di atas kertas.
Prancis di Grup I: Mesin Gol yang Haus Penebusan
Prancis berada di Grup I bersama Senegal, Irak, dan Norwegia adalah sebuah grup yang disebut banyak analis sebagai salah satu yang paling kompetitif di turnamen ini. Berbeda dari Spanyol yang mendapat grup relatif mudah, Prancis langsung diuji sejak fase grup.
Les Bleus memiliki rekor tak terkalahkan di kualifikasi dengan lima kemenangan dan satu imbang, mencetak 16 gol dan hanya kebobolan empat kali. Superkomputer Opta menempatkan Prancis sebagai kandidat terkuat kedua dengan probabilitas 12,78 persen.
Tim peringkat kedua dunia ini memiliki salah satu skuad terdalam di planet ini dan akan mencoba memberikan perpisahan sempurna kepada pelatih Didier Deschamps. Motivasi Prancis di turnamen ini sangat jelas: mereka runner-up di Qatar 2022 dan ingin menuntaskan dendam. Dengan Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Mike Maignan, Les Bleus bukan sekadar favorit, mereka adalah mesin yang sudah tahu rasa pahit kalah di final.
Norwegia di Grup I: Generasi Emas yang Akhirnya Tiba
Ini adalah cerita yang paling dinantikan di Piala Dunia 2026. Norwegia menandai kembalinya mereka ke Piala Dunia setelah absen panjang dengan rekor sempurna di babak kualifikasi dengan memuncaki grup yang berisi Italia, Israel, Estonia, dan Moldova dengan mencetak 37 gol yang luar biasa.
Tiga puluh tujuh gol di kualifikasi. Angka itu bukan kebetulan. Norwegia hadir dengan Erling Haaland sebagai ujung tombak, bersama bintang-bintang seperti Martin Odegaard dan Alexander Sorloth. Menurut model AI Opta, Norwegia memiliki peluang 3,36 persen untuk menjadi juara dunia.
Yang jarang dibahas Norwegia terakhir tampil di Piala Dunia pada 1998, sudah 28 tahun yang lalu. Generasi Haaland dan Odegaard tumbuh tanpa pernah merasakan Piala Dunia. Kelaparan kompetisi itu justru bisa menjadi bahan bakar yang berbahaya bagi lawan-lawan mereka. Tapi tantangan berat sudah menanti sejak awal karena mereka satu grup dengan Prancis dan Senegal. Lolos dari Grup I berarti Norwegia sudah melewati ujian sesungguhnya.
Argentina di Grup J: Juara Bertahan dengan Beban Messi
Juara bertahan Argentina berada di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Di atas kertas, ini grup paling ramah bagi La Albiceleste. Argentina datang dengan status juara dunia bertahan sejak Qatar 2022 dan dengan Lionel Messi yang kini berusia 38 tahun.
Tidak ada yang tahu apakah ini Piala Dunia terakhir Messi, tapi semua orang tahu bahwa Argentina akan bermain seolah-olah iya. Yang menarik untuk dicermati yakni Argentina tanpa tekanan di fase grup justru bisa menjadi pedang bermata dua.
Tim-tim Amerika Latin sering tampil terbaik ketika tertekan. Jika Grup J terlalu mudah, apakah Argentina akan cukup tajam saat bertemu tim Eropa di babak gugur?
Kolombia di Grup K: Kuda Hitam Paling Berbahaya
Kolombia tergabung di Grup K bersama Portugal, Republik Demokratik Kongo, dan Uzbekistan. Ini bukan grup mudah karena Portugal ada di sana. Tapi Kolombia datang dalam kondisi terbaik mereka dalam satu dekade terakhir.
Pelatih Nestor Lorenzo resmi mengumumkan 26 pemain skuad La Tricolor, dengan James Rodriguez sebagai kapten dan Luis Diaz dari Bayern Munich sebagai ujung tombak serangan. James, yang meraih Sepatu Emas di Brasil 2014, kini berusia 35 tahun tapi masih dipercaya memimpin tim dengan 124 caps dan 31 gol.
Kolombia kembali ke panggung global untuk ketujuh kalinya setelah absen di Qatar 2022. Nestor Lorenzo memimpin sekelompok pemain berbakat yang tampil impresif di kualifikasi Amerika Selatan.
Kolombia adalah tim yang paling sulit diprediksi. Mereka punya pemain kelas dunia, pelatih yang pragmatis, dan memori pahit yang ingin ditebus. Kombinasi itu biasanya berbahaya.
Editor : Agung Sedana