RADARSITUBONDO - Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi panggung terbesar bagi para pemain terbaik dunia. Tapi realita berkata lain. Sejumlah pemain bintang dari negara-negara unggulan dipastikan absen membela tim nasional mereka akibat cedera serius yang dialami saat berkompetisi di level klub. Yang membuat situasi ini semakin dramatis: beberapa di antaranya tengah menikmati performa terbaik dalam karier mereka sebelum cedera menghancurkan impian tampil di Piala Dunia.
Baca Juga: Cara Nonton Piala Dunia 2026 di Indonesia, Gratis di TV sampai Streaming Lewat HP
Rodrygo (Brasil): Mimpi Terbesar yang Hancur Paling Menyakitkan
Rodrygo mengalami cedera lutut serius yang mencakup robekan ACL dan meniskus, yang memaksanya absen hingga sembilan bulan. Artinya peluang tampil di Piala Dunia 2026 pun tertutup sepenuhnya.
Yang membuat kehilangan ini terasa lebih berat: Rodrygo adalah bagian dari generasi emas Brasil yang diharapkan membawa Selecao kembali menjuarai Piala Dunia untuk kali keenam. Kehilangan Rodrygo menjadi pukulan telak bagi Brasil karena ia merupakan bagian penting dari lini serang dan diharapkan menjadi salah satu pemain kunci dalam turnamen.
Ironisnya, Brasil justru membawa Neymar kembali ke skuad. Neymar resmi masuk skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 setelah pulih dari cedera berkepanjangan dan mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Carlo Ancelotti. Dua nasib berbeda dari dua generasi yang berbeda.
Baca Juga: Peluang Juara Sudah Dihitung, 5 Tim Piala Dunia Paling Banyak Dipertaruhkan di 2026
Eder Militao (Brasil): Lini Belakang Ikut Terkoyak
Brasil tidak hanya kehilangan Rodrygo di lini serang. Bek Brasil Eder Militao juga harus absen karena menjalani prosedur operasi akibat robek otot hamstring, menciptakan tantangan besar bagi strategi tim Samba di lini pertahanan.
Kehilangan dua pemain sekaligus dari posisi berbeda adalah skenario terburuk bagi Carlo Ancelotti menjelang turnamen terbesar sepanjang karier kepelatihannya bersama tim nasional.
Xavi Simons (Belanda): Kreativitas yang Hilang di Tengah Jalan
Belanda mengalami kerugian besar setelah Xavi Simons dipastikan menepi karena cedera ACL. Gelandang serang Tottenham Hotspur itu mengalami cedera saat menghadapi Wolverhampton Wanderers pada akhir April.
Simons adalah otak permainan Belanda. Dia adalah pemain yang mampu menciptakan ruang dari situasi yang terlihat buntu. Tanpanya, De Oranje kehilangan dimensi kreatif yang sulit digantikan oleh pemain mana pun.
Hugo Ekitike (Prancis): Bintang Muda yang Jatuh di Puncak Performa
Ini kisah yang paling menyedihkan di antara semua nama yang absen. Hugo Ekitike dipastikan absen di Piala Dunia 2026 setelah mengalami cedera tendon Achilles pada April lalu. Padahal penyerang Liverpool berusia 23 tahun itu sedang menikmati performa terbaik dalam kariernya.
Setelah menjalani debut internasional bersama Prancis pada September lalu, Ekitike langsung menjadi bagian penting skuad Didier Deschamps, bahkan mencetak gol kemenangan saat Prancis mengalahkan Brasil dalam laga persahabatan pada Maret lalu. Cedera tendon Achilles adalah salah satu yang paling brutal dalam sepak bola, bukan hanya karena rasa sakitnya, tapi karena waktu pemulihannya yang bisa memakan waktu hingga satu tahun penuh.
Serge Gnabry (Jerman): Piala Dunia Terakhir yang Tak Pernah Datang
Jerman dipastikan tampil tanpa Serge Gnabry yang menderita cedera adduktor. Bagi Gnabry yang kini berusia 30 tahun, ini kemungkinan besar adalah Piala Dunia terakhir yang bisa ia ikuti dan ia harus menyaksikannya dari bangku cadangan tim medis. Jerman yang sudah dua edisi berturut-turut tersingkir di fase grup kini kehilangan salah satu senjata andalannya di sisi kanan serangan.
Kaoru Mitoma (Jepang): Winger Paling Ditakuti Asia Harus Menepi
Kaoru Mitoma dipastikan absen dari skuad timnas Jepang untuk Piala Dunia 2026 setelah mengalami cedera hamstring. Pelatih Jepang Hajime Moriyasu mengumumkan daftar 26 pemain tanpa menyertakan nama winger Brighton itu.
Bagi penggemar sepak bola Asia termasuk Indonesia yang pernah merasakannya langsung di kualifikasi, nama Mitoma adalah momok tersendiri. Kehilangannya membuat Jepang harus menemukan cara baru untuk menembus pertahanan lawan dari sisi sayap.
Jadwal yang Membunuh Karier
Ada satu sudut pandang yang selalu luput dari diskusi soal cedera pemain jelang Piala Dunia. Jadwal kompetisi sepak bola modern yang sangat padat dinilai menjadi faktor utama meningkatnya risiko cedera bagi para atlet.
Musim 2025/2026 adalah salah satu musim tersibuk dalam sejarah sepak bola modern karena ada Piala Dunia Antarklub yang baru saja bergulir, ditambah Liga Champions yang diperluas, kompetisi domestik yang tidak berhenti, dan jadwal internasional yang terus dipadatkan FIFA. Para pemain bukan robot. Dan daftar panjang pemain cedera menjelang Piala Dunia 2026 ini adalah buktinya.
Editor : Agung Sedana