RADARSITUBONDO.ID - Declan Rice menikmati salah satu momen terbaik dalam kariernya setelah membantu Arsenal menutup musim dengan gelar Premier League.
Perayaan besar berlangsung usai kemenangan 2-1 atas Crystal Palace pada Minggu lalu. Namun, di tengah euforia tersebut, gelandang timnas Inggris itu ternyata masih menyimpan rasa kecewa yang mendalam terhadap nasib mantan klubnya, West Ham United.
Rice terlihat sempat meninggalkan lapangan setelah pertandingan berakhir sebelum kembali untuk memantau hasil laga lain yang menentukan nasib sejumlah klub.
Ketika mengetahui West Ham meraih kemenangan tetapi Tottenham Hotspur juga berhasil menang, ekspresi kecewa langsung tampak dari wajah pemain berusia 27 tahun tersebut.
Hasil itu memastikan West Ham gagal bertahan di Premier League dan harus turun kasta pada musim depan. Meski kini menjadi bagian penting dari skuad Arsenal, Rice rupanya belum bisa memutus hubungan emosionalnya dengan klub yang membesarkan namanya tersebut.
Baca Juga: Daftar Tanggal Merah Juni 2026, Ada Libur Nasional dan Long Weekend
Melalui unggahan di Instagram pada Selasa, Rice menyampaikan kesedihannya atas situasi yang dialami West Ham. Ia mengaku tetap memiliki kedekatan khusus dengan klub asal London Timur tersebut.
“Saya sangat sedih melihat West Ham terdegradasi,” tulis Rice.
“Sebuah klub yang sangat berarti bagi saya.”
Rice juga menegaskan bahwa perjalaan kariernya hingga berada di level tertinggi saat ini tidak lepas dari peran besar West Ham dalam membentuk dirinya sebagai pemain profesional. Karena itu, ia tetap memberikan dukungan penuh kepada mantan klubnya meski kini berseragam Arsenal.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak akan berada di posisi saya sekarang tanpa semua yang telah dilakukan klub untuk saya. Dengan demikian, saya tidak ragu mereka akan kembali ke tempat yang seharusnya di Liga Primer dalam waktu singkat. Saya akan selalu mendukung mereka.”
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons positif dari para pendukung West Ham. Banyak suporter mengapresiasi sikap Rice yang dinilai tidak melupakan klub lamanya meski telah meraih kesuksesan besar bersama Arsenal.
Baca Juga: Mengenal Houston Stadium, Arena Megah di Texas untuk Piala Dunia 2026
Rice memang dikenal sebagai salah satu pemain jebolan akademi terbaik yang pernah dimiliki West Ham dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelum pindah ke Arsenal dengan nilai transfer fantastis, ia menjadi kapten sekaligus figur penting di lini tengah The Hammers. Kedekatan emosional itu membuat banyak pendukung masih menaruh rasa hormat terhadap dirinya.
Di sisi lain, West Ham kini menghadapi tantangan besar untuk segera bangkit dari keterpurukan.
Secara kualitas skuad, mereka diprediksi masih memiliki peluang besar untuk bersaing di papan atas Championship musim depan. Namun, kompetisi kasta kedua Inggris dikenal sangat ketat dan tidak mudah dilewati.
Baca Juga: Kolesterol Naik Usai Idul Adha? Ini Langkah Aman Mengatasinya
Banyak klub besar sebelumnya mengalami kesulitan untuk kembali ke Premier League setelah terdegradasi. Leicester City menjadi salah satu contoh terbaru.
Setelah turun kasta pada musim 2024/25, mereka justru gagal bangkit dan kembali mengalami hasil buruk hingga harus turun lagi ke League One.
Situasi tersebut menjadi peringatan serius bagi West Ham agar tidak terlena dengan status sebagai mantan klub Premier League. Persaingan di Championship dipastikan berlangsung keras karena banyak tim memiliki target promosi yang sama.
Selain persoalan persaingan, West Ham juga berpotensi kehilangan sejumlah pemain penting pada bursa transfer musim panas mendatang. Kondisi itu bisa memengaruhi kekuatan tim apabila manajemen gagal mempertahankan kerangka utama skuad.
Karena itu, langkah klub dalam menyusun komposisi pemain akan sangat menentukan peluang mereka untuk segera kembali ke Premier League.
Stabilitas tim, kualitas pelatih, dan mental pemain akan menjadi faktor penting dalam menghadapi musim panjang di Championship.
Sementara itu, Rice kini hanya bisa memberikan dukungan dari kejauhan. Meski sudah meraih pencapaian besar bersama Arsenal, hubungannya dengan West Ham tampaknya belum benar-benar berakhir.
Ikatan emosional yang terbentuk selama bertahun-tahun membuatnya tetap peduli terhadap perjalanan klub tersebut.
Editor : Bayu Shaputra