RADARSITUBONDO.ID - Piala AFF U-19 2026 resmi mulai bergulir pada 1 hingga 14 Juni 2026. Timnas Indonesia U-19 langsung dihadapkan pada misi penting untuk membuka turnamen dengan hasil maksimal saat menghadapi Myanmar pada laga perdana Grup A.
Berstatus sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan, Garuda Muda memikul ekspektasi besar dalam ajang kelompok umur paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste. Seluruh pertandingan fase grup akan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan.
Baca Juga: Uruguay Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Luis Suarez Dicoret Marcelo Bielsa
Langkah awal Timnas Indonesia U-19 dimulai dengan menghadapi Myanmar pada Senin (1/6/2026). Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Sumatera Utara dan menjadi momentum penting bagi skuad asuhan Nova Arianto untuk mengamankan tiga poin pertama.
Kemenangan pada laga pembuka menjadi target utama karena dapat membuka jalan menuju babak semifinal. Persaingan di Grup A diprediksi berlangsung ketat mengingat hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke empat besar. Sementara itu, satu tiket semifinal lainnya akan diberikan kepada tim peringkat kedua terbaik dari seluruh grup.
Situasi tersebut membuat setiap pertandingan memiliki nilai yang sangat penting. Hasil positif pada laga pertama tidak hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri para pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Banyak Kota Besar
Meski pertandingan berlangsung di Medan, dukungan bagi Garuda Muda tetap dapat diberikan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pertandingan Timnas Indonesia U-19 melawan Myanmar disiarkan melalui Indosiar dan SCTV. Selain itu, pecinta sepak bola nasional juga dapat menyaksikan pertandingan melalui layanan live streaming Vidio.
Menghadapi turnamen ini, Nova Arianto membawa 23 pemain yang diproyeksikan menjadi kekuatan utama Indonesia. Komposisi tim diisi kombinasi pemain lokal dan diaspora yang telah menjalani proses seleksi serta pemusatan latihan dalam beberapa bulan terakhir.
Sebanyak enam pemain diaspora masuk dalam daftar skuad. Mereka adalah Mathew Baker dari Melbourne City, Timothy Baker yang bermain untuk Western United, Eizar Jacob dari Sydney FC, Amar Brkic yang memperkuat SV Darmstadt, Welber Jardim dari Sao Paulo, serta Zinadein Ardiansyah yang juga berkarier bersama Sydney FC.
Kehadiran para pemain tersebut menambah kedalaman skuad Indonesia di berbagai lini. Dengan materi pemain yang tersedia, Timnas Indonesia U-19 dinilai datang ke turnamen dengan kekuatan yang kompetitif untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Baca Juga: Warga Kalianget Geruduk Polres Situbondo, Ketakutan Usai Dengar 3 Kali Tembakan Saat Konflik HGU
Selain faktor kualitas pemain, keuntungan sebagai tuan rumah juga diharapkan menjadi modal tambahan bagi Garuda Muda. Dukungan langsung dari suporter di stadion diyakini mampu memberikan energi positif bagi para pemain dalam menjalani setiap pertandingan.
Sebagai juara bertahan, Indonesia tentu tidak ingin sekadar tampil sebagai peserta. Target mempertahankan gelar menjadi motivasi besar yang menyertai perjalanan tim sepanjang turnamen. Karena itu, laga melawan Myanmar menjadi ujian pertama yang harus dilewati dengan hasil maksimal.
Di bawah mistar gawang, Indonesia membawa Dafa Al Gasemi, Erdevba Aulia, dan Rendi Razzaqu. Sementara sektor pertahanan dihuni Ibra Ohorella, Putu Panji, Rafa Abdurahman, Eizar Jacob, Mathew Baker, Algazani Dwi, Radityo Raharjo, Timothy Baker, Amar Brkic, dan Fabio Azkairawan.
Untuk lini tengah, Nova Arianto mempercayakan peran kepada Evandra Florasta, Zinadein Ardiansyah, Welber Jardim, Nazriel Alvaro, serta Isfandyar Abdillah. Adapun sektor penyerangan diperkuat Irpan Abadi, Thedore Evan Leeming, Dimas Adi, Reno Salampessy, dan Arkhan Kaka.
Editor : Bayu Shaputra