RADARSITUBONDO.ID - Persib Bandung dipastikan kembali tampil di AFC Champions League Two (ACL Two) musim 2026/2027 setelah sukses menjuarai Super League 2025/2026. Keberhasilan tersebut mengantarkan tim berjuluk Pangeran Biru menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang akan bersaing di kompetisi antarklub kasta kedua Asia.
Namun, langkah Persib menuju fase utama belum terbuka sepenuhnya. Seperti pada edisi sebelumnya, Maung Bandung harus lebih dulu melewati babak play-off untuk mengamankan tiket ke putaran utama kompetisi.
Lawan yang akan dihadapi bukan nama asing bagi Persib. Klub asal Filipina, Manila Digger, kembali menjadi penghalang pertama yang harus dilewati skuad asal Kota Bandung tersebut. Pertemuan ini sekaligus menjadi ulangan duel kedua tim yang pernah terjadi pada musim sebelumnya.
Baca Juga: Mulai 1 Juni 2026, Harga Avtur di Bandara Indonesia Turun hingga 10 Persen
Manila Digger datang ke kompetisi sebagai juara Liga Filipina. Klub yang berada di bawah arahan pelatih Li Haijun itu menunjukkan performa konsisten sepanjang musim kompetisi domestik.
Dari total 26 pertandingan yang dijalani, mereka membukukan 19 kemenangan, enam kali imbang, dan hanya sekali menelan kekalahan. Catatan tersebut membawa Manila Digger mengoleksi 63 poin dan mengunci status sebagai kampiun liga.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pertandingan play-off ACL Two 2026/2027 akan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Persib mendapat keuntungan tampil sebagai tuan rumah dengan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi venue pertandingan penentuan tersebut.
“PERSIB akan kembali melanjutkan perjalanan di kompetisi Asia dengan menghadapi wakil Filipina, Manila Digger, pada laga play-off AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/27 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 12 Agustus 2026,” tulis Persib Bandung dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Uruguay Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Luis Suarez Dicoret Marcelo Bielsa
Meski berstatus sebagai tuan rumah, Persib tidak akan merasakan atmosfer penuh dukungan langsung dari Bobotoh di tribun stadion. Kondisi tersebut terjadi karena sanksi yang dijatuhkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kepada klub asal Bandung tersebut.
Sanksi itu merupakan buntut dari insiden kericuhan suporter saat Persib menjamu Ratchaburi FC pada ajang ACL Two 2025/2026 yang berlangsung pada Februari 2026. Akibatnya, pertandingan play-off nanti harus digelar tanpa kehadiran penonton.
Kendati demikian, manajemen Persib menegaskan bahwa dukungan Bobotoh tetap memiliki arti penting bagi perjuangan tim di kompetisi Asia.
“Meski pertandingan akan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion, dukungan Bobotoh tetap menjadi bagian penting dari tim perjuangan. Semangat yang selama ini mengiringi setiap langkah PERSIB tidak dibatasi oleh tribun, melainkan hidup dalam setiap doa, harapan, dan dukungan yang mengalir dari berbagai penjuru,” terang Persib Bandung.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Banyak Kota Besar
Persib memiliki modal positif menghadapi wakil Filipina tersebut. Pada pertemuan musim lalu, Marc Klok dan kawan-kawan mampu mengatasi perlawanan Manila Digger dengan kemenangan 2-1. Hasil itu menjadi langkah penting yang membawa Persib lolos ke putaran final ACL Two 2025/2026.
Meski catatan pertemuan berpihak kepada Persib, situasi saat ini tidak sepenuhnya sama. Setiap musim menghadirkan tantangan dan dinamika berbeda, termasuk perubahan yang tengah terjadi di tubuh tim. Persib saat ini memasuki era baru setelah berakhirnya masa kepemimpinan Bojan Hodak dan beralih ke tangan Igor Tolic.
Masa transisi kepelatihan tersebut menjadi salah satu aspek yang akan mendapat perhatian menjelang laga play-off. Di sisi lain, keberhasilan mempertahankan gelar juara domestik menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri tim saat menghadapi persaingan di level Asia.
Persib juga datang dengan target yang lebih tinggi dibanding musim sebelumnya. Pada edisi ACL Two 2025/2026, perjalanan Pangeran Biru harus terhenti di babak 16 besar. Pengalaman tersebut kini menjadi motivasi tambahan untuk melangkah lebih jauh dan meningkatkan prestasi di kompetisi antarklub Asia.
Editor : Bayu Shaputra