RADARSITUBONDO.ID - Aurelien Tchouameni akhirnya memberikan klarifikasi pertamanya terkait isu perselisihan dengan Federico Valverde yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan publik sepak bola Spanyol.
Gelandang asal Prancis itu menepis berbagai tuduhan yang beredar, termasuk kabar yang menyebut dirinya melakukan tindakan fisik terhadap rekan setimnya tersebut.
Isu ketegangan antara Tchouameni dan Valverde mencuat setelah muncul laporan mengenai insiden yang terjadi di kompleks latihan Real Madrid, Valdebebas, pada Kamis sore waktu setempat. Sebelumnya, hubungan keduanya disebut mulai memanas sejak sesi latihan sehari sebelumnya.
Baca Juga: Mulai 1 Juni 2026, Harga Avtur di Bandara Indonesia Turun hingga 10 Persen
Situasi tersebut dikabarkan bermula dari perdebatan yang terjadi di ruang ganti. Ketegangan antara kedua pemain disebut cukup serius hingga beberapa anggota skuad harus turun tangan untuk meredakan suasana. Hubungan yang telah memanas kemudian disebut berlanjut pada sesi latihan berikutnya.
Laporan yang beredar menyebut interaksi keduanya semakin memburuk saat menjalani latihan pada Kamis. Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah ketika Valverde dikabarkan menolak berjabat tangan dengan Tchouameni.
Kondisi itu memunculkan spekulasi mengenai adanya konflik internal yang lebih besar di dalam skuad Los Blancos.
Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan luas setelah muncul dugaan bahwa Valverde menuding Tchouameni sebagai pihak yang membocorkan informasi internal tim kepada media.
Tuduhan tersebut memperkeruh situasi dan memicu berbagai spekulasi mengenai penyebab utama keretakan hubungan keduanya.
Baca Juga: Uruguay Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Luis Suarez Dicoret Marcelo Bielsa
Di tengah ramainya pemberitaan, beredar pula kabar yang menyebut Valverde harus mendapatkan perawatan medis dan menjalani jahitan di bagian kepala setelah insiden tersebut. Namun, baik pihak pemain maupun klub tidak memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi yang sebenarnya terjadi.
Sebelum Tchouameni angkat bicara, Valverde lebih dulu memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Meski tidak menjelaskan secara detail, gelandang asal Uruguay itu membantah kabar yang menyebut dirinya menjadi korban pemukulan.
Ia memilih melihat peristiwa tersebut sebagai pengalaman yang memberikan pelajaran berharga dalam perjalanan kariernya.
Kini, Tchouameni juga menegaskan bahwa berbagai informasi yang berkembang di media tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Menurutnya, status sebagai pemain Real Madrid membuat setiap persoalan mendapatkan perhatian besar sehingga berbagai informasi mudah berkembang secara berlebihan.
"Jelas, ada kejadian yang terjadi, dan hal itu bisa terlihat dan terdengar di media."
Baca Juga: Warga Kalianget Geruduk Polres Situbondo, Ketakutan Usai Dengar 3 Kali Tembakan Saat Konflik HGU
Tchouameni menilai banyak informasi yang beredar telah mengalami pembesaran dan tidak menggambarkan situasi sebenarnya.
"Berita ini dibesar-besarkan karena bermain untuk Real Madrid, yang memicu reaksi besar. Banyak hal tidak benar yang diberitakan di pers."
Pemain berusia 26 tahun itu secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya melakukan kekerasan terhadap Valverde. Ia menegaskan tidak ada insiden pemukulan seperti yang ramai diberitakan.
"Saya membaca bahwa ada pertengkaran dan saya memukulnya... itu tidak benar. Saya tidak akan menjelaskan lebih lanjut."
Baca Juga: Warga Kalianget Geruduk Polres Situbondo, Ketakutan Usai Dengar 3 Kali Tembakan Saat Konflik HGU
Meski enggan mengungkap detail kejadian, Tchouameni memastikan bahwa pihak klub telah mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, tidak semua persoalan yang muncul di dalam ruang ganti layak menjadi konsumsi publik.
"Yang terpenting adalah klub mengetahui apa yang terjadi. Banyak hal yang terjadi di ruang ganti tidak pernah sampai ke media."
Dampak dari insiden tersebut membuat Real Madrid menjatuhkan sanksi disiplin kepada kedua pemain. Tchouameni dan Valverde dilaporkan menerima denda masing-masing sebesar 500.000 euro akibat tindakan yang dinilai melanggar aturan internal klub.
Meski demikian, Tchouameni menegaskan bahwa situasi dengan Valverde kini telah membaik. Ia menolak anggapan bahwa hubungan keduanya masih bermasalah dan menegaskan fokus utama mereka tetap sama, yakni membantu Real Madrid meraih gelar.
"Fede dan saya memiliki tujuan yang sama: memenangkan gelar bersama Real Madrid. Tidak ada masalah."
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi upaya meredam spekulasi mengenai perpecahan di dalam ruang ganti Real Madrid. Tchouameni menekankan bahwa profesionalisme tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pemain.
Ia bahkan mengaku tidak memiliki persoalan pribadi dengan Valverde saat ini. Jika keduanya berhadapan di level internasional pada ajang Piala Dunia, Tchouameni menyatakan situasi tersebut akan dipandang sebagai persaingan normal antarnegara.
"Dan jika kami bertemu di Piala Dunia, kami akan bersemangat untuk menang bersama timnas Prancis. Secara pribadi, saya tidak memiliki masalah dengan Valverde saat ini."
Baca Juga: Diduga Salah Sasaran, Oknum TNI AL di Situbondo Aniaya Pemuda 19 Tahun hingga Babak Belur
Di sisi lain, perhatian manajemen Real Madrid disebut lebih tertuju pada bocornya informasi internal klub ke ruang publik. Kebocoran tersebut dinilai menjadi persoalan yang lebih serius dibandingkan pertengkaran yang terjadi di antara pemain.
Pelatih saat itu, Alvaro Arbeloa, menilai penyebaran informasi internal menjadi hal yang paling merugikan bagi klub. Menurutnya, persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan secara internal justru berkembang menjadi konsumsi publik dan memicu polemik berkepanjangan.
Sikap serupa juga ditunjukkan Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Orang nomor satu di klub tersebut dikabarkan menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran informasi akan menghadapi konsekuensi serius.
Bagi manajemen, menjaga kerahasiaan urusan internal merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas dan profesionalisme tim.
Editor : Bayu Shaputra