RADARSITUBONDO.ID - Kemenangan besar yang diraih Brasil saat menghadapi Panama ternyata tidak sepenuhnya membuat pelatih Carlo Ancelotti merasa lega.
Meski timnya tampil dominan dan mengakhiri pertandingan dengan skor telak 6-2, pelatih asal Italia tersebut justru mengaku memiliki lebih banyak pertimbangan dalam menentukan komposisi terbaik tim menjelang Piala Dunia 2026.
Bertanding di Stadion Maracana, Brasil menunjukkan kualitasnya dengan mencetak enam gol ke gawang Panama. Vinicius Junior membuka keunggulan saat pertandingan bahkan belum genap berjalan satu menit.
Casemiro kemudian menggandakan keunggulan sebelum turun minum. Pada babak kedua, Rayan, Lucas Paqueta, Igor Thiago melalui titik penalti, dan Danilo turut mencatatkan nama mereka di papan skor.
Baca Juga: Pertamina Turunkan Harga Solar Nonsubsidi per 1 Juni 2026, Dexlite Kini Rp23.000 per Liter
Sementara itu, Panama hanya mampu membalas dua gol. Satu gol tercipta melalui gol bunuh diri Matheus Cunha, sedangkan satu gol lainnya dicetak Carlos Harvey menjelang berakhirnya pertandingan.
Laga tersebut menjadi momen penting bagi Ancelotti untuk mengukur kesiapan skuadnya menjelang turnamen terbesar dunia yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Pada babak pertama, pelatih yang akrab disapa Carletto itu menurunkan susunan pemain yang diperkirakan menjadi kerangka utama Brasil di Piala Dunia 2026.
Sejumlah nama berpengalaman seperti Alisson Becker, Alex Sandro, Gleison Bremer, Bruno Guimaraes, Casemiro, Raphinha, Vinicius Junior, hingga Matheus Cunha dipercaya tampil sejak menit awal. Brasil pun mampu mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2-1.
Baca Juga: Khvicha Kvaratskhelia Jadi Pemain Terbaik Liga Champions 2025/26, Antar PSG Pertahankan Gelar Juara
Namun, perhatian Ancelotti justru tertuju pada penampilan para pemain di babak kedua. Saat jeda pertandingan, ia melakukan perubahan besar dengan memasukkan sepuluh pemain sekaligus. Pergantian tersebut memberikan gambaran berbeda mengenai kekuatan tim yang dimilikinya.
Alih-alih mengalami penurunan performa, Brasil tetap mampu menjaga intensitas permainan dan bahkan menambah empat gol pada paruh kedua pertandingan. Kondisi itu membuat Ancelotti melihat semakin banyak opsi yang tersedia dalam skuadnya.
“Kemungkinan untuk mengubah tim dan strategi memang ada dalam pikiran saya. Saya rasa pertandingan di babak kedua justru membuat saya memiliki lebih banyak keraguan, dan itu bagus untuk saya,” ujar Ancelotti.
Baca Juga: Mulai 1 Juni 2026, Harga Avtur di Bandara Indonesia Turun hingga 10 Persen
Menurutnya, para pemain yang masuk dari bangku cadangan berhasil menunjukkan kemampuan yang tidak kalah dibandingkan pemain yang tampil sejak awal. Hal tersebut menjadi sinyal positif bagi Brasil karena persaingan internal dalam tim semakin terbuka.
“Penampilan di babak kedua penting bagi tim dan para pemain yang masuk. Mereka menunjukkan kualitas dan bahwa mereka bisa bersaing dengan pemain lain dalam daftar."
"Namun kami harus mempertimbangkan lawan, yang sedikit menurunkan intensitas permainan. Babak pertama adalah pertandingan yang berbeda, ada hal-hal yang bagus dan ada hal-hal yang harus kami perbaiki."
Baca Juga: Uruguay Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Luis Suarez Dicoret Marcelo Bielsa
Meski demikian, Ancelotti tetap menilai hasil tersebut sebagai modal berharga menjelang turnamen. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pendukung yang memenuhi stadion dan memberikan dukungan penuh kepada tim nasional.
“Ini malam yang indah bagi kami. Yang paling penting adalah berterima kasih kepada para suporter, itu adalah kepercayaan yang luar biasa. Saya tahu kami memulai pekerjaan ini dengan baik dalam beberapa hari terakhir."
"Untuk menyelesaikan pekerjaan ini dibutuhkan komitmen, sikap, dan ketangguhan agar kami bisa tampil baik,” tutur Ancelotti.
Pelatih yang pernah menangani AC Milan dan Real Madrid itu menilai kekuatan utama Brasil saat ini terletak pada kedalaman skuad. Banyak pemain memiliki karakteristik berbeda sehingga memberikan variasi taktik yang lebih luas.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuat proses pemilihan sebelas pemain terbaik menjadi semakin rumit.
Ancelotti mengakui bahwa hingga saat ini dirinya belum menentukan susunan utama yang akan diturunkan saat Brasil melakoni laga perdana Piala Dunia 2026. Hasil pertandingan melawan Panama justru menambah daftar pemain yang layak dipertimbangkan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Banyak Kota Besar
Brasil akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Maroko pada 13 Juni 2026 di Stadion MetLife, New Jersey. Tim berjuluk Canarinho tersebut tergabung di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti.
Meski waktu menuju pertandingan pertama semakin dekat, Ancelotti menegaskan bahwa proses evaluasi masih terus berjalan. Apalagi beberapa pemain penting belum bergabung bersama tim karena berbagai alasan.
“Keraguannya adalah memilih susunan pemain terbaik untuk pertandingan pertama, tetapi yang pasti kami memiliki tim yang sangat kuat. Tim ini masih belum ditentukan, masih ada pemain yang belum bergabung, seperti Marquinhos, (Gabriel) Magalhaes, (Gabriel) Martinelli, jadi daftar ini belum lengkap."
"Saya tetap berpikir bahwa saya memiliki daftar pemain yang bagus, dan kami harus mengevaluasi latihan dalam beberapa hari ini. Ada pemain yang kondisi fisiknya lebih baik, ada yang kurang baik."
Pelatih berusia 66 tahun tersebut menegaskan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah melihat perkembangan para pemain dalam sesi latihan menjelang turnamen.
“Dengan tenang, kami akan mengambil keputusan yang tepat. Satu hal yang saya yakini, akan ada 11 pemain di lapangan pada pertandingan pertama,” ucapnya.
Selain persoalan menentukan susunan pemain terbaik, Ancelotti juga mulai mempersiapkan peran bagi Neymar Jr yang masih menjadi bagian dari skuad Brasil.
Bintang berusia 34 tahun itu belum bisa tampil melawan Panama karena masih dalam proses pemulihan cedera. Meski demikian, Neymar tetap hadir mendampingi rekan-rekannya dan menjadi bagian dari persiapan tim menuju Piala Dunia.
Ancelotti mengungkapkan bahwa dirinya sudah memiliki gambaran mengenai posisi ideal bagi Neymar apabila kondisinya telah sepenuhnya pulih. Berbeda dengan peran tradisional sebagai pemain sayap, Neymar direncanakan bermain lebih sentral untuk mendukung penyerang utama.
“Dia harus bermain di posisi yang lebih ke dalam. Dia tidak bisa bermain di sisi lapangan sebagai pemain sayap. Dia akan bermain di posisi yang dimainkan Vini dan Raphinha, di salah satu dari posisi tersebut,” tutur Ancelotti.
Editor : Bayu Shaputra