Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jelang Piala Dunia 2026, Raphinha Jadi Senjata Utama Brasil Menurut Carlo Ancelotti

Bayu Shaputra • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:05 WIB
Raphinha saat bermain di laga uji coba melawan Panama. (Instagram/brasil)
Raphinha saat bermain di laga uji coba melawan Panama. (Instagram/brasil)

 

RADARSITUBONDO.ID - Persiapan Timnas Brasil menuju Piala Dunia 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Tim Samba tampil meyakinkan saat menjalani laga uji coba melawan Panama di Stadion Maracana, Senin (1/6/2026) pagi WIB.

Dalam pertandingan yang berlangsung atraktif tersebut, delapan gol tercipta sepanjang laga dengan dominasi mutlak berada di kubu Brasil.

Brasil berhasil mengamankan kemenangan besar setelah mencetak enam gol melalui Vinicius Junior, Casemiro, Rayan, Lucas Paqueta, Igor Thiago, dan Danilo.

Sementara Panama hanya mampu mencatatkan satu gol melalui Carlos Harvey, ditambah satu gol bunuh diri yang dilakukan Matheus Cunha.

Baca Juga: Sumardji Tegaskan Target Timnas Indonesia Juara ASEAN Hyundai Cup 2026

Di balik pesta gol yang ditunjukkan Brasil, perhatian justru tertuju kepada penyerang Barcelona, Raphinha. Meski tidak mencetak gol maupun menyumbang assist, penampilannya selama 45 menit di lapangan berhasil menarik perhatian pelatih Carlo Ancelotti.

Pelatih asal Italia tersebut secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas yang dimiliki Raphinha. Menurut Ancelotti, pemain berusia 29 tahun itu memiliki kemampuan luar biasa dalam memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan lawan, sebuah aspek yang dinilainya sangat penting dalam skema permainan Brasil saat ini.

“Yang saya minta darinya adalah untuk tetap dekat dengan garis pertahanan (lawan) karena saya percaya bahwa, dalam hal menyerang ruang di belakang, dia adalah yang terbaik di dunia," kata Ancelotti dalam konferensi pers.

Baca Juga: Daftar Lengkap Harga Aneka Sembako 6 Juni 2026, Harga Orisinil dari Produsen

Ancelotti menjelaskan bahwa instruksi tersebut bukan sekadar strategi sesaat, melainkan bagian dari pendekatan taktik yang dirancang untuk membuka ruang dan menciptakan peluang bagi pemain lain. Kecepatan, pergerakan tanpa bola, serta kemampuan membaca situasi membuat Raphinha dinilai sangat efektif menjalankan peran tersebut.

Meski demikian, mantan pelatih Real Madrid itu tidak membatasi kreativitas sang pemain ketika Brasil menguasai bola. Ia tetap memberikan kebebasan kepada Raphinha untuk bergerak sesuai kebutuhan tim di area serangan.

"Saya pikir berada dekat dengan garis pertahanan untuk menyerang dari belakang lebih penting, tetapi saya tidak akan pernah memberi tahu Raphinha di mana dia harus bermain ketika kami menguasai bola,” sambungnya.

Pujian dari Ancelotti tidak datang tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, performa Raphinha menunjukkan tingkat konsistensi yang tinggi baik bersama klub maupun tim nasional. Bersama Barcelona, ia berkembang menjadi salah satu pemain paling penting dalam skema permainan yang diterapkan Hansi Flick.

Baca Juga: Tak Masuk Skuad Timnas Indonesia Juni 2026, Eliano dan Jordi Diproyeksikan Tampil di Piala AFF 2026

Perannya di klub membuat Raphinha sulit tergantikan. Kemampuannya dalam menciptakan peluang, membuka ruang, hingga memberikan kontribusi langsung terhadap gol menjadikannya salah satu pemain sayap yang paling berpengaruh di sepak bola Eropa saat ini.

Menariknya, peran yang dijalankan Raphinha di Timnas Brasil berbeda dibandingkan saat membela Barcelona. Jika di level klub ia lebih sering beroperasi dari sisi lapangan, di tim nasional ia mendapatkan tanggung jawab yang lebih sentral. Raphinha kerap dimainkan sebagai bagian dari dua gelandang serang yang berada di belakang penyerang utama.

Posisi tersebut membuatnya memiliki fungsi yang mirip dengan Neymar. Kondisi itu memunculkan potensi persaingan di antara keduanya, terutama menjelang Piala Dunia 2026 yang diperkirakan menjadi turnamen terakhir Neymar bersama Timnas Brasil.

Saat ini Neymar masih menjalani proses pemulihan cedera. Kehadirannya kembali ke skuad menjadi salah satu hal yang dinantikan oleh tim pelatih maupun para pendukung Brasil. Pemain Santos tersebut diharapkan dapat kembali merumput dalam laga uji coba berikutnya menghadapi Haiti atau Skotlandia.

Baca Juga: Mees Hilgers Tetap Ikut Latihan Timnas Indonesia Meski Absen Lawan Oman dan Mozambik, Ini Alasannya

Meski terdapat kemungkinan persaingan untuk memperebutkan posisi utama, Ancelotti memiliki opsi menarik dengan memainkan Neymar dan Raphinha secara bersamaan.

Kombinasi keduanya berpotensi memberikan variasi serangan yang lebih kaya, terutama ketika Brasil menghadapi lawan yang memilih bertahan dengan blok rendah dan mengandalkan pendekatan defensif.

Dengan kualitas yang dimiliki kedua pemain tersebut, Brasil mempunyai banyak alternatif dalam membangun serangan. Raphinha menawarkan mobilitas, kecepatan, dan eksploitasi ruang, sementara Neymar tetap menjadi sosok kreatif yang mampu membuka pertahanan lawan melalui visi bermain dan kemampuan individu.

Kemenangan telak atas Panama menjadi sinyal positif bagi Brasil dalam membangun kekuatan menuju Piala Dunia 2026. Selain menunjukkan ketajaman lini depan, laga tersebut juga memperlihatkan semakin jelasnya peran Raphinha dalam proyek yang sedang dibangun Carlo Ancelotti.

Editor : Bayu Shaputra
#Raphinha #Timnas Brasil #Carlo Ancelotti #Piala Dunia 2026