RADARSITUBONDO.ID - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menutup penanganan kasus dugaan skandal naturalisasi tujuh pemain keturunan palsu Timnas Malaysia.
Seluruh proses investigasi dan kemungkinan tindakan disiplin kini berada sepenuhnya di bawah kewenangan FIFA dan otoritas terkait.
Kepastian itu disampaikan Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor. Ia menegaskan AFC tidak lagi terlibat dalam penanganan kasus yang sempat mengguncang sepak bola Asia tersebut.
“Bagi kami di tingkat AFC, kasus ini sudah ditutup,” kata Windsor, dikutip NST.com.my, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Jadwal Indonesia Open 2026 Hari Ini: 7 Wakil Indonesia Berebut Tiket Semifinal di Istora
Menurut dia, kasus yang melibatkan tujuh pemain tersebut kini berada di bawah yurisdiksi FIFA. Karena itu, pihak yang ingin mengetahui perkembangan penyelidikan diminta langsung menghubungi badan sepak bola dunia maupun aparat penegak hukum.
“Kasus yang melibatkan tujuh pemain tersebut kini berada di bawah yurisdiksi FIFA,” ujarnya.
“Jadi, untuk laporan polisi, Anda perlu bertanya kepada polisi, untuk urusan FIFA, Anda perlu bertanya kepada FIFA,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menandai berakhirnya keterlibatan AFC dalam kasus yang menjadi sorotan publik sepak bola Asia dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Resmi Hengkang dari Persija, Maxwell Souza Akui Berat Tinggalkan Macan Kemayoran
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menjalani pemeriksaan melalui Program Penilaian Audit Kualitas AFC. Audit itu dilakukan untuk meninjau aspek administrasi dan struktur organisasi federasi setelah muncul klaim terkait dugaan kesalahan administrasi dalam proses naturalisasi pemain.
Meski telah melalui proses audit, hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai pelaku pemalsuan dokumen maupun aktor utama di balik dugaan skandal tersebut. Kondisi itu membuat polemik naturalisasi Malaysia masih menyisakan banyak tanda tanya.
Pelimpahan hasil audit dan penanganan kasus kepada FIFA dinilai membuka peluang munculnya investigasi lanjutan. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi mengenai perkembangan proses penyelidikan maupun potensi sanksi yang dapat dijatuhkan.
Baca Juga: Luwuk Diguncang Gempa M 5,8 Jumat Pagi, Getaran Dirasakan di Sejumlah Wilayah
Di tengah belum tuntasnya polemik tersebut, mantan Presiden FAM Hamidin memilih mengajak publik sepak bola Malaysia untuk fokus menatap masa depan.
Ia menilai isu naturalisasi yang terus dibahas tidak akan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola nasional.
“Pada akhirnya, pertanyaan ini sama dengan pertanyaan yang telah diajukan sebelumnya,” kata Hamidin.
“Biarkan presiden baru dan pengurus baru yang menjawabnya.”
Hamidin juga berharap polemik naturalisasi tidak lagi menjadi perdebatan berkepanjangan dan cukup dicatat sebagai bagian dari sejarah sepak bola Malaysia.
“Dari sudut pandang saya, sesuatu yang sudah berlalu sebaiknya dibiarkan saja sebagai sejarah.”
“Biarkan saja. Yang penting sekarang adalah menatap masa depan,” pungkasnya.
Editor : Bayu Shaputra