RADARSITUBONDO.ID - Penundaan dramatis laga Chelsea kontra Benfica di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi peringatan serius bagi FIFA menjelang Piala Dunia 2026.
Cuaca ekstrem berupa badai petir yang menghentikan pertandingan selama lebih dari empat jam diperkirakan dapat kembali mengganggu turnamen sepak bola terbesar di dunia tahun depan.
Laga yang berlangsung di Stadion Bank of America, Charlotte, North Carolina, itu semula digelar pada pukul 16.00 waktu setempat. Namun pertandingan terpaksa dihentikan pada menit ke-86 setelah petir terdeteksi di sekitar stadion.
Baca Juga: Persib Hadapi JDT dan Port FC, Borneo FC Bertemu Buriram di ASEAN Club Championship 2026-2027
Badai yang berlangsung hampir dua jam membuat para pemain harus mencari cara untuk tetap menjaga kondisi fisik selama masa penundaan. Pertandingan akhirnya dilanjutkan pada pukul 20.38 waktu setempat atau sekitar 4 jam 38 menit setelah kick-off.
"Ini lelucon - ini bukan sepak bola," kata pelatih Chelsea, Enzo Maresca.
Insiden tersebut bukan kejadian tunggal. Penundaan Chelsea versus Benfica menjadi satu dari enam pertandingan dalam Piala Dunia Antarklub 2025 yang terdampak cuaca buruk dan badai petir.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran menjelang Piala Dunia 2026 yang juga akan digelar di sejumlah kota yang sama di Amerika Serikat. Turnamen itu berlangsung saat kawasan Amerika Utara memasuki puncak musim badai petir sehingga risiko penghentian pertandingan diperkirakan tetap tinggi.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan Tebal, BMKG Prediksi Suhu Tembus 34 Derajat Celsius
Menurut laporan BBC, FIFA tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan aturan sendiri terkait penghentian pertandingan akibat petir. Federasi sepak bola dunia tersebut wajib mengikuti regulasi keselamatan yang berlaku di wilayah penyelenggara.
Di Amerika Serikat, pedoman tersebut mengacu pada ketentuan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Lembaga itu mewajibkan pertandingan dihentikan apabila terdeteksi sambaran petir dalam radius delapan mil atau sekitar 13 kilometer dari stadion.
Aturan tersebut diterapkan untuk melindungi keselamatan pemain, ofisial, dan penonton dari potensi bahaya sambaran petir. Ketika peringatan dikeluarkan, seluruh pemain wajib meninggalkan lapangan, sedangkan suporter harus mencari tempat perlindungan yang aman dan tidak berada di area tribun terbuka.
Setelah itu, penghitungan waktu selama 30 menit dimulai. Jika dalam periode tersebut kembali terdeteksi petir di radius yang ditentukan, hitungan akan diulang dari awal selama 30 menit.
Sebaliknya, apabila tidak ada aktivitas petir selama 30 menit penuh, penonton diperbolehkan kembali ke tempat duduk masing-masing. Para pemain kemudian menjalani pemanasan singkat sebelum pertandingan dilanjutkan.
Wilayah Amerika Serikat bagian tenggara dan kawasan Pesisir Teluk diperkirakan menjadi daerah paling rawan mengalami badai petir selama Piala Dunia 2026. Kota-kota yang masuk kategori berisiko tinggi antara lain Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Miami, dan New Jersey.
Baca Juga: Jadwal Kualifikasi Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Siap Rebut Start Terdepan
Ancaman serupa juga membayangi dua kota tuan rumah di Meksiko, yakni Mexico City dan Monterrey. Meski demikian, beberapa stadion di Atlanta, Dallas, dan Houston memiliki atap permanen atau atap yang dapat dibuka-tutup sehingga mampu mengurangi dampak cuaca ekstrem.
Timnas Inggris termasuk salah satu peserta yang berpotensi terdampak. Pertandingan pembuka mereka melawan Kroasia di Dallas akan dimainkan di stadion tertutup. Namun, The Three Lions masih harus menjalani laga melawan Ghana di Boston dan Panama di New Jersey yang memiliki risiko cuaca lebih tinggi.
Sementara itu, Skotlandia juga menghadapi ancaman serupa. Tiga pertandingan mereka berpotensi terganggu cuaca saat menghadapi Haiti dan Maroko di Boston sebelum melawan Brasil di Miami.
Editor : Bayu Shaputra