RADARSITUBONDO.ID - Nama John Herdman kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Rekam jejak pelatih asal Inggris tersebut dalam mengembangkan pemain muda membuat banyak pihak mulai mengaitkannya dengan sejumlah talenta potensial yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini.
Salah satu bukti paling nyata keberhasilan Herdman terlihat dari perjalanan Alphonso Davies bersama Timnas Kanada. Saat masih berusia sangat muda, Davies sudah mendapatkan kepercayaan tampil di level internasional. Keputusan berani itu menjadi awal dari lahirnya salah satu pemain terbaik Kanada sepanjang sejarah.
Di bawah arahan Herdman, perkembangan Davies tidak hanya terjadi dari sisi teknis. Pemain yang kini memperkuat Bayern Munchen tersebut juga mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman taktik dan fleksibilitas bermain.
Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang Sulawesi Utara, BNPB Minta Warga Pesisir 5 Provinsi Segera Evakuasi
Menariknya, perjalanan Davies menuju level elite tidak selalu dimulai sebagai bek kiri modern seperti yang dikenal saat ini. Herdman beberapa kali menempatkannya di berbagai posisi berbeda untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Davies pernah dimainkan sebagai sayap kiri, gelandang serang, hingga second striker. Pendekatan tersebut membuatnya berkembang menjadi pemain serba bisa dengan kombinasi kecepatan, kemampuan menggiring bola, kreativitas, serta kontribusi bertahan yang sama kuatnya.
Fleksibilitas itu kemudian menjadi salah satu senjata utama Timnas Kanada dalam beberapa tahun terakhir. Davies bukan hanya berkembang sebagai individu, tetapi juga menjadi aset taktis yang mampu memberikan banyak pilihan bagi tim.
Melihat keberhasilan tersebut, muncul spekulasi mengenai pemain muda Indonesia yang berpotensi mendapatkan sentuhan serupa jika Herdman suatu saat terlibat dalam proyek pengembangan sepak bola nasional. Salah satu nama yang mulai sering disebut adalah Dony Tri Pamungkas.
Baca Juga: Pecah Telur di Roland Garros, Alexander Zverev Raih Gelar Grand Slam Pertama
Pemain muda yang identik dengan sisi kiri lapangan itu dinilai memiliki karakteristik yang menarik. Selain mampu bermain sebagai bek kiri, Dony juga cukup aktif membantu serangan dan memiliki mobilitas tinggi di area lawan.
Kemampuan beradaptasi di berbagai situasi permainan menjadi salah satu nilai lebih yang dimiliki pemain tersebut. Karakter semacam ini sangat dibutuhkan dalam sepak bola modern yang menuntut fleksibilitas tinggi dari setiap pemain.
Banyak pengamat menilai Dony memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang menjadi pemain multiposisi apabila mendapatkan program pembinaan dan pendampingan yang tepat. Potensi tersebut membuat namanya kerap masuk dalam pembahasan mengenai prospek jangka panjang Timnas Indonesia.
Meski demikian, membandingkan Dony dengan Alphonso Davies pada tahap ini tentu masih terlalu dini. Davies telah membuktikan kualitasnya di level tertinggi sepak bola Eropa maupun internasional, sementara Dony masih berada dalam fase pengembangan karier.
Baca Juga: Suami Bunuh Istri di Situbondo, Keluarga Ungkap Sifat Posesif dan Cemburu Berlebihan Pelaku
Namun, kisah sukses Davies menunjukkan bahwa talenta muda yang mendapatkan kepercayaan, kesempatan bermain, dan arahan yang tepat dapat berkembang jauh melampaui ekspektasi awal.
Karena itu, apabila John Herdman benar-benar mendapatkan kesempatan membangun generasi baru sepak bola Indonesia, menarik untuk melihat apakah Dony Tri Pamungkas akan menjadi salah satu proyek pengembangan jangka panjangnya.
Seperti yang terjadi pada Alphonso Davies beberapa tahun lalu, perjalanan menuju level tertinggi sering kali dimulai dari keberanian memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tumbuh dan berkembang.
Editor : Bayu Shaputra