Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Perez Kirim Berkas 500 Halaman ke UEFA, Barcelona Terancam Kehilangan Gelar

Bayu Shaputra • Selasa, 9 Juni 2026 | 17:43 WIB
Presiden Real Madrid Florentino Perez. (Instagram/realmadrid.mk)
Presiden Real Madrid Florentino Perez. (Instagram/realmadrid.mk)

 

RADARSITUBONDO.ID - Presiden Real Madrid Florentino Perez langsung menggebrak setelah kembali memenangkan pemilihan presiden klub.

Orang nomor satu di Santiago Bernabeu itu secara resmi mendesak UEFA menjatuhkan sanksi paling berat kepada Barcelona, yakni mencabut seluruh gelar yang diraih klub Catalan tersebut sepanjang periode 2001 hingga 2018.

Langkah agresif Perez menjadi babak terbaru dalam polemik kasus Negreira yang hingga kini masih menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah sepak bola Spanyol.

Desakan itu muncul setelah Perez kembali mengamankan kursi presiden Real Madrid usai mengalahkan Enrique Riquelme dengan perolehan suara 65 persen berbanding 35 persen dalam pemungutan suara anggota klub.

Baca Juga: Persija Era Shin Tae-yong Bergerak Cepat, Mariano Peralta Resmi Gabung, Nadeo Menyusul?

Kemenangan tersebut memberi Perez ruang untuk mempercepat langkah hukum dan administratif terkait investigasi dugaan korupsi olahraga yang menyeret Barcelona. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengirimkan dokumen penyelidikan setebal 500 halaman kepada UEFA.

Sebelumnya, Perez telah beberapa kali mengkritik lambannya penanganan kasus tersebut oleh otoritas sepak bola.

“Korupsi sistemik dalam kasus Negreira. Bagaimana kita bisa melupakannya begitu saja?” kata Perez dikutip dari Sports Illustrated, Selasa (9/6/2026).

“Kami sedang menyiapkan berkas setebal 500 halaman yang akan saya kirimkan ke UEFA setelah kompetisi berakhir. Saya sudah berbicara dengan mereka.”

Baca Juga: KPK Dalami Komunikasi Silmy Karim dengan Andrej Frey, Diduga Terkait Modus Pemerasan Izin Tinggal WNA

Perez menilai kasus tersebut merupakan salah satu perkara paling serius yang pernah terjadi dalam dunia sepak bola.

“Tidak ada preseden untuk ini dalam sejarah sepak bola dunia. Ini adalah kasus korupsi terbesar yang pernah ada,” tegasnya.

Media Spanyol AS melaporkan dokumen tersebut kini telah diserahkan kepada UEFA. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Real Madrid tidak hanya meminta Barcelona dilarang tampil di kompetisi Eropa, tetapi juga mendesak agar seluruh trofi yang diraih klub berjuluk Blaugrana pada periode terkait dihapus dari catatan resmi.

Kasus Negreira pertama kali menggemparkan publik pada 2023. Investigasi mengungkap adanya aliran dana sebesar 8,4 juta euro atau sekitar Rp176 miliar dari Barcelona kepada perusahaan milik Jose Maria Enriquez Negreira.

Negreira merupakan mantan wasit La Liga yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Komite Teknis Wasit Spanyol (CTA).

Meski tuduhan suap terhadap pejabat publik gugur pada 2024 karena status Negreira tidak memenuhi kategori pejabat negara, penyidikan tetap berlanjut melalui jalur dugaan korupsi olahraga.

Baca Juga: Cedera Belum Pulih, Jurrien Timber Dipastikan Gagal Bela Belanda di Piala Dunia 2026

Barcelona hingga kini terus membantah seluruh tuduhan. Manajemen klub menegaskan pembayaran tersebut merupakan biaya jasa konsultasi teknis terkait perwasitan dan pemantauan pemain muda, bukan untuk memengaruhi keputusan pertandingan.

Konflik kedua klub raksasa Spanyol itu juga merambah ke ranah hukum. Pada Desember lalu, Real Madrid dilaporkan menyiapkan gugatan ganti rugi bernilai jutaan euro atas dugaan kerugian yang ditimbulkan. Sebaliknya, Barcelona mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap berbagai tuduhan yang dianggap mencemarkan nama baik klub.

Meski tekanan terus meningkat, UEFA belum mengambil keputusan final. Otoritas sepak bola Eropa tersebut masih mengkaji seluruh bukti yang tersedia sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Baca Juga: Cedera Belum Pulih, Jurrien Timber Dipastikan Gagal Bela Belanda di Piala Dunia 2026

Presiden UEFA Aleksander Ceferin bahkan pernah memberikan perhatian khusus terhadap kasus tersebut.

“Menurut pendapat saya, salah satu kasus paling serius yang pernah saya lihat dalam sepak bola,” ujar Ceferin pada 2023.

Secara regulasi, UEFA berpeluang menjatuhkan sanksi terhadap prestasi Barcelona di kompetisi Eropa apabila klub tersebut nantinya terbukti bersalah melalui proses hukum.

Dalam skenario ekstrem, empat gelar Liga Champions yang diraih Barcelona pada rentang 2001-2018 berpotensi dipersoalkan.

Namun, pencabutan trofi antarklub Eropa setelah final berakhir belum pernah terjadi dalam sejarah sepak bola modern.

Kasus pengaturan skor Marseille pada 1993 maupun skandal Calciopoli yang menimpa Juventus hanya berujung pada pencabutan gelar domestik dan sanksi kompetisi nasional, tanpa memengaruhi status trofi Eropa yang telah diraih.

Editor : Bayu Shaputra
#Florentino Perez #Kasus Negreira #uefa #barcelona