Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pramono Pasang Target Persija Juara Bersama Shin Tae-yong, Hadiah 500 Tahun Jakarta

Bayu Shaputra • Selasa, 9 Juni 2026 | 17:12 WIB
Shin Tae-yong resmi melatih Persija Jakarta. (Instagram/persija)
Shin Tae-yong resmi melatih Persija Jakarta. (Instagram/persija)

 

RADARSITUBONDO.ID - Penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala baru Persija Jakarta langsung memunculkan ekspektasi tinggi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap mantan pelatih Tim Nasional Indonesia tersebut mampu mengantarkan Macan Kemayoran meraih gelar juara Liga 1 musim 2026/2027, bertepatan dengan momentum perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Terbang ke China dan Inggris untuk Tawarkan Panda Bond

Pramono menilai kehadiran pelatih asal Korea Selatan itu menjadi peluang besar bagi Persija untuk mengakhiri penantian gelar sekaligus memberikan kado istimewa bagi warga ibu kota.

"Sebagai Gubernur Jakarta, saya tentunya sangat berharap bahwa Persija dalam kepelatihan yang dibimbing oleh Shin Tae-yong bisa memberikan kado istimewa bagi Jakarta," kata Pramono.

Menurut Pramono, target juara bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan. Persija dinilai memiliki materi pemain yang kompetitif, terutama dari sektor pemain domestik yang telah memiliki pengalaman di level nasional.

"Secara materi pemain sebenarnya Jakarta pemainnya, terutama apa yang dimiliki pemain domestiknya, itu cukup bagus lah. Ada Ridho, Witan Sulaeman, Doni, dan macam-macam," ujarnya.

Baca Juga: Persija Era Shin Tae-yong Bergerak Cepat, Mariano Peralta Resmi Gabung, Nadeo Menyusul?

Selain kualitas skuad, Pramono menilai Shin Tae-yong memiliki keunggulan karena sudah memahami karakter sepak bola Indonesia setelah beberapa tahun menangani Timnas Indonesia. Pengalaman tersebut diyakini dapat mempercepat proses adaptasi dan meningkatkan daya saing Persija pada musim depan.

"Saya berharap betul karena Shin Tae-yong ini kan punya pengalaman pernah menjadi pelatih nasional kita, pasti dia punya cara untuk bisa membuat Persija berprestasi lebih baik. Saya menaruh harapan untuk itu," lanjutnya.

Pramono juga optimistis kedatangan Shin Tae-yong dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan dan masa depan para pemain lokal Persija. Salah satunya adalah Witan Sulaeman yang kontraknya dikabarkan segera berakhir.

Menurut dia, kedekatan Shin dengan sejumlah pemain yang pernah membela Timnas Indonesia berpotensi menjadi faktor penting dalam menjaga kekuatan skuad Macan Kemayoran menghadapi kompetisi musim depan.

Baca Juga: KPK Dalami Komunikasi Silmy Karim dengan Andrej Frey, Diduga Terkait Modus Pemerasan Izin Tinggal WNA

Menariknya, Pramono mengaku sudah mengetahui rencana perekrutan Shin Tae-yong sebelum diumumkan secara resmi oleh manajemen klub. Ia mengakui sempat berkomunikasi dengan pihak Persija, namun menegaskan tidak pernah ikut campur dalam urusan teknis tim.

"Ya, sebagai Gubernur pasti tahu lah, nggak mungkin Gubernur tahunya ketika diumumkan, pasti kan sudah tahu dulu. Saya tahu, saya tahu. Ya, (ada komunikasi) dengan Persijanya," kata Pramono.

Meski demikian, ia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melakukan intervensi terhadap keputusan manajemen terkait penunjukan pelatih maupun kebijakan teknis lainnya.

"Saya tidak mau mencampuri karena tipikal saya adalah itu merupakan kewenangan Persija sepenuhnya, sehingga dengan demikian saya hanya berharap bahwa dalam kepemimpinan Shin Tae-yong ini Persija menjadi lebih baik prestasinya," tegasnya.

Baca Juga: Cedera Belum Pulih, Jurrien Timber Dipastikan Gagal Bela Belanda di Piala Dunia 2026

Harapan besar terhadap Shin Tae-yong juga datang dari kalangan pendukung Persija. Pemerhati Persija, Taufiq Ardyansyah, menilai pengalaman lima tahun Shin di sepak bola Indonesia menjadi keuntungan besar karena tidak memerlukan waktu adaptasi yang panjang.

"Sebagai mantan pelatih yang sudah lima tahun melatih di Indonesia, itu artinya Shin Tae-yong sudah mengerti bagaimana sepak bola Indonesia. Hal itu menjadi sebuah keuntungan buat Persija karena seharusnya dia enggak mudah untuk beradaptasi dengan iklim Liga Indonesia," ujar Taufiq.

Ia menambahkan, reputasi Shin Tae-yong di Korea Selatan dan Asia juga berpotensi meningkatkan citra Persija di level internasional. Kondisi tersebut dinilai dapat membuka peluang masuknya sponsor asing ke klub ibu kota, meski tetap harus dibarengi dengan prestasi di lapangan.

Namun, Taufiq mengingatkan bahwa target juara hanya dapat tercapai apabila manajemen mendukung penuh kebutuhan pelatih, terutama dalam proses pembentukan skuad.

"Kalau kebutuhan pelatih dicukupi manajemen, bukan tidak mungkin gelar juara itu bisa datang di tahun pertama," katanya.

Taufiq berharap Persija mampu tampil lebih konsisten dibanding musim sebelumnya dan menjadikan laga kandang sebagai sumber poin utama dalam perburuan gelar.

"Target juara di musim 2026/2027 harus benar-benar direalisasikan, jangan meleset lagi karena tahun depan itu momen yang sangat penting buat Persija dan Jakarta," pungkasnya.

Editor : Bayu Shaputra
#shin tae-yong #Pramono Anung #Super League #Persija Jakarta