RADARSITUBONDO.ID - Inter Milan memastikan stabilitas proyek jangka panjang mereka dengan mengunci masa depan Cristian Chivu. Klub raksasa Serie A itu resmi memperpanjang kontrak sang pelatih kepala hingga musim panas 2028, menyusul capaian spektakuler pada musim 2025/2026.
Langkah ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Inter Milan meraih double winner setelah menjuarai Serie A dan Coppa Italia di bawah kendali Chivu. Keputusan perpanjangan kontrak diumumkan langsung melalui kanal resmi klub pada Jumat (19/6/2026).
“FC Internazionale Milano dengan senang hati mengonfirmasi perpanjangan kontrak pelatih kepala Cristian Chivu,” tulis pernyataan yang dikutip dari situs resmi klub, Jumat (19/6/2026). "Dengan kontrak ini, Chivu akan tetap memimpin Nerazzurri hingga 2028."
Baca Juga: AS-Iran Capai Kesepakatan Awal, Trump Harap Gencatan Senjata Meluas hingga Lebanon
Manajemen menilai perjalanan Chivu sebagai pelatih bukan hanya soal prestasi, tetapi juga dedikasi dan loyalitas yang terbangun sejak lama. Dalam musim penuh pertamanya bersama tim utama, ia sukses mempersembahkan Scudetto ke-21 serta trofi Coppa Italia ke-10 bagi klub.
Catatan tersebut sekaligus mengantarkan Chivu sebagai Pelatih Terbaik Serie A musim 2025/2026. Pencapaian ini memperkuat posisinya sebagai figur sentral dalam proyek jangka panjang Nerazzurri.
Sosok asal Rumania itu sejatinya bukan nama baru di Giuseppe Meazza. Ia pernah menjadi pilar lini belakang Inter selama tujuh tahun masa bermainnya, sebelum melanjutkan karier kepelatihan di akademi klub mulai dari U14 hingga Primavera.
Sempat menangani Parma pada paruh musim 2024/2025, Chivu kembali ke Inter untuk menggantikan Simone Inzaghi di akhir musim tersebut. Sejak ditunjuk pada 9 Juni 2025, ia telah memimpin 58 pertandingan dan langsung mempersembahkan dua trofi utama.
Baca Juga: Shin Tae-yong Tegas! Persija Jakarta Cari Pemain Berkarakter dan Kerja Keras
Pencapaian tersebut menempatkan Chivu sejajar dengan deretan pelatih legendaris Inter seperti Arpad Weisz, Alfredo Foni, Giovanni Invernizzi, hingga José Mourinho.
Ia juga tercatat sebagai pelatih kedua yang mampu meraih gelar bersama tim utama dan Primavera.
Editor : Bayu Shaputra